Akurat Logo

Bidik Jalur Baru Ekspor ke Asia Tengah, Pemerintah Kebut IU FTA di TIIF 2026

Esha Tri Wahyuni | 21 Juni 2026, 23:14 WIB
Bidik Jalur Baru Ekspor ke Asia Tengah, Pemerintah Kebut IU FTA di TIIF 2026
Tashkent International Investment Forum (TIIF) 2026

AKURAT.CO Pemerintah Indonesia mulai mempercepat pembukaan jalur ekspor baru ke kawasan Asia Tengah di tengah upaya diversifikasi pasar perdagangan nasional. 

Langkah tersebut ditandai dengan kehadiran Wakil Menteri Perdagangan (Wamendag), Dyah Roro Esti, dalam ajang Tashkent International Investment Forum (TIIF) 2026 di Uzbekistan yang berlangsung pada 16-19 Juni 2026.

Dalam forum investasi terbesar di Asia Tengah itu, Indonesia tidak hanya mempromosikan produk nasional, tetapi juga mendorong percepatan perundingan Indonesia-Uzbekistan Free Trade Agreement (IU-FTA) yang dinilai dapat menjadi pintu masuk bagi pelaku usaha nasional ke pasar kawasan tersebut.

Baca Juga: RI Bidik Jalur Dagang Baru Asia Tengah, Dekati Uzbekistan

"Kehadiran Indonesia di Uzbekistan tidak hanya untuk mempererat hubungan bilateral, tetapi juga membuka peluang yang lebih luas bagi pelaku usaha Indonesia," kata Roro Esti dalam keterangan tertulis di Jakarta, Minggu (21/6/2026).

Menurut Roro, Uzbekistan kini menjadi salah satu mitra strategis Indonesia untuk memperluas kerja sama ekonomi di Asia Tengah yang tengah menunjukkan pertumbuhan ekonomi menjanjikan. 

Pemerintah ingin memastikan produk-produk Indonesia semakin dikenal dan memperoleh akses pasar yang lebih besar di kawasan tersebut.

Langkah ini sejalan dengan strategi pemerintah memperluas tujuan ekspor di luar pasar tradisional seperti Amerika Serikat, China, Jepang, dan Uni Eropa. Diversifikasi pasar dinilai semakin penting di tengah ketidakpastian ekonomi global dan perlambatan perdagangan di sejumlah negara tujuan utama ekspor Indonesia.

Data Kementerian Perdagangan menunjukkan ekspor nonmigas Indonesia selama beberapa tahun terakhir masih didominasi negara-negara besar. Karena itu, pembukaan pasar baru menjadi salah satu fokus pemerintah untuk menjaga pertumbuhan perdagangan nasional sekaligus memperluas basis permintaan produk Indonesia.

Dalam kunjungannya ke Tashkent, Roro juga memanfaatkan momentum forum untuk melakukan pertemuan dengan pejabat pemerintah Uzbekistan, investor, pelaku usaha, dan pemangku kepentingan lainnya guna mengidentifikasi peluang kerja sama yang dapat ditindaklanjuti menjadi investasi maupun transaksi perdagangan konkret.

Pemerintah Indonesia dan Uzbekistan saat ini juga terus menjajaki percepatan penyelesaian perundingan IU-FTA. Perjanjian tersebut diharapkan mampu menurunkan berbagai hambatan perdagangan, memperluas akses pasar, serta meningkatkan konektivitas bisnis antara kedua negara.

"Hubungan ekonomi Indonesia dan Uzbekistan menunjukkan tren yang positif dan masih memiliki ruang yang sangat besar untuk terus ditingkatkan," ujar Roro.

Kehadiran Indonesia di TIIF 2026 juga mencerminkan meningkatnya perhatian dunia terhadap kawasan Asia Tengah sebagai pusat pertumbuhan ekonomi baru.

Forum tersebut dibuka langsung oleh Presiden Uzbekistan, Shavkat Mirziyoyev dan dihadiri sejumlah kepala negara serta pemimpin pemerintahan.

Termasuk Presiden Albania, Bajram Begaj; Perdana Menteri Rusia, Mikhail Mishustin; Perdana Menteri Belarus, Aleksandr Turchin; Perdana Menteri Azerbaijan, Ali Asadov; Perdana Menteri Kazakhstan, Olzhas Bektenov; Ketua Kabinet Menteri Kirgizstan, Adylbek Kasymaliev, dan Perdana Menteri Tajikistan, Kokhir Rasulzoda.

Dalam pidato pembukaannya, Presiden Mirziyoyev menegaskan komitmen Uzbekistan untuk melanjutkan reformasi ekonomi, meningkatkan kemudahan berusaha, dan memperkuat iklim investasi yang terbuka serta kompetitif.

Kehadiran para pemimpin dunia tersebut menunjukkan posisi Asia Tengah yang semakin strategis dalam peta investasi global. Kawasan ini juga menjadi jalur penghubung penting antara Asia Timur, Timur Tengah, dan Eropa.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.