Waskita Karya Pangkas Utang Jadi Rp67,1 Triliun Sepanjang 2025

AKURAT.CO PT Waskita Karya (Persero) Tbk melaksanakan Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) Tahun Buku 2025 di Gedung Waskita Karya, Jakarta
Terdapat enam mata acara yang dibahas dalam agenda rutin tersebut, di antaranya Persetujuan Laporan Tahunan dan Pengesahan Laporan Keuangan Konsolidasian Perseroan.
Pada tahun 2025 Perseroan telah melakukan upaya perbaikan kinerja, di antaranya melalui pencapaian pendapatan usaha atau revenue sebesar Rp8,82 triliun.
Laba bruto pun meningkat sekitar 12% menjadi Rp1,58 triliun dari tahun sebelumnya yang sebesar Rp1,41 triliun.
Baca Juga: Waskita Karya Kantongi Kontrak Baru Rp3,1 Triliun per Maret 2026
Corporate Secretary Waskita Karya, Ermy Puspa Yunita mengatakan, sejak 2023 perusahaan memulai proses restrukturisasi, baik di sisi keuangan maupun operasional.
Perseroan melanjutkan strategi penguatan struktur keuangan, dengan penandatanganan perjanjian Master Restructuring Agreement (MRA) pada 2024 oleh 21 bank. Perjanjian tersebut telah diimplementasikan sampai sekarang.
Berkat upaya itu, Waskita berhasil menurunkan beban keuangan dari Rp4,34 triliun menjadi Rp4,00 triliun. Manajemen juga sukses menurunkan total utang sebesar 20,16 persen dari Rp84 triliun pada 2023 menjadi Rp67,1 triliun pada 2025.
Utang vendor past due pun turun drastis hingga 96,1 persen selama periode 2023 sampai 2025, dari Rp1,62 triliun menjadi Rp63,4 miliar. Perseroan berkomitmen menyelesaikan sisa utang tersebut secepat mungkin.
Ermy melanjutkan, sejak efektifnya restrukturisasi, kewajiban atas pajak past due telah diselesaikan 100 persen. Dengan begitu, per 2024 Waskita Karya tidak lagi memiliki utang pajak past due.
Baca Juga: Waskita Percepat Pembangunan Sekolah Rakyat di Jatim, Target Rampung Pertengahan 2026
"Strategi penyehatan keuangan konsisten dilakukan melalui implementasi MRA. Sejak restrukturisasi tersebut efektif di tahun 2024 sampai dengan Desember 2025, Waskita Karya telah berhasil menurunkan nilai outstanding utang MRA semula Rp26,2 triliun menjadi Rp24,1 triliun," kata Ermy dalam keterangan resmi, Rabu (13/5/2026).
Kemudian dari sisi obligasi dan sukuk penjaminan, sampai dengan Desember 2025 Waskita Karya telah melakukan pembayaran kupon atas dua seri obligasi dan satu sukuk sebesar Rp707 miliar.
Langkah itu sesuai ketentuan yang telah disepakati sesuai ketentuan perjanjian perwaliamanatan yang berlaku.
Adapun restrukturisasi yang dilakukan pada obligasi non-penjaminan senilai Rp3,35 triliun telah mendapatkan persetujuan restukturisasi melalui RUPO atas tiga seri obligasi dari total empat seri. Satu seri lainnya masih dalam proses persetujuan restrukturisasi.
Kinerja Waskita Karya terus didukung oleh peningkatan realisasi Nilai Kontrak Baru (NKB). Perolehan NKB Perseroan mencapai Rp12,52 triliun pada tahun lalu, sebelumnya hanya Rp9,5 triliun.
Berdasarkan hasil RUPST 2025, diputuskan tidak ada perubahan susunan direksi dan komisaris. Maka manajemen Perseroan siap melanjutkan strategi yang telah disusun sekaligus memperkokoh fondasi untuk mendorong pertumbuhan bisnis yang berkelanjutan.
"Dengan keputusan ini, kami optimistis dapat memperkuat kinerja dan daya saing perusahaan. Kombinasi strategi digital dan konektivitas global diharapkan mampu mendongkrak kinerja bisnis dan memberikan kontribusi lebih besar terhadap perekonomian nasional," tutur Ermy.
Berikut susunan Dewan Komisaris dan Jajaran Direksi Waskita Karya:
Komisaris Utama: Sutrisno
Komisaris Independen: Aqila Rahmani
Komisaris Independen: Muhammad Harrifar Syafar
Komisaris Independen: Muhammad Abdullah Syukri
Komisaris: Ade Abdul Rochim
Komisaris: Hasby Muhammad Zamri
Direktur Utama: Muhammad Hanugroho
Direktur Keuangan: Wiwi Suprihatno
Direktur Business Strategic, Portfolio dan Human Capital: Rudi Purnomo
Direktur Operasi I: Ari Asmoko
Direktur Operasi II: Paulus Budi Kartiko
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 2Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 3Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 4Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 5Bangkai Kapal Tertua di Dunia Berusia 4.700 Tahun Ditemukan di Turki, Apa Saja yang Terungkap?
- 6Dua Jenderal TNI AD Dinilai Memenuhi Syarat Jadi Calon Panglima TNI, Siapa Saja?
- 7Tudingan Ijazah Palsu Dirinya dan Gibran Terus Bergulir, Jokowi: Berpotensi Pengalihan Isu
- 8Trump Sudah Berhati-Hati Terlibat Perang, Netanyahu Berupaya Memicu Kembali Konfrontasi dengan Iran
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK





