Akurat Logo

Stok Beras 5,3 Juta Ton Setara 11 Bulan, Kementan Siap Hadapi El Nino Godzilla

Esha Tri Wahyuni | 13 Mei 2026, 15:30 WIB
Stok Beras 5,3 Juta Ton Setara 11 Bulan, Kementan Siap Hadapi El Nino Godzilla
Mentan Amran di Gudang Sewa Bulog Romokalisari

AKURAT.CO Ancaman fenomena cuaca ekstrem El Nino yang diperkirakan terjadi pada 2026 mulai diantisipasi pemerintah melalui penguatan cadangan pangan nasional. 

Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman, memastikan stok beras nasional dalam kondisi aman dengan kapasitas cadangan yang kini mencapai sekitar 5,3 juta ton.

“Kalau dihitung, kekuatan stok kita bisa sampai 11 bulan. Bahkan jika produksi tetap berjalan minimal dua juta ton per bulan, maka situasi tetap aman,” ujar Amran saat kunjungan di Gudang Sewa Bulog Romokalisari, Rabu (13/5/2026).

Baca Juga: Stok CBP Tembus 5,3 Juta Ton per 11 Mei 2026 Tapi Harga Tinggi, Mentan: Petani Harus Tetap Untung

Pernyataan tersebut menjadi sinyal penting di tengah meningkatnya kewaspadaan terhadap dampak El Nino terhadap produksi pangan global.

Badan Meteorologi Dunia atau World Meteorological Organization (WMO) sebelumnya mengingatkan fenomena pemanasan suhu global dapat meningkatkan risiko kekeringan di berbagai negara produsen pangan.

Pemerintah Indonesia memilih memperkuat bantalan pangan domestik sejak dini. Amran menyebut pemerintah belajar dari pengalaman El Nino 2015 serta periode 2023-2024 yang sempat menekan produksi pertanian nasional akibat kekeringan panjang.

“Dulu tahun 2015 kita siapkan infrastruktur, lalu saat El Nino 2023-2024 kita terbukti mampu bertahan dari kekeringan,” ujarnya.

Selain memperbesar cadangan beras, pemerintah juga melakukan pembenahan di sektor produksi. Kementerian Pertanian mencatat sekitar 145 regulasi yang sebelumnya dinilai menghambat sektor pertanian kini mulai dipangkas untuk mempercepat distribusi sarana produksi hingga aktivitas tanam petani.

Langkah deregulasi tersebut dilakukan bersamaan dengan pembangunan dan rehabilitasi infrastruktur pertanian, termasuk irigasi dan optimalisasi lahan produksi. Pemerintah menilai percepatan birokrasi menjadi faktor penting untuk menjaga stabilitas pasokan pangan di tengah ancaman perubahan iklim.

Data Badan Pusat Statistik (BPS) sebelumnya menunjukkan produksi beras nasional sempat mengalami tekanan saat El Nino 2023. Produksi padi nasional pada 2023 tercatat sekitar 53,98 juta ton gabah kering giling (GKG), turun dibanding tahun sebelumnya akibat cuaca ekstrem dan berkurangnya luas panen.

Kondisi itu sempat memicu kenaikan harga beras nasional pada awal 2024 dan membuat pemerintah meningkatkan impor untuk menjaga pasokan pasar. Pengalaman tersebut kini menjadi dasar pemerintah memperbesar cadangan strategis nasional lebih awal.

Amran mengatakan kapasitas stok beras nasional saat ini jauh lebih besar dibanding periode sebelumnya yang hanya berada di kisaran 3 juta ton. Dengan cadangan mencapai 5 juta ton, pemerintah menilai ruang intervensi pasar menjadi lebih kuat apabila terjadi gangguan produksi akibat cuaca.

“Kita bekerja berdasarkan data. Kalau ada informasi yang tidak benar, tentu harus diluruskan,” kata Amran.

Penguatan stok pangan dinilai penting karena Indonesia masih menjadi salah satu negara dengan konsumsi beras terbesar di dunia. Berdasarkan data BPS dan Badan Pangan Nasional, kebutuhan beras nasional diperkirakan berada di kisaran 30 juta ton per tahun.

Di sisi lain, perubahan iklim global mulai meningkatkan volatilitas produksi pangan dunia. Sejumlah negara eksportir beras seperti India dan Thailand sebelumnya juga sempat menerapkan pembatasan ekspor demi menjaga stok domestik ketika produksi terganggu cuaca.

Kondisi tersebut membuat penguatan cadangan dalam negeri menjadi krusial untuk menjaga stabilitas harga pangan dan inflasi nasional. Bank Indonesia mencatat komponen pangan bergejolak atau volatile food masih menjadi salah satu penyumbang utama inflasi Indonesia dalam dua tahun terakhir.

Pemerintah memastikan koordinasi lintas sektor terus diperkuat untuk menjaga ketahanan pangan nasional menghadapi potensi El Nino berkepanjangan. Selain penguatan stok Bulog, pemerintah juga menyiapkan pengawasan distribusi pangan dan percepatan produksi di sejumlah sentra pertanian utama.

Pemerintah akan terus memantau perkembangan iklim global sambil menjaga produksi domestik tetap berjalan stabil. Ketahanan stok dan kelancaran distribusi diproyeksikan menjadi faktor utama untuk menjaga harga beras tetap terkendali sepanjang 2026.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.