Akurat Logo

Investasi Rp1,12 Triliun Masuk KEK Kendal, Siap Serap 1.000 Tenaga Kerja

Esha Tri Wahyuni | 3 Mei 2026, 17:50 WIB
Investasi Rp1,12 Triliun Masuk KEK Kendal, Siap Serap 1.000 Tenaga Kerja
Pabrik kemasan kertas di KEK Kendal mulai dibangun dengan investasi Rp1,12 triliun. Proyek ini diproyeksikan menyerap 1.000 tenaga kerja lokal.

AKURAT.CO Pemerintah mempercepat realisasi investasi industri dengan dimulainya pembangunan pabrik kemasan kertas milik PT Hoi Fu Paper Packaging di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Kendal, Jawa Tengah, Sabtu (2/5).

Proyek senilai Rp1,12 triliun ini diproyeksikan menyerap hingga 1.000 tenaga kerja dan memperkuat posisi KEK Kendal sebagai pusat industri berbasis ekspor.

Sekretaris Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Susiwijono Moegiarso, menyatakan pemerintah tidak hanya mendorong, tetapi juga mengawal investasi agar berdampak langsung pada pertumbuhan ekonomi nasional.

Tentunya arahan tersebut sejalan dengan kebijakan Presiden Prabowo Subianto di tengah meningkatnya ketidakpastian global.

Baca Juga: Mengenal Kawasan Ekonomi Khusus, Motor Penggerak Investasi dan Pemerataan Pembangunan Nasional

“Pemerintah aktif mengawal investasi melalui penguatan koordinasi lintas sektor, termasuk percepatan penyelesaian kendala di lapangan seperti bahan baku dan isu strategis lainnya,” ujar Susiwijono dalam keterangan tertulis di Jakarta, Minggu (3/5/2026).

PT Hoi Fu Paper Packaging mengalokasikan investasi sekitar Rp1,12 triliun dengan skema penyerapan tenaga kerja bertahap, masing-masing 300 orang pada fase awal, 500 orang pada fase kedua, dan 200 orang pada fase akhir.

Sekitar 95% tenaga kerja berasal dari lokal, dengan potensi efek berganda ke sektor logistik dan UMKM pendukung.

Hingga Triwulan I 2026, KEK Kendal mencatat investasi kumulatif sebesar Rp101,93 triliun dengan penyerapan tenaga kerja mencapai 117.941 orang.

Kawasan ini juga mendorong pertumbuhan ekonomi Kabupaten Kendal sebesar 9,00% secara tahunan (year-on-year) dan berkontribusi sekitar 24,33% terhadap Produk Domestik Regional Bruto (PDRB).

Salah satu indikator yang menjadi sorotan adalah Incremental Capital Output Ratio (ICOR) Kabupaten Kendal yang berada di level 3,92. Angka ini menunjukkan efisiensi investasi yang relatif tinggi, di mana tambahan investasi mampu menghasilkan output ekonomi secara optimal.

Sebagai perbandingan, rata-rata ICOR nasional dalam beberapa tahun terakhir berada di kisaran 6–7, yang mencerminkan efisiensi lebih rendah.

Bupati Kendal, Dyah Kartika Permanasari, mengatakan keberadaan KEK Kendal telah memperkuat posisi daerah sebagai penyangga ekonomi di Jawa Tengah. Ia menilai masuknya investasi baru akan memperluas kesempatan kerja dan meningkatkan aktivitas ekonomi lokal.

“Kami berharap investasi ini memperkuat ekonomi daerah dan membuka lapangan kerja baru bagi masyarakat,” ujarnya.

Baca Juga: Apa Itu Kawasan Ekonomi Khusus? Pengertian, Tujuan, dan Sebarannya

Dari sisi historis, KEK Kendal merupakan salah satu proyek strategis nasional yang dikembangkan sejak 2016 sebagai hasil kerja sama Indonesia dan Singapura. Kawasan ini dirancang untuk menarik investasi manufaktur berorientasi ekspor dengan dukungan insentif fiskal dan nonfiskal.

Saat ini, tingkat utilisasi lahan KEK Kendal dilaporkan hampir mencapai 100%. Pemerintah pun menyiapkan ekspansi kawasan seluas 1.000 hektare untuk mengakomodasi permintaan investor baru.

Susiwijono menegaskan ekspansi tersebut membutuhkan dukungan pemerintah daerah hingga kementerian/lembaga agar proses pengembangan berjalan optimal.

Pemerintah juga berkomitmen melanjutkan pemberian insentif investasi guna menjaga daya saing kawasan industri nasional.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.