KAI Siapkan 131 Ribu Hunian di Jabodetabek, Lahan Rel Ditata Bertahap

AKURAT.CO Direktur Utama KAI, Bobby Rasyidin bersama dengan Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP), Maruarar Sirait bersama Kepala Badan Pengaturan (BP) BUMN sekaligus Chief Operating Officer (COO), Danantara Dony Oskaria melakukan peninjauan kawasan lahan KAI di sejumlah titik di wilayah Jakarta.
Bobby menyampaikan bahwa peninjauan ini menjadi bagian dari langkah percepatan dalam proses inventarisasi kawasan dan penyusunan penataan yang dilakukan secara bertahap dan terukur.
“KAI segera melakukan inventarisasi permukiman warga di sekitar jalur rel yang dimulai dari titik prioritas dan akan diperluas ke wilayah lain. Langkah ini berjalan bersamaan dengan pengamanan area perkeretaapian serta koordinasi dengan kementerian terkait untuk penyiapan solusi hunian,” kata Bobby dikutip, Senin (6/4/2026).
Baca Juga: Mantap! BP BUMN Restui Pembangunan Rusun di Lahan Milik KAI
Menurutnya, hasil peninjauan di sejumlah titik tersebut menjadi dasar dalam penyusunan langkah penataan yang lebih terarah.
KAI mengelola lebih dari 327 juta meter persegi lahan perkeretaapian yang memiliki potensi untuk mendukung pengembangan hunian.
Di wilayah Jabodetabek, potensi pengembangan mencapai sekitar 131 ribu unit hunian yang berada di sekitar simpul transportasi, sehingga memungkinkan integrasi antara hunian dan mobilitas masyarakat.
“KAI akan menjalankan tiga langkah utama, yaitu inventarisasi permukiman warga di sekitar jalur rel, pengamanan area perkeretaapian, serta kolaborasi dengan berbagai pihak untuk solusi jangka pendek dan jangka panjang guna mendukung hunian yang lebih layak serta peningkatan taraf hidup masyarakat,” tutur Bobby.
Adapun, peninjauan ini merupakan bagian dari pelaksanaan instruksi Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto dalam percepatan penataan kawasan permukiman di sekitar jalur rel serta penyiapan hunian yang lebih layak bagi masyarakat.
Rangkaian kegiatan dilanjutkan dengan peninjauan aset KAI di Jalan Kemukus, Jakarta, yang menjadi salah satu alternatif lokasi pemetaan kawasan yang akan ditata secara bertahap.
Kunjungan kemudian berlanjut kembali ke aset di sekitar Stasiun Tanah Abang dan ke Rusun Cinta Kasih Tzu Chi di Cengkareng sebagai referensi hunian terstruktur dalam mendukung penataan kawasan bantaran rel.
Baca Juga: Menteri Maruarar Sirait Bakal Bangun 1.000 Unit Rusun Murah di Lahan Milik KAI
Diberitakan sebelumnya, Kepala Badan Pengelola (BP) BUMN Dony Oskaria merestui rencana Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait untuk membangun rumah susun di lahan milik PT Kereta Api Indonesia (Persero).
Adapun, Dony menemani Maruarar melakukan peninjauan kesiapan lahan yang akan digunakan untuk pembangunan rumah rusun di lahan milik KAI.
Nantinya rusun tersebut bakal diperuntukkan bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) dan masyarakat berpenghasilan tanggung (MBT).
“Barusan kita meninjau kesiapan lahan yang akan kita pergunakan untuk pembangunan rumah bagi MBR dan MBT. Insyaallah mudah-mudahan segera akan kita tentukan. Ini juga bagian dari program pemerintah untuk menyediakan rumah bagi masyarakat Indonesia,” kata Dony di kawasan Parkir Kemukus Stasiun Jakatra Kota, Minggu (5/4/2025).
Dony menjelaskan, lokasi yang ditinjau saat ini baru merupakan sebagian dari rencana pengembangan hunian yang akan terus diperluas ke berbagai daerah lainnya.
“Ini baru sebagian, tentu berikutnya akan terus lagi. Insyaallah besok Pak Menteri Perumahan juga akan ke Bandung untuk melihat beberapa lokasi lainnya,” tambahnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 2Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 3Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 4Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 5Bangkai Kapal Tertua di Dunia Berusia 4.700 Tahun Ditemukan di Turki, Apa Saja yang Terungkap?
- 6Trump Sudah Berhati-Hati Terlibat Perang, Netanyahu Berupaya Memicu Kembali Konfrontasi dengan Iran
- 7Fabio Calonego Akui Ditawari Naturalisasi, Tertarik Bela Timnas Indonesia
- 8Gubernur Bali I Wayan Koster Viral Usai Adu Mulut dengan Petugas SPBU, Ini Profilnya
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK









