Akurat Logo

AI Kini Jadi Pintu Pertama Konsumen, Brand Terancam Hilang dari Radar

Esha Tri Wahyuni | 23 Juni 2026, 16:14 WIB
AI Kini Jadi Pintu Pertama Konsumen, Brand Terancam Hilang dari Radar
Group Chief Operating Officer (COO) MCorp, Iwan Setiawan

AKURAT.CO Perubahan besar tengah terjadi dalam dunia pemasaran digital. Selama dua dekade terakhir, Google menjadi gerbang utama pencarian informasi produk.

Namun kini konsumen mulai beralih menggunakan kecerdasan buatan (AI) generatif seperti ChatGPT, Gemini, hingga Perplexity sebagai referensi pertama sebelum membeli barang maupun jasa.

Group Chief Operating Officer (COO) MCorp, Iwan Setiawan menjelaskan, AI tidak lagi sekadar alat membuat konten, melainkan telah menjadi sumber informasi utama yang memengaruhi keputusan konsumen.

Baca Juga: Dorong Jakarta Menuju Global City, Antam dan MCorp Hadirkan JAKMW 2026

"Personal use kini menjadi use case terbesar AI. Orang tidak hanya memakai AI untuk membuat konten atau coding, tetapi juga untuk mencari rekomendasi produk sebelum membeli," ujar Iwan dalam Tech for Business 2026 di Jakarta, Selasa (23/6/2026).

Data dari AI in the Wild yang dipaparkan dalam forum tersebut menunjukkan penggunaan AI untuk kebutuhan personal menjadi kategori terbesar sepanjang 2025 hingga 2026.

Tren ini menandakan perubahan perilaku konsumen yang semakin mengandalkan AI dalam proses pengambilan keputusan.

Dalam praktiknya, konsumen kini cukup mengetik pertanyaan seperti "sepatu lari terbaik untuk pemula" ke platform AI. Sistem kemudian akan menyajikan beberapa rekomendasi produk yang dianggap paling relevan berdasarkan data yang tersedia di internet.

Kondisi ini menciptakan tantangan baru bagi pemilik merek. Sebab, berbeda dengan mesin pencari yang menampilkan puluhan hasil, AI umumnya hanya memberikan beberapa rekomendasi utama.

"Kalau brand Anda tidak masuk tiga besar rekomendasi AI, kemungkinan besar tidak akan terlihat oleh konsumen," kata Iwan.

Perubahan tersebut menjadi fase baru dalam evolusi pencarian digital. Pada era 2000-an, konsumen mengandalkan mesin pencari. Memasuki 2010-an, media sosial memperkenalkan algoritma yang mendorong konten sesuai minat pengguna. 

Kini, dekade 2020-an ditandai oleh hadirnya AI generatif yang mampu menyintasi berbagai sumber informasi menjadi satu jawaban.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.