Akurat Logo

Relawan MBG Prihatin Operasional SPPG Dihentikan, Soroti Nasib Pekerja Dapur Gizi

Moehamad Dheny Permana | 22 Juni 2026, 15:55 WIB
Relawan MBG Prihatin Operasional SPPG Dihentikan, Soroti Nasib Pekerja Dapur Gizi
Ketua Umum Relawan Masyarakat Bersatu Gotong Royong (REL MBG), Roy Marjuk.

AKURAT.CO Ketua Umum Relawan Masyarakat Bersatu Gotong Royong (REL MBG), Roy Marjuk, menyampaikan keprihatinan atas penghentian sementara operasional sejumlah Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) sesuai Surat Edaran Badan Gizi Nasional (BGN) Nomor 12 Tahun 2026.

Ki Roy menegaskan pihaknya mendukung langkah pemerintah dalam melakukan pembenahan tata kelola SPPG.

Namun, penghentian sementara operasional tersebut berdampak langsung terhadap para relawan yang selama ini menjadi ujung tombak pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Menurutnya, relawan memiliki peran penting dalam memastikan program berjalan efektif dan menjangkau masyarakat yang membutuhkan. Karena itu, kondisi para relawan yang terdampak perlu mendapat perhatian serius.

"Ketika operasional dapur SPPG dihentikan sementara dan para relawan diliburkan, tentu muncul pertanyaan mengenai keberlangsungan hidup mereka. Banyak relawan yang menggantungkan penghasilannya dari aktivitas di dapur SPPG. Selama masa libur ini mereka tetap harus memenuhi kebutuhan keluarga dan berbagai kewajiban lainnya," ujar Roy dalam keterangannya, Senin (22/6/2026).

Ia berharap BGN dan pemerintah dapat menyiapkan langkah antisipatif bagi para relawan yang terdampak.

Menurut Roy, keberhasilan Program MBG selama ini tidak terlepas dari kontribusi relawan yang bekerja dengan semangat pengabdian dan gotong royong.

Selain persoalan ekonomi, Roy juga mengingatkan potensi berkurangnya tenaga relawan berpengalaman apabila penghentian operasional berlangsung terlalu lama.

"Apabila para relawan terlalu lama tidak memiliki kepastian, mereka tentu akan mencari sumber penghidupan lain. Ketika operasional dapur kembali berjalan, tantangan yang muncul adalah berkurangnya relawan yang sudah memahami standar kerja, keamanan pangan, kebersihan, dan tata kelola dapur," katanya.

Baca Juga: Natur Hair Care Hadirkan Edukasi dan Solusi Rambut Rontok bagi Ibu Hamil dan Menyusui

Menurut dia, proses merekrut dan melatih relawan baru membutuhkan waktu serta sumber daya yang tidak sedikit.

Karena itu, relawan yang telah memiliki pengalaman dinilai sebagai aset penting yang perlu dipertahankan.

REL MBG pun mendorong pemerintah menghadirkan kebijakan yang dapat membantu para relawan selama masa penghentian operasional.

Bentuk dukungan tersebut dapat berupa program pemberdayaan sementara, pelatihan peningkatan kapasitas, pendampingan, maupun langkah lain yang mampu menjaga kesejahteraan mereka.

Roy menegaskan Program Makan Bergizi Gratis merupakan program strategis yang membutuhkan dukungan seluruh elemen, termasuk para relawan yang selama ini terlibat langsung dalam pelaksanaannya.

"Program Makan Bergizi Gratis membawa harapan besar bagi masa depan generasi bangsa. Karena itu, keberlangsungan program ini harus berjalan seiring dengan perhatian terhadap para relawan yang telah berkontribusi menyukseskannya," ujarnya.

Ia menambahkan, perlindungan dan kepastian bagi relawan menjadi bagian penting dalam menjaga keberlanjutan Program MBG.

"Relawan adalah aset bangsa. Menjaga kesejahteraan mereka berarti menjaga keberlangsungan Program Makan Bergizi Gratis itu sendiri," pungkasnya.

Baca Juga: Bus Wisata Double Decker W1 Resmi Beroperasi di PIK2, Lewati Sunset Pier Setiap Akhir Pekan

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.