Akurat Logo

Waskita Karya Pangkas Utang Jadi Rp67,1 Triliun Sepanjang 2025

Lukman Nur Hakim Akurat.co | 14 Mei 2026, 10:35 WIB
Waskita Karya Pangkas Utang Jadi Rp67,1 Triliun Sepanjang 2025
Waskita Karya mencatat penurunan utang hingga 20,16 persen dan laba bruto naik 12 persen dalam RUPST Tahun Buku 2025. (AKURAT.CO/Lukman Nur Hakim)

AKURAT.CO PT Waskita Karya (Persero) Tbk melaksanakan Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) Tahun Buku 2025 di Gedung Waskita Karya, Jakarta

Terdapat enam mata acara yang dibahas dalam agenda rutin tersebut, di antaranya Persetujuan Laporan Tahunan dan Pengesahan Laporan Keuangan Konsolidasian Perseroan.

Pada tahun 2025 Perseroan telah melakukan upaya perbaikan kinerja, di antaranya melalui pencapaian pendapatan usaha atau revenue sebesar Rp8,82 triliun.

Laba bruto pun meningkat sekitar 12% menjadi Rp1,58 triliun dari tahun sebelumnya yang sebesar Rp1,41 triliun.

Baca Juga: Waskita Karya Kantongi Kontrak Baru Rp3,1 Triliun per Maret 2026

Corporate Secretary Waskita Karya, Ermy Puspa Yunita mengatakan, sejak 2023 perusahaan memulai proses restrukturisasi, baik di sisi keuangan maupun operasional.

Perseroan melanjutkan strategi penguatan struktur keuangan, dengan penandatanganan perjanjian Master Restructuring Agreement (MRA) pada 2024 oleh 21 bank. Perjanjian tersebut telah diimplementasikan sampai sekarang.

Berkat upaya itu, Waskita berhasil menurunkan beban keuangan dari Rp4,34 triliun menjadi Rp4,00 triliun. Manajemen juga sukses menurunkan total utang sebesar 20,16 persen dari Rp84 triliun pada 2023 menjadi Rp67,1 triliun pada 2025.

Utang vendor past due pun turun drastis hingga 96,1 persen selama periode 2023 sampai 2025, dari Rp1,62 triliun menjadi Rp63,4 miliar. Perseroan berkomitmen menyelesaikan sisa utang tersebut secepat mungkin.

Ermy melanjutkan, sejak efektifnya restrukturisasi, kewajiban atas pajak past due telah diselesaikan 100 persen. Dengan begitu, per 2024 Waskita Karya tidak lagi memiliki utang pajak past due.

Baca Juga: Waskita Percepat Pembangunan Sekolah Rakyat di Jatim, Target Rampung Pertengahan 2026

"Strategi penyehatan keuangan konsisten dilakukan melalui implementasi MRA. Sejak restrukturisasi tersebut efektif di tahun 2024 sampai dengan Desember 2025, Waskita Karya telah berhasil menurunkan nilai outstanding utang MRA semula Rp26,2 triliun menjadi Rp24,1 triliun," kata Ermy dalam keterangan resmi, Rabu (13/5/2026).

Kemudian dari sisi obligasi dan sukuk penjaminan, sampai dengan Desember 2025 Waskita Karya telah melakukan pembayaran kupon atas dua seri obligasi dan satu sukuk sebesar Rp707 miliar.

Langkah itu sesuai ketentuan yang telah disepakati sesuai ketentuan perjanjian perwaliamanatan yang berlaku.

Adapun restrukturisasi yang dilakukan pada obligasi non-penjaminan senilai Rp3,35 triliun telah mendapatkan persetujuan restukturisasi melalui RUPO atas tiga seri obligasi dari total empat seri. Satu seri lainnya masih dalam proses persetujuan restrukturisasi.

Kinerja Waskita Karya terus didukung oleh peningkatan realisasi Nilai Kontrak Baru (NKB). Perolehan NKB Perseroan mencapai Rp12,52 triliun pada tahun lalu, sebelumnya hanya Rp9,5 triliun.

Berdasarkan hasil RUPST 2025, diputuskan tidak ada perubahan susunan direksi dan komisaris. Maka manajemen Perseroan siap melanjutkan strategi yang telah disusun sekaligus memperkokoh fondasi untuk mendorong pertumbuhan bisnis yang berkelanjutan.

"Dengan keputusan ini, kami optimistis dapat memperkuat kinerja dan daya saing perusahaan. Kombinasi strategi digital dan konektivitas global diharapkan mampu mendongkrak kinerja bisnis dan memberikan kontribusi lebih besar terhadap perekonomian nasional," tutur Ermy.

Berikut susunan Dewan Komisaris dan Jajaran Direksi Waskita Karya:

  • Komisaris Utama: Sutrisno

  • Komisaris Independen: Aqila Rahmani

  • Komisaris Independen: Muhammad Harrifar Syafar

  • Komisaris Independen: Muhammad Abdullah Syukri

  • Komisaris: Ade Abdul Rochim

  • Komisaris: Hasby Muhammad Zamri

  • Direktur Utama: Muhammad Hanugroho

  • Direktur Keuangan: Wiwi Suprihatno

  • Direktur Business Strategic, Portfolio dan Human Capital: Rudi Purnomo

  • Direktur Operasi I: Ari Asmoko

  • Direktur Operasi II: Paulus Budi Kartiko

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.