Kejar Target Lifting 2026, SKK Migas Bakal Optimalkan Sumur Minyak Rakyat

AKURAT.CO Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) terus mencari berbagai terobosan untuk mengejar target lifting minyak nasional tahun 2026.
Adapun, Pemerintah menetapkan target lifting minyak pada 2026 m berada diangka 610 ribu barel oil per hari (BOPD).
Kepala SKK Migas, Djoko Siswanto mengatakan salah satu strategi yang tengah dijalankan adalah program filling the gap (FTG) melalui pendekatan Triple 100, yang ditujukan untuk memberikan tambahan produksi minyak dalam jangka pendek.
Baca Juga: Belum Sentuh Target, SKK Migas Ungkap Lifting Minyak Nasional Baru 576.000 BOPD
“Untuk mencapai target APBN Rp600.000 di 2026, selain kita menjalankan work program and budget,kita juga mencari cara-cara lain untuk mencapai produksi, yaitu kita mengenal dengan nomor filling the gap dengan strategi triple 100,” kata Djoko dalam rapat bersama Komisi XII DPR RI, Rabu (3/6/2026).
Melalui program tersebut, SKK Migas menargetkan tambahan produksi sebesar 5.000 barel minyak per hari (BOPD) hingga akhir tahun.
Selain mengandalkan program Triple 100, SKK Migas juga terus mendorong optimalisasi produksi dari sumur minyak masyarakat melalui implementasi Peraturan Menteri ESDM Nomor 14 Tahun 2025.
Program tersebut membuka peluang pengelolaan sumur masyarakat oleh badan usaha milik daerah (BUMD) maupun usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) yang bekerja sama dengan sektor hulu migas.
Djoko mengungkapkan saat ini sudah terdapat sembilan operator yang berasal dari BUMD dan UMKM yang aktif mengelola sumur masyarakat. Produksi dari program tersebut telah mencapai sekitar 1.500 BOPD.
“Selain itu, optimalisasi promen 14-2025 sumur masyarakat, sudah ada 9 operasi BUMD, UMKM, produksinya sampai hari ini sudah meningkat sampai 1.500 BOPD, targetnya potensinya sekitar 20.000 BOPD,” ujarnya.
Diberitakan sebelumnya, SKK Migas mencatat lifting minyak nasional berada di level 576,2 ribu barel per hari (BOPD) per tanggal 31 Mei 2026.
Adapun, jumlah tersebut merupakan gabungan dari produksi minyak sebesar 491,3 ribu BOPD, kondensat sebanyak 55,8 ribu BOPD, dan natural gas liquid (NGL) sebanyak 29,1 ribu BOPD.
“Untuk lifting minyak, untuk 2026, kami saat ini realisasinya sekitar 570.000 BOPD, outlook-nya sampai dengan akhir tahun sekitar 600.000-610.000 BOPD,” kata Djoko saat rapat dengan Komisi XII DPR RI, Rabu (3/6/2026).
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 120 Twibbon 17 Agustus 2026 Gratis, Cocok untuk Foto Profil dan Rayakan HUT RI
- 2Kuota Gratis 81 GB HUT ke-81 RI Viral di WhatsApp, Ini Faktanya
- 3Bukan Febrie Adriansyah, Eksekutor Aset PT GBU Ternyata Anggota Tim 9 Hari Wibowo
- 420 Link Twibbon 17 Agustus 2026 Terbaru, Cocok untuk Rayakan HUT ke-81 RI Hari Ini!
- 5Diduga Selewengkan Kas RW Rp11 Miliar, Mantan Ketua dan Sekretaris RW di PIK Dilaporkan ke Polisi
- 6Kode Redeem FF Spesial 17 Agustus 2026, Ada Hadiah Gratis untuk Rayakan HUT ke-81 RI
- 7Meludahi Biarawati: Pelecehan Bernuansa Agama oleh Ekstremis Yahudi Menjadi Hal yang Lumrah di Yerusalem
- 8BEM UI Demo 18 Agustus di Bundaran HI, Ternyata Ini 8 Tuntutannya!
- 9Lebih Inklusif dan Merakyat, Pemerintah Semarakkan HUT ke-81 RI di Kampung-kampung Padat Penduduk
- 10RUU Perampasan Aset Ditargetkan Sah Desember 2026








