Akurat Logo

Selat Hormuz Dibuka, Pertamina Harap Dua Kapalnya Segera Berlayar

Lukman Nur Hakim Akurat.co | 19 Juni 2026, 09:50 WIB
Selat Hormuz Dibuka, Pertamina Harap Dua Kapalnya Segera Berlayar
Vice President Corporate Communication PT Pertamina (Persero), Muhammad Baron (AKURAT.CO/Lukman Nur Hakim)

AKURAT.CO PT Pertamina (Persero) buka suara terkait perkembangan dua kapal mereka yang berada di Selat Hormuz. Kapal tersebut adalah Pertamina Pride dengan Ship Management dari NYK, dan kapal Gamsunoro yang saat ini dikelola oleh Synergy Ship Management.

Diketahui bahwa Selat Hormuz kembali dibuka oleh otoritas Iran setelah adanya kesepakatan damai antara Iran dengan Amerika Serikat.

Vice President Corporate Communication PT Pertamina (Persero), Muhammad Baron mengatakan, perseroan menyambut baik berbagai upaya diplomasi yang tengah berlangsung, termasuk potensi kesepakatan antara Amerika Serikat dan Iran.

Baca Juga: Soal Penyesuaian Harga Pertamax Juni 2026, Begini Kata Pertamina

“Pertamina menyambut baik dan berharap kesepakatan yang akan terjadi antara Amerika Serikat dengan Iran bisa memberikan dampak positif juga terhadap kondisi geopolitik dunia,” kata Baron saat ditemui di Sarinah, Kamis (18/6/2026).

Baron menjelaskan, Pertamina saat ini terus melakukan pemantauan dan berkoordinasi dengan pemerintah serta berbagai pihak terkait guna memastikan kelancaran operasional perusahaan di kawasan tersebut.

Ia berharap dua kapal milik Pertamina yang saat ini masih berada di sekitar kawasan Selat Hormuz dapat segera melanjutkan perjalanan dan menjalankan tugas pengangkutan kargo yang telah dijadwalkan.

Terkait posisi terkini, Fadjar memastikan kedua kapal tersebut masih berada di lokasi yang sama dan belum melanjutkan pelayaran.

“Dua kapal masih berada di sana (Hormuz),” ujarnya.

Meski demikian, Baron menegaskan keselamatan awak kapal, keamanan kargo, serta perlindungan terhadap aset perusahaan menjadi prioritas utama dalam pengambilan keputusan operasional.

“Kami prioritas adalah kekeselamatan dari awak, kargo, dan juga kapalnya. Itu sebagai aset dari Pertamina,” tutur Baron.

Diberitakan sebelumnya, Pemerintah lewat Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) bersama pihak-pihak terkait terus memperkuat koordinasi guna mendukung proses pelintasan dua kapal Pertamina yang berada di kawasan Selat Hormuz.

Baca Juga: Mau Beli Pertalite dan Biosolar? Pastikan Sudah Punya QR Code Subsidi Tepat Pertamina

Juru Bicara Kementerian ESDM, Dwi Anggia menyampaikan bahwa Kementerian ESDM terus berkoordinasi dengan Kementerian Luar Negeri dan pihak-pihak terkait untuk mendukung kelancaran proses tersebut, sekaligus menjaga ketahanan pasokan energi nasional.

"Kementerian ESDM terus berkomunikasi dan berkoordinasi secara intensif dengan Kementerian Luar Negeri untuk memastikan proses pelintasan kapal Indonesia di Selat Hormuz dapat berjalan aman dan lancar. Dalam proses tersebut, tidak hanya soal muatan, tapi keselamatan awak kapal menjadi prioritas utama pemerintah," kata Anggi dikutip dari laman ESDM, Senin (30/3/2026).

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.