Akurat Logo

Asosiasi Dukung CNG sebagai Substitusi LPG, Tekankan Konsistensi Kebijakan

Lukman Nur Hakim Akurat.co | 30 April 2026, 20:12 WIB
Asosiasi Dukung CNG sebagai Substitusi LPG, Tekankan Konsistensi Kebijakan
CNG

AKURAT.CO Asosiasi Perusahaan Liquid & Compressed Natural Gas Indonesia (APLCNGI) menilai pemanfaatan Compressed Natural Gas (CNG) sebagai alternatif energi merupakan langkah yang tepat dalam upaya memperkuat ketahanan energi nasional.

Adapun, pemerintah sedang mengkaji pemanfaatan Compressed Natural Gas (CNG) untuk dapat menjadi substitusi dari Liquefied Petroleum Gas (LPG).

Sekjen APLCNGI, Thomas Nurhakim mengatakan, potensi pengembangan CNG di Indonesia sangat besar, mengingat ketersediaan sumber daya gas alam yang melimpah di dalam negeri.

Baca Juga: Menakar Wacana CNG sebagai Pengganti LPG, Efektifkah?

Dengan pemanfaatan yang optimal, CNG dinilai mampu mengurangi ketergantungan terhadap energi impor sekaligus memberikan penghematan devisa negara.

“Potensi besar sekali jika di dukung penuh pemerintah, dan potensi memberikan penghematan yang besar karena tersedia 100% dalam negeri tidak perlu import dan memberikan ketahanan energi nasional yang kuat ke depannya,” kata Thomas kepada Akurat.co, Kamis (30/4/2026).

Meski demikian, Thomas menekankan bahwa keberhasilan implementasi CNG sangat bergantung pada komitmen dan konsistensi dalam pelaksanaannya. Tanpa kedua hal tersebut, program diversifikasi energi berisiko tidak berjalan optimal.

Thomas mengidentifikasi sejumlah tantangan utama yang perlu segera diantisipasi, antara lain kesiapan infrastruktur, pengelolaan pasokan gas alam, serta sosialisasi kepada masyarakat.

Menurutnya, pembangunan infrastruktur menjadi aspek krusial agar distribusi CNG dapat berjalan efektif. Selain itu, pasokan gas juga harus dikelola dengan baik untuk menjamin keberlanjutan suplai.

“Sosialisasi dan mendidik masyarakat agar bisa menggunakan dengan baik,” ujarnya.

Diberitakan sebelumnya, Pemerintah terus merumuskan berbagai langkah strategis untuk mengoptimalisasi penggunaan gas domestik demi mencapai kemandirian energi.

Salah satu alternatif energi dalam negeri yang sedang dikaji adalah pemanfaatan Compressed Natural Gas (CNG) untuk dapat menjadi substitusi dari Liquefied Petroleum Gas (LPG), yang sebagian besar masih berasal dari luar negeri.

Saat ini, konsumsi LPG nasional mencapai 8,6 juta ton per tahun. Dari angka tersebut, hanya 1,6-1,7 juta ton yang diproduksi dalam negeri dan selebihnya dipenuhi dari impor.

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia menyampaikan saat ini rencana pemanfaatan CNG masih dalam tahap pembahasan. Pihaknya akan segera memfinalisasi agar kemandirian energi dapat terwujud.

"Sekarang lagi masih dalam pembahasan, yang tadi saya laporkan, adalah kita membuat CNG. Tapi ini masih dalam pembahasan, saya harus finalisasi, dan ini salah satu alternatif terbaik untuk kita mendorong agar kemandirian energi kita di sektor LPG bisa dapat kita lakukan," kata Bahlil dikutip dari laman Kementerian ESDM, Rabu (29/4/2026).

Bahlil menjelaskan, bahan baku CNG dapat dipenuhi dari industri dalam negeri, yakni dari gas cair C1 dan C2 yang kemudian dipadatkan (compress) hingga mencapai tekanan tertentu.

Adapun gas cair C1-C2 adalah gas alam (natural gas) yang didominasi oleh komponen metana (C1) dan etana (C2) yang telah dicairkan untuk mempermudah penyimpanan dan transportasi. Saat ini Badan Usaha Niaga yang bergerak di bidang CNG berjumlah 57 badan usaha.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.