Akurat Logo

Naik 9,9 Persen, KAI Angkut 24,37 Juta Penumpang hingga Mei 2026

Lukman Nur Hakim Akurat.co | 17 Juni 2026, 16:02 WIB
Naik 9,9 Persen, KAI Angkut 24,37 Juta Penumpang hingga Mei 2026
Penumpang KAI memadati Stasiun Jogjakarta

AKURAT.CO PT Kereta Api Indonesia (Persero) mencatat layanan KA Jarak Jauh dan KA Lokal yang dikelola KAI melayani 24.372.733 pelanggan sepanjang Januari–Mei 2026.

Adapun, jumlah tersebut naik 9,9% dibanding periode yang sama pada 2025 sebanyak 22.168.570 pelanggan. Pertumbuhan ini menunjukkan semakin kuatnya peran kereta api dalam menghubungkan masyarakat antar daerah.

Vice President Corporate Communication KAI, Anne Purba mengatakan, pertumbuhan pelanggan yang terjadi di seluruh Daop dan Divre memperlihatkan bahwa konektivitas kereta api semakin dekat dengan kebutuhan masyarakat.

Baca Juga: Mulai 4 Juli 2026, KAI Gunakan Kereta Ekonomi Premium Modifikasi untuk KA Rajabasa

“KAI melihat kebutuhan perjalanan masyarakat terus tumbuh di banyak daerah. Kereta api menghubungkan pusat aktivitas masyarakat, mulai dari kawasan ekonomi, kota pendidikan, destinasi wisata, layanan publik, sampai perjalanan keluarga,” kata Anne dalam keterangannya, Rabu (17/6/2026).

Berdasarkan jenis layanan, KA Jarak Jauh Komersial menjadi kontributor terbesar dengan 15.605.465 pelanggan, naik 10,7% dibanding Januari–Mei 2025.

KA Jarak Jauh PSO melayani 4.951.267 pelanggan atau tumbuh 5,1%, KA Lokal PSO melayani 2.930.898 pelanggan atau tumbuh 13,0 persen, dan KA Lokal Komersial melayani 885.103 pelanggan atau tumbuh 15,1%.

Dari sisi kelas layanan, KA Eksekutif melayani 6.128.848 pelanggan atau naik 19,1% dibanding periode yang sama tahun lalu. KA Ekonomi melayani 14.173.952 pelanggan atau naik 7,5%, sementara KA Lokal Ekonomi melayani 3.643.146 pelanggan atau naik 13,9%.

“Komposisi ini menunjukkan bahwa kebutuhan pelanggan sangat beragam. Ada pelanggan yang membutuhkan perjalanan jarak jauh, ada pula yang mengandalkan KA Lokal untuk aktivitas harian dan perjalanan antarkota yang lebih dekat,” ujarnya.

Pertumbuhan pelanggan juga tercatat merata di seluruh wilayah operasi. Di Pulau Jawa, Daop 1 Jakarta melayani 4.908.052 pelanggan, Daop 2 Bandung 2.246.868 pelanggan, Daop 3 Cirebon 884.118 pelanggan.

Sementara Daop 4 Semarang 2.933.516 pelanggan, Daop 5 Purwokerto 2.004.147 pelanggan, Daop 6 Yogyakarta 3.178.503 pelanggan, Daop 7 Madiun 1.084.718 pelanggan, Daop 8 Surabaya 2.576.727 pelanggan, dan Daop 9 Jember 1.420.355 pelanggan.

Di Sumatra, Divre I Sumatera Utara melayani 1.155.256 pelanggan, Divre II Sumatera Barat 915.603 pelanggan, Divre III Palembang 500.303 pelanggan, dan Divre IV Tanjungkarang 564.567 pelanggan sepanjang Januari–Mei 2026.

Pertumbuhan tertinggi tercatat di Divre IV Tanjungkarang sebesar 17,7%, disusul Divre II Sumatera Barat sebesar 14,2% dan Divre III Palembang sebesar 12,7%.

Menurut Anne, pertumbuhan di Sumatra menjadi bagian penting dari penguatan konektivitas daerah. Kereta api membantu masyarakat menjangkau pusat kota, layanan publik, kawasan pendidikan, destinasi wisata, serta simpul transportasi lainnya dengan lebih terjadwal.

“Di Sumatra, kereta api memiliki karakter layanan yang sangat dekat dengan kebutuhan masyarakat daerah. Pertumbuhan pelanggan di Divre menunjukkan bahwa layanan ini terus relevan sebagai penghubung aktivitas sosial dan ekonomi masyarakat,” tutur Anne.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.