BPKN Usul QR Code untuk Cek Keamanan Produk Secara Digital

AKURAT.CO Ketua Badan Perlindungan Konsumen Nasional (BPKN) Muhammad Mufti Mubarok mengusulkan penguatan sistem pengawasan produk berbasis digital melalui pemanfaatan kode QR.
Sistem ini dirancang untuk memudahkan konsumen dalam mengecek langsung informasi suatu produk, mulai dari keaslian, standar keamanan, hingga asal-usul barang.
“BPKN akan mendorong satu QR yang menyimpan data barang dan jasa. Saat dipindai, kode itu akan menunjukkan data keamanan produk, seperti SNI, perizinan, hingga asal impor,” ujar Mufti dalam podcast EdShareOn, Rabu (29/4/2026).
Baca Juga: BPKN Minta OJK Serius Awasi Pasar Aset Kripto
Menurutnya, usulan tersebut saat ini tengah diajukan kepada DPR sebagai bagian dari upaya meningkatkan transparansi dan perlindungan konsumen.
Dorongan tersebut muncul setelah temuan Badan Narkotika Nasional terkait produk vape impor yang mengandung narkotika.
Dalam hasil uji laboratorium terhadap 341 sampel cairan vape, sebanyak 23 di antaranya diketahui mengandung narkotika golongan II.
Temuan itu memicu rekomendasi pelarangan vape dan menimbulkan polemik di kalangan pengguna.
Mufti menilai, sistem QR code dapat menjadi solusi untuk menjawab kekhawatiran publik terhadap keamanan produk yang beredar di pasaran.
“Dengan QR, konsumen bisa mengetahui siapa importirnya, dari mana asalnya, dan apakah produk tersebut aman,” katanya.
BPKN juga telah berkoordinasi dengan Badan Pengawas Obat dan Makanan untuk memperketat pengawasan, tidak hanya pada vape, tetapi juga produk makanan yang berpotensi disalahgunakan.
Selain isu keamanan produk, BPKN mencatat tingginya jumlah aduan masyarakat sepanjang 2025.
Baca Juga: BPKN Soroti Maraknya Goreng Saham, OJK Diminta Bertindak Tegas
Tercatat sebanyak 851 aduan dengan total kerugian mencapai Rp438 miliar. Sektor jasa keuangan menjadi yang paling banyak dilaporkan, disusul sektor perumahan.
Dalam sektor perumahan, mayoritas kasus terkait wanprestasi pengembang, seperti keterlambatan pembangunan hingga dokumen yang tidak diserahkan meski pembayaran telah lunas.
Sementara di sektor keuangan, aduan mencakup perbankan, asuransi, pinjaman online, hingga investasi bodong.
“Banyak kasus terjadi karena masyarakat belum memahami detail perjanjian, termasuk bunga pinjaman atau manfaat produk asuransi,” ujar Mufti.
Ia juga mengingatkan masyarakat untuk lebih kritis dalam memilih produk investasi, menyusul berbagai kasus penipuan yang merugikan konsumen.
Larangan Eksploitasi Anak dalam Iklan
Dalam kesempatan yang sama, Mufti juga menyoroti penggunaan balita dalam iklan komersial.
Menurutnya, praktik tersebut tidak diperbolehkan untuk produk pangan umum, seperti air mineral dalam kemasan.
Aturan tersebut mengacu pada Peraturan BPOM Nomor 6 Tahun 2021, yang melarang penggunaan visual balita pada produk di luar kategori khusus anak.
“Eksploitasi anak, apalagi balita, dalam promosi produk harus dihentikan,” tegasnya.
Ia menambahkan, pengawasan terhadap klaim berlebihan atau overclaim produk juga terus diperkuat bersama BPOM.
Langkah ini diharapkan dapat melindungi konsumen dari risiko penggunaan produk yang tidak sesuai dengan klaim yang ditawarkan.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 2Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 3Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 4Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 5Bangkai Kapal Tertua di Dunia Berusia 4.700 Tahun Ditemukan di Turki, Apa Saja yang Terungkap?
- 6Trump Sudah Berhati-Hati Terlibat Perang, Netanyahu Berupaya Memicu Kembali Konfrontasi dengan Iran
- 7Fabio Calonego Akui Ditawari Naturalisasi, Tertarik Bela Timnas Indonesia
- 8Gubernur Bali I Wayan Koster Viral Usai Adu Mulut dengan Petugas SPBU, Ini Profilnya
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK








