Kadin: Regulasi yang Menekan Swasta Bisa Hambat Pertumbuhan Ekonomi Nasional

AKURAT.CO Wakil Ketua Umum Kadin Indonesia (Kadin), Firman Soebagyo, menilai, sejumlah kebijakan pemerintah belakangan ini berpotensi mempersempit ruang gerak sektor swasta yang selama ini menjadi salah satu penggerak utama perekonomian nasional.
Menurut Firman, target pembangunan dan pertumbuhan ekonomi yang dicanangkan pemerintah tidak akan tercapai apabila hanya mengandalkan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).
“Sektor swasta adalah mesin pertumbuhan yang sesungguhnya. Mereka menciptakan lapangan kerja, mendorong inovasi, dan menyumbang penerimaan negara melalui pajak. Kalau regulasi justru mematikan usaha yang sudah berjalan, maka cita-cita pembangunan hanya akan menjadi wacana,” ujar Firman dalam keterangannya, Minggu (31/5/2026).
Ia menjelaskan, kemampuan fiskal pemerintah memiliki keterbatasan sehingga APBN tidak mungkin menanggung seluruh kebutuhan pembangunan nasional.
Terlebih, sebagian besar anggaran negara telah terserap untuk sektor pendidikan, subsidi energi, belanja pegawai, serta pembangunan infrastruktur.
“Dengan alokasi 20 persen untuk pendidikan, subsidi energi, gaji ASN, dan infrastruktur, ruang gerak APBN sangat terbatas. Karena itu, pemerintah harus memberi ruang yang lebih luas bagi sektor swasta untuk tumbuh,” katanya.
Firman menilai keberhasilan negara-negara maju tidak hanya ditopang oleh kekuatan fiskal pemerintah, tetapi juga oleh terciptanya iklim usaha yang sehat dan kompetitif bagi dunia usaha.
“Negara maju tidak dibangun dengan mengandalkan APBN semata, melainkan melalui ekosistem usaha yang sehat. Pemerintah harus memposisikan diri sebagai fasilitator, bukan pesaing bagi dunia usaha,” ujarnya.
Baca Juga: Konser 10 Ribu Penonton Picu Kemacetan Parah di Rasuna Said, Dishub DKI: Tidak Ada Koordinasi
Ia juga menyoroti maraknya penutupan gerai ritel modern di sejumlah daerah sebagai sinyal yang perlu mendapat perhatian serius.
Menurutnya, keberadaan ritel modern tidak hanya berkontribusi terhadap investasi, tetapi juga menyerap tenaga kerja dalam jumlah besar serta membuka peluang usaha bagi pelaku UMKM sebagai pemasok maupun mitra bisnis.
“Kalau usaha-usaha besar maupun menengah mulai tertekan hingga menutup gerai, dampaknya bukan hanya dirasakan perusahaan. Pekerja kehilangan mata pencaharian, UMKM pemasok terdampak, dan perputaran ekonomi daerah ikut melemah. Ini harus menjadi perhatian serius pemerintah,” tegasnya.
Firman menambahkan, dunia usaha saat ini lebih membutuhkan kepastian hukum, penyederhanaan regulasi, serta insentif yang jelas dibanding kebijakan yang justru menimbulkan ketidakpastian.
Ia mengingatkan bahwa target pertumbuhan ekonomi nasional sebesar 8 persen, termasuk agenda hilirisasi industri yang menjadi prioritas pemerintah, akan sulit diwujudkan tanpa dukungan kuat dari sektor swasta.
“Tanpa keberpihakan nyata kepada sektor swasta, target pertumbuhan ekonomi 8 persen dan hilirisasi industri akan sulit tercapai,” ujarnya.
Karena itu, Firman mendesak pemerintah untuk mengevaluasi berbagai kebijakan yang dinilai kontraproduktif terhadap dunia usaha dan investasi nasional.
“Kalau swasta tumbuh, penerimaan pajak meningkat, lapangan kerja terbuka, daya beli masyarakat naik, dan APBN pun ikut sehat. Inilah sinergi yang harus dibangun antara pemerintah dan dunia usaha,” pungkasnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 120 Twibbon 17 Agustus 2026 Gratis, Cocok untuk Foto Profil dan Rayakan HUT RI
- 2Kuota Gratis 81 GB HUT ke-81 RI Viral di WhatsApp, Ini Faktanya
- 3Bukan Febrie Adriansyah, Eksekutor Aset PT GBU Ternyata Anggota Tim 9 Hari Wibowo
- 4Demo Hari Ini di Bundaran HI, BEM UI Bawa 8 Tuntutan, Apa Saja Isinya?
- 520 Link Twibbon 17 Agustus 2026 Terbaru, Cocok untuk Rayakan HUT ke-81 RI Hari Ini!
- 6Kode Redeem FF Spesial 17 Agustus 2026, Ada Hadiah Gratis untuk Rayakan HUT ke-81 RI
- 7Diduga Selewengkan Kas RW Rp11 Miliar, Mantan Ketua dan Sekretaris RW di PIK Dilaporkan ke Polisi
- 8Meludahi Biarawati: Pelecehan Bernuansa Agama oleh Ekstremis Yahudi Menjadi Hal yang Lumrah di Yerusalem
- 9Lebih Inklusif dan Merakyat, Pemerintah Semarakkan HUT ke-81 RI di Kampung-kampung Padat Penduduk
- 10RUU Perampasan Aset Ditargetkan Sah Desember 2026









