Akurat Logo

Pengawasan Kereta Diperketat Usai Insiden Tabrakan Kereta di Bekasi Timur

Esha Tri Wahyuni | 1 Mei 2026, 13:30 WIB
Pengawasan Kereta Diperketat Usai Insiden Tabrakan Kereta di Bekasi Timur
Kepala Badan Pengaturan BUMN, Dony Oskaria menegaskan perlunya memperketat pengawasan kereta api usai kecelakaan Bekasi Timur. KAI tetap operasikan 76 perjalanan selama lonjakan libur panjang awal Mei 2026.

AKURAT.CO Pemerintah memperketat pengawasan layanan kereta api nasional di tengah lonjakan penumpang libur panjang awal Mei 2026, menyusul kecelakaan yang terjadi di Bekasi Timur beberapa hari sebelumnya.

Kepala Badan Pengaturan BUMN, Dony Oskaria, turun langsung melakukan inspeksi mendadak terhadap fasilitas kereta api jarak jauh saat perjalanan dari Cilacap menuju Jakarta, Kamis (30/4/2026).

Langkah ini menjadi respons cepat pemerintah untuk memastikan standar keselamatan tetap terjaga di tengah peningkatan mobilitas masyarakat.

“Kereta api menjadi pilihan utama bagi banyak masyarakat dalam melakukan perjalanan antarkota. Untuk itu, layanan yang dihadirkan senantiasa aman, nyaman, andal dan terus meningkat dari waktu ke waktu,” ujar Dony dalam keterangan tertulis di Jakarta, Jumat (1/5/2026).

Baca Juga: Antisipasi Kecelakaan Kereta Api, Sistem Visual Masinis Perlu Ditingkatkan

Dalam peninjauan tersebut, Dony mengecek langsung aspek kebersihan, keamanan, hingga kualitas layanan di dalam kereta. Ia menegaskan bahwa pengawasan tidak hanya bersifat administratif, tetapi juga berbasis pengalaman nyata pengguna.

“Peninjauan dilakukan untuk memastikan aspek kenyamanan, keamanan, kebersihan, serta kualitas layanan bagi penumpang tetap terjaga sepanjang perjalanan,” katanya.

PT Kereta Api Indonesia (Persero) mencatat peningkatan intensitas perjalanan selama periode libur panjang Hari Buruh, 30 April hingga 4 Mei 2026.

KAI Daerah Operasi 1 Jakarta mengoperasikan total 76 perjalanan kereta api, terdiri dari:

  • 68 perjalanan reguler

  • 7 perjalanan tambahan dari Stasiun Gambir

  • 1 perjalanan tambahan dari Stasiun Pasar Senen

KAI memastikan seluruh operasional kembali normal pasca kecelakaan di Bekasi Timur pada 27 April 2026.

“Seluruh perjalanan saat ini berlangsung lancar dengan keberangkatan tepat waktu sesuai jadwal,” kata Manajer Humas KAI Daop 1 Jakarta, Franoto Wibowo.

Baca Juga: Perlintasan Sebidang Masalah Klasik Kecelakaan Kereta Api, DPR Minta Penanganan Serius

Insiden kecelakaan kereta di Bekasi Timur menjadi pengingat atas pentingnya sistem keselamatan transportasi publik di Indonesia.

Dalam beberapa tahun terakhir, pemerintah melalui Kementerian BUMN dan KAI terus mendorong modernisasi layanan, termasuk digitalisasi tiket dan peningkatan standar operasional.

Data KAI sebelumnya menunjukkan tren peningkatan jumlah penumpang kereta api jarak jauh pascapandemi.

Pada 2025, volume penumpang kereta api nasional diperkirakan telah kembali mendekati level pra-pandemi, didorong oleh tarif yang kompetitif dan ketepatan waktu.

Kereta api juga menjadi moda transportasi strategis karena memiliki tingkat kecelakaan relatif lebih rendah dibandingkan transportasi darat berbasis jalan, menurut data Kementerian Perhubungan.

Namun, insiden di Bekasi Timur menempatkan kembali isu keselamatan sebagai prioritas utama, terutama saat trafik meningkat signifikan pada periode libur panjang.

Pengetatan pengawasan ini berdampak langsung pada kepercayaan publik terhadap layanan kereta api. Di tengah lonjakan permintaan, faktor keamanan menjadi penentu utama pilihan moda transportasi.

Peningkatan pengawasan memberikan jaminan tambahan bahwa perjalanan tetap aman meskipun volume penumpang meningkat.

Sementara dari sisi operasional, tambahan perjalanan KA berpotensi meningkatkan pendapatan KAI dalam jangka pendek. Namun, di sisi lain, biaya operasional dan kebutuhan pengawasan juga meningkat.

Pemerintah melalui BP BUMN dan KAI menegaskan komitmen untuk menjaga kualitas layanan kereta api, terutama di periode dengan mobilitas tinggi.

“Kereta api memiliki peran penting dalam menunjang mobilitas masyarakat. Karena itu, standar pelayanan dan keselamatan perlu terus diperkuat agar pengalaman perjalanan penumpang semakin baik,” ujar Dony.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.