Akurat Logo

SIG Pangkas 28 Anak Usaha, Danantara Kawal Restrukturisasi

Esha Tri Wahyuni | 21 Mei 2026, 10:20 WIB
SIG Pangkas 28 Anak Usaha, Danantara Kawal Restrukturisasi
SIG merampingkan struktur bisnis dari 40 menjadi 12 entitas utama pada kuartal II 2026 demi efisiensi dan penguatan bisnis inti.

AKURAT.CO Transformasi besar-besaran mulai dijalankan PT Semen Indonesia (Persero) Tbk atau SIG. Badan Pengelola BUMN (BP BUMN) bersama Danantara Indonesia mengawal langsung restrukturisasi perusahaan dengan memangkas jumlah entitas usaha dari 40 perusahaan menjadi hanya 12 entitas utama pada kuartal II 2026.

Langkah ini dibahas dalam rapat yang dipimpin Kepala BP BUMN sekaligus Chief Operating Officer (COO) Danantara Indonesia, Dony Oskaria bersama Wakil Kepala BP BUMN Aminuddin Ma’ruf dan jajaran direksi SIG di Jakarta, Rabu (20/5/2026).

“Transformasi BUMN harus diarahkan untuk menciptakan struktur bisnis yang lebih efisien, fokus pada core business, serta mampu memberikan nilai tambah yang lebih besar bagi negara dan masyarakat,” kata Dony.

Baca Juga: Prabowo Terbitkan PP Atur Ekspor Sawit hingga Batu Bara Wajib Lewat BUMN

Program streamlining tersebut kini memasuki fase eksekusi pada kuartal II 2026. SIG menjalankan konsolidasi besar pada sejumlah lini bisnis, mulai dari merger entitas distribusi dan building materials, integrasi sektor logistik, penggabungan kawasan industri ke dalam ekosistem Danantara, hingga divestasi dan likuidasi unit usaha non-strategis.

Langkah ini menjadi salah satu restrukturisasi terbesar yang dilakukan BUMN sektor semen dalam beberapa tahun terakhir.

Dari total 40 entitas usaha yang sebelumnya dimiliki grup, sebanyak 28 perusahaan akan dilebur, dikonsolidasikan, atau dihentikan operasionalnya demi membentuk struktur korporasi yang lebih ramping.

Transformasi tersebut dilakukan di tengah tekanan industri semen nasional yang masih menghadapi persoalan kelebihan pasokan (oversupply).

Berdasarkan data Asosiasi Semen Indonesia (ASI), kapasitas produksi industri semen nasional telah mencapai lebih dari 120 juta ton per tahun, sementara konsumsi domestik masih berada di kisaran 70 juta ton hingga 75 juta ton per tahun dalam beberapa tahun terakhir.

Kondisi tersebut membuat persaingan industri semakin ketat dan menekan margin produsen semen, termasuk BUMN. Efisiensi operasional dan penguatan bisnis inti menjadi strategi utama perusahaan untuk menjaga profitabilitas.

Baca Juga: Ekspor Tunggal Komoditas SDA Lewat BUMN Distorsi Pasar, IHSG Makin Lemas

SIG sebelumnya juga menetapkan seluruh laba tahun buku 2025 sebagai dividen kepada negara. Kebijakan itu membuat ruang ekspansi perusahaan lebih selektif sehingga efisiensi internal menjadi fokus utama perseroan pada 2026.

Selain merampingkan struktur usaha, SIG juga menargetkan percepatan pengambilan keputusan bisnis dan penurunan biaya operasional melalui integrasi rantai pasok dan logistik. Konsolidasi kawasan industri ke dalam ekosistem Danantara disebut akan membuka peluang optimalisasi aset dan pendanaan jangka panjang.

Perusahaan menegaskan proses transformasi dilakukan dengan prinsip tata kelola perusahaan yang baik atau good corporate governance (GCG). SIG menggandeng advisor independen, auditor Kantor Akuntan Publik (KAP), serta menjalankan due diligence dalam setiap tahapan restrukturisasi.

Langkah restrukturisasi ini dinilai penting karena industri semen masih sangat bergantung pada proyek infrastruktur dan konstruksi nasional. Di sisi lain, perlambatan proyek properti dan ketatnya persaingan harga membuat emiten semen harus melakukan efisiensi agresif agar tetap kompetitif.

SIG juga tengah memperluas pasar ekspor setelah penyelesaian dermaga Tuban untuk memperkuat distribusi internasional. Strategi tersebut dilakukan guna menyeimbangkan penjualan domestik yang masih fluktuatif.

BP BUMN dan Danantara akan terus mengawal proses streamlining agar transformasi SIG berjalan sesuai target. Pemerintah berharap struktur bisnis yang lebih ramping dapat memperkuat daya saing industri semen nasional sekaligus meningkatkan kontribusi BUMN terhadap pembangunan infrastruktur Indonesia.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.