Akurat
Pemprov Sumsel

Dukung NZE 2060, PLN EPI Gandeng KPP Kembangkan Syngas Biomassa

Lukman Nur Hakim Akurat.co | 8 April 2026, 08:50 WIB
Dukung NZE 2060, PLN EPI Gandeng KPP Kembangkan Syngas Biomassa
PLN EPI dan KPP teken MoU pengembangan syngas biomassa di Karimun. Proyek ini mendukung transisi energi dan target net zero emission 2060.

AKURAT.CO PT PLN Energi Primer Indonesia (PLN EPI) melakukan penandatanganan nota kesepahaman (MoU) PT Karimun Power Plant (KPP) untuk pengembangan bisnis syngas gasifikasi berbasis biomassa.

Adapun, MoU ini sebagai bagian dari upaya mendukung transisi energi dan pencapaian target net zero emission (NZE) 2060.

Direktur Biomassa PLN EPI, Hokkop Situngkir, mengatakan pemanfaatan biomassa tidak lagi sekadar alternatif, melainkan bagian dari pembangunan ekosistem energi baru terbarukan (EBT) yang terintegrasi dari hulu ke hilir.

Baca Juga: PLN EPI Gandeng Kalimantan Powerindo Kembangkan Hub Biomassa di Kaltim

“Potensi biomassa nasional mencapai sekitar 80 juta ton, namun baru dimanfaatkan sekitar 20 juta ton. Artinya, masih ada peluang besar yang bisa dioptimalkan untuk mendukung ketahanan energi nasional,” kata Hokkop dalam keteranganya, Selasa (7/4/2026).

Ia menjelaskan bahwa pengembangan biomassa tidak hanya difokuskan pada co-firing di PLTU, tetapi bisa dikembangkan jalur baru melalui syngas berbasis gasifikasi biomassa yang lebih fleksibel digunakan pada pembangkit listrik tenaga diesel (PLTD) maupun sistem isolated.

Menurut Hokkop, keterbatasan desain PLTU dan kesiapan infrastruktur menjadi tantangan dalam penyerapan biomassa melalui cofiring, sehingga diversifikasi pemanfaatan menjadi langkah strategis.

“Karena itu kita membuka branch’baru melalui gasifikasi biomassa. Ini bukan hanya opsi teknis, tapi juga solusi bisnis yang lebih adaptif untuk menjawab kebutuhan energi di wilayah terpencil,” tegasnya.

Sebagai tahap awal, PLN EPI menggandeng PT KPP untuk mengembangkan proyek percontohan di Karimun. Saat ini, fasilitas tersebut telah memiliki kapasitas biomassa sebesar 1 Megawatt (MW) dan berpotensi ditingkatkan hingga 2–5 MW.

Sementara itu, Direktur PT Karimun Power Plant, Arthur Palupessy, mengatakan pihaknya telah memiliki pengalaman lebih dari 25 tahun dalam pengelolaan pembangkit berbasis diesel.

Namun, tantangan utama dalam transisi ke biomassa terletak pada kepastian harga dan pasokan bahan baku.

“Kami sudah terbiasa dengan sistem diesel yang memiliki standar biaya jelas. Tantangannya di biomassa adalah memastikan harga dan pasokan tetap stabil agar operasional tetap feasible,” ujar Arthur.

Baca Juga: PLN EPI Gandeng Swasta Kembangkan Sorgum untuk Biomassa PLTU

Ia menambahkan bahwa kebutuhan biomassa untuk pembangkit 1 MW dapat mencapai sekitar 35 ton per hari, sehingga diperlukan skema rantai pasok jangka panjang yang terintegrasi.

“Kalau pasokan dan harga bisa dijaga stabil, maka gasifikasi biomassa akan menjadi solusi yang sangat kompetitif dibandingkan diesel,” tambahnya.

Melalui kerja sama ini, PLN EPI akan berperan sebagai aggregator sekaligus pengembang ekosistem biomassa, mulai dari pemetaan sumber bahan baku, pembangunan fasilitas produksi, hingga penyediaan teknologi gasifikasi dan distribusi syngas.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.