Investor Awal Grab dan Gojek Sambangi Presiden Prancis Bahas Investasi AI Senilai USD100 Miliar

AKURAT.CO Masayoshi Son kembali menebar taruhan besar di sektor kecerdasan buatan.
Setelah bertahun-tahun dikenal sebagai investor agresif di startup teknologi global, termasuk pendukung awal Grab dan Gojek, kini taipan Jepang itu mengalihkan fokusnya ke pembangunan infrastruktur AI berskala raksasa di Prancis.
SoftBank Group tengah membahas investasi yang nilainya disebut dapat mencapai USD100 miliar setara Rp1.755 triliun (kurs Rp17.558 per dolar AS) untuk membangun pusat data dan pusat pengembangan AI di Prancis.
Baca Juga: Jawaban Danantara Usai Disebut Dasco Sudah Beli Saham GoTo
Proyek tersebut digadang menjadi bagian dari strategi global Son dalam membangun fondasi industri AI generatif, mulai dari chip, pusat komputasi, hingga ekosistem perangkat lunak.
Menurut laporan Bloomberg dan Reuters, Son telah berdiskusi dengan Presiden Prancis Emmanuel Macron mengenai kemungkinan pengumuman proyek itu dalam forum Choose France Summit, agenda tahunan Paris untuk menarik investasi teknologi global.
Sejumlah sumber menyebut investasi tersebut akan diarahkan terutama untuk membangun jaringan data center yang menopang layanan AI generatif di Eropa.
Langkah itu menandai transformasi besar strategi SoftBank setelah era Vision Fund yang sempat menghasilkan sederet investasi spektakuler, namun juga dibayangi kegagalan mahal seperti WeWork.
Dalam beberapa tahun terakhir, Son perlahan menjual sejumlah aset portofolio dan memutar kembali fokus konglomerasinya ke AI serta semikonduktor.
Prancis dipandang menarik karena kombinasi regulasi teknologi yang relatif pro-investasi dan pasokan listrik nuklir yang melimpah, dua faktor penting bagi industri pusat data AI yang rakus energi.
Sejumlah laporan menyebut Son ingin menjadikan Prancis sebagai salah satu simpul utama jaringan AI global SoftBank, sekaligus basis pengembangan chip berbasis Arm Holdings, perusahaan desain semikonduktor yang mayoritas sahamnya dimiliki SoftBank.
Di balik proyek tersebut, tersimpan ambisi yang lebih besar. Son disebut tengah mengembangkan strategi internal bernama “Izanagi Project”, sebuah visi membangun ekosistem AI terpadu yang menghubungkan chip, energi, pusat data, dan komputasi awan dalam satu rantai infrastruktur.
Model ini diposisikan sebagai upaya SoftBank untuk tidak sekadar menjadi investor startup, melainkan arsitek utama ekonomi AI global berikutnya.
Bagi Son, ini bukan sekadar investasi teknologi. Ini adalah upaya menebus masa lalu sekaligus mempertaruhkan masa depan.
Setelah satu dekade dikenal sebagai raja modal ventura dengan taruhan besar di perusahaan seperti Grab, Uber, dan Gojek, pria Jepang berusia 68 tahun itu kini tampaknya ingin dikenang sebagai pembangun jalan tol bagi era kecerdasan buatan.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Cuma Jadi Beban Istana, Menteri Pariwisata Tak Punya Sense of Crisis dan Layak Diganti
- 2Usai Kritik Pigai, Hotman Paris Kini Malah Ingin Jalan Malam Bareng Menteri HAM: Biar Begal Kabur Semua
- 3Prediksi Skor Prancis vs Pantai Gading 5 Juni 2026: Les Bleus Masih Terlalu Kuat atau The Elephants Siap Membuat Kejutan?
- 4Prediksi Skor PSG vs Arsenal, Susunan Pemain, Jadwal Siaran Langsung
- 5BRIN Ingatkan Wacana Jokowi Keliling Daerah Berpotensi Memanaskan Politik Terlalu Dini
- 6Berbahasa Indonesia Usai Laga Kalahkan Oman, John Herdman: Saya Capek!
- 7Tragedi di Gurun Sahara: 49 Orang Tewas Kehausan Setelah Truk Mogok di Gurun Niger
- 8Kurs Dolar AS Tembus Rp18.025 Hari Ini, Rupiah Catat Rekor Terlemah dalam Sejarah
- 9Astra Gandeng Pemprov Jakarta Kampanyekan Naik Transportasi Umum, Pramono: Kunci Atasi Macet dan Polusi
- 10Trump Klaim Kekuatan Militer Iran Hancur Total, Tersisa Sekitar 21 Persen Rudal








