Mantap! BP BUMN Restui Pembangunan Rusun di Lahan Milik KAI

AKURAT.CO Kepala Badan Pengelola (BP) BUMN, Dony Oskaria merestui rencana Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP), Maruarar Sirait untuk membangun rumah susun di lahan milik PT Kereta Api Indonesia (Persero).
Adapun, Dony menemani Maruarar melakukan peninjauan kesiapan lahan yang akan digunakan untuk pembangunan rumah rusun di lahan milik KAI.
Nantinya rusun tersebut bakal diperuntukkan bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) dan masyarakat berpenghasilan tanggung (MBT).
Baca Juga: Rusun Senen Mulai Dibangun Mei 2026, Relokasi Warga Dipercepat
“Barusan kita meninjau kesiapan lahan yang akan kita pergunakan untuk pembangunan rumah bagi MBR dan MBT. Insyaallah mudah-mudahan segera akan kita tentukan. Ini juga bagian dari program pemerintah untuk menyediakan rumah bagi masyarakat Indonesia,” kata Dony di kawasan Parkir Kemukus Stasiun Jakatra Kota, Minggu (5/4/2025).
Dony menjelaskan, lokasi yang ditinjau saat ini baru merupakan sebagian dari rencana pengembangan hunian yang akan terus diperluas ke berbagai daerah lainnya.
“Ini baru sebagian, tentu berikutnya akan terus lagi. Insyaallah besok Pak Menteri Perumahan juga akan ke Bandung untuk melihat beberapa lokasi lainnya,” tambahnya.
Selain Bandung, BP BUMN juga tengah menyiapkan sejumlah lahan di beberapa kota lain, dengan prioritas utama pada kawasan dengan tingkat kepadatan penduduk yang tinggi.
Dony menegaskan, BUMN berkomitmen memberikan manfaat yang lebih besar bagi masyarakat melalui dukungan terhadap program penyediaan rumah rakyat.
“Kerja sama dengan Kementerian Perumahan dan Permukiman menunjukkan bahwa sinergi antar kementerian ini untuk program pemerintah bisa kita wujudkan semakin cepat dan semakin baik.
Diberitakan sebelumnya, Maruarar mengungkap bakal membangun 1.000 unit rumah susun (rusun) di lahan milik PT Kereta Api Indonesia (Persero).
“Nah, kita sedang survei, kita siapkan aturan juga, aturan soal rumah susun subsidi. Dan juga kita menyiapkan bagaimana skema rumah susun yang dibangun dari pembiayaan CSR. Tanahnya tetap milik negara, kemudian yang bangun swasta, kemudian dibalikin kepada negara,” kata Maruarar di kawasan Parkir Kemukus Stasiun Jakatra Kota, Minggu (5/4/2025).
Maruarar menegaskan bahwa proyek ini menjadi langkah konkret pemerintah dalam menyediakan hunian terjangkau di kawasan perkotaan.
Dirinya menambahkan, pemerintah juga tengah menyiapkan regulasi yang memungkinkan lahan milik negara, BUMN, kementerian, maupun pemerintah daerah dimanfaatkan untuk pembangunan rusun subsidi.
“Kemudian juga yang membangun bisa juga BUMN, bisa juga kementerian, bisa juga dari swasta. Pembiayaannya juga bisa dari APBN, bisa dari CSR, dan berbagai macam skema-skema lain,” ujarnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 120 Twibbon 17 Agustus 2026 Gratis, Cocok untuk Foto Profil dan Rayakan HUT RI
- 2Kuota Gratis 81 GB HUT ke-81 RI Viral di WhatsApp, Ini Faktanya
- 3Bukan Febrie Adriansyah, Eksekutor Aset PT GBU Ternyata Anggota Tim 9 Hari Wibowo
- 4Demo Hari Ini di Bundaran HI, BEM UI Bawa 8 Tuntutan, Apa Saja Isinya?
- 520 Link Twibbon 17 Agustus 2026 Terbaru, Cocok untuk Rayakan HUT ke-81 RI Hari Ini!
- 6Kode Redeem FF Spesial 17 Agustus 2026, Ada Hadiah Gratis untuk Rayakan HUT ke-81 RI
- 7Diduga Selewengkan Kas RW Rp11 Miliar, Mantan Ketua dan Sekretaris RW di PIK Dilaporkan ke Polisi
- 8Meludahi Biarawati: Pelecehan Bernuansa Agama oleh Ekstremis Yahudi Menjadi Hal yang Lumrah di Yerusalem
- 9Lebih Inklusif dan Merakyat, Pemerintah Semarakkan HUT ke-81 RI di Kampung-kampung Padat Penduduk
- 10RUU Perampasan Aset Ditargetkan Sah Desember 2026








