KAI Catat 17.867 Penumpang Kereta Petani hingga Mei 2026

AKURAT.CO PT Kereta Api Indonesia (Persero) mencatat, selama periode 1 Januari hingga 11 Mei 2026 layanan Kereta Petani dan Pedagang berhasil melayani 17.867 pelanggan di lintas Merak–Rangkasbitung.
Vice President Corporate Communication KAI, Anne Purba mengatakan layanan ini menjadi salah satu upaya menghadirkan transportasi yang dekat dengan kebutuhan masyarakat kecil, terutama petani dan pedagang pasar tradisional.
“Bagi petani dan pedagang kecil, selisih ongkos perjalanan sangat berarti. Saat biaya distribusi lebih ringan, mereka dapat membawa hasil panen lebih banyak, menjaga usaha tetap berjalan, dan mempertahankan penghasilan untuk keluarga,” kata Anne dalam keterangannya, Selasa (12/5/2026).
Baca Juga: Libur Panjang Kenaikan Yesus Kristus, KAI Catat Lonjakan Pembelian Tiket
Kereta Petani dan Pedagang mulai beroperasi sejak 1 Desember 2025 dengan tarif Rp3.000 per perjalanan melalui skema Public Service Obligation (PSO).
Kebijakan tersebut membantu masyarakat memperoleh akses transportasi yang terjangkau untuk mendukung aktivitas ekonomi sehari-hari.
Kereta ini melayani rute Merak–Rangkasbitung pulang pergi setiap hari dengan total 14 perjalanan, terdiri dari 7 perjalanan dari Merak dan 7 perjalanan dari Rangkasbitung.
Menurut Anne, keberadaan layanan tersebut ikut membantu mempercepat distribusi komoditas pertanian menuju pasar sehingga hasil panen dapat tiba dalam kondisi lebih segar dan memiliki nilai jual yang lebih baik.
“Ketika distribusi pangan berjalan lancar, manfaatnya dirasakan banyak pihak. Petani terbantu membawa hasil kebun, pedagang lebih mudah menjaga pasokan dagangan, dan masyarakat mendapatkan bahan pangan yang lebih segar di pasar,” ujarnya.
Untuk menggunakan layanan ini, petani dan pedagang melakukan registrasi di loket stasiun menggunakan KTP guna memperoleh kartu khusus pelanggan.
KAI juga menyesuaikan fasilitas kereta dengan kebutuhan pelanggan yang membawa hasil pertanian dan barang dagangan.
Kereta dilengkapi tempat duduk menyamping berkapasitas 73 pelanggan, pintu lebih lebar, serta ruang penyimpanan barang bawaan agar proses naik turun menjadi lebih mudah.
Anne menambahkan bahwa layanan tersebut menunjukkan bagaimana transportasi publik dapat terhubung langsung dengan kehidupan masyarakat sehari-hari, mulai dari aktivitas pertanian hingga perputaran ekonomi pasar tradisional.
“Saat perjalanan menjadi lebih ringan dan distribusi semakin lancar, masyarakat dapat merasakan manfaat yang dekat dengan kehidupan mereka sehari-hari,” tutur Anne.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Kuota Gratis 81 GB HUT ke-81 RI Viral di WhatsApp, Ini Faktanya
- 2Bukan Febrie Adriansyah, Eksekutor Aset PT GBU Ternyata Anggota Tim 9 Hari Wibowo
- 3Demo Hari Ini di Bundaran HI, BEM UI Bawa 8 Tuntutan, Apa Saja Isinya?
- 420 Link Twibbon 17 Agustus 2026 Terbaru, Cocok untuk Rayakan HUT ke-81 RI Hari Ini!
- 5Kode Redeem FF Spesial 17 Agustus 2026, Ada Hadiah Gratis untuk Rayakan HUT ke-81 RI
- 6Diduga Selewengkan Kas RW Rp11 Miliar, Mantan Ketua dan Sekretaris RW di PIK Dilaporkan ke Polisi
- 7BEM UI Demo 18 Agustus di Bundaran HI, Ternyata Ini 8 Tuntutannya!
- 8Ben-Gvir Serukan Pembunuhan 30–40 Orang di Gaza Tiap Malam, Netanyahu Dikritik dari Kanan
- 9Lebih Inklusif dan Merakyat, Pemerintah Semarakkan HUT ke-81 RI di Kampung-kampung Padat Penduduk
- 10RUU Perampasan Aset Ditargetkan Sah Desember 2026









