Program Kompor Listrik 2027 Belum Pasti, Kementerian ESDM Hitung Daya dan Anggaran

AKURAT.CO Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) masih melakukan evaluasi mendalam terkait rencana program kompor listrik yang kembali direncanakan berjala pada tahun 2027.
Wakil Menteri ESDM, Yuliot mengatakan, pemerintah saat ini belum menetapkan target jumlah unit kompor listrik yang akan dibagikan karena masih menghitung berbagai aspek teknis dan ekonomi.
Menurut Yuliot, salah satu pertimbangan utama adalah memastikan kebutuhan kompor listrik dapat dipenuhi oleh industri dalam negeri sehingga tidak menimbulkan ketergantungan terhadap produk impor.
Baca Juga: Kementerian ESDM Tegaskan RKAB Nikel 2026 Belum Diputuskan, Masih Dievaluasi
"Jadi kan kalau ini harga impor dengan harga dalam negeri kalau produksi dalam negeri itu kan akan berbeda. Jadi dari anggaran yang kita tetapkan, ya mungkin ini kalau kita beli di dalam negeri itu justru dapetnya jadi lebih banyak,” kata Yuliot dikutip, Kamis (25/6/2026).
Yuliot menambahkan, peningkatan daya listrik menjadi salah satu tantangan yang perlu dipersiapkan.
Pasalnya, sebagian besar rumah tangga penerima LPG subsidi saat ini masih menggunakan daya listrik 450 VA, sementara penggunaan kompor listrik umumnya membutuhkan daya sekitar 1.000 VA.
"Iya termasuk daya juga. Jadi kan rata-rata itu kalau ini kan daya 450. Ya kalau penggunaan kompor listrik itu kan daya itu sekitar 1000 ya kan ini kita harus sesuaikan semua,” ujarnya.
Diberitakan sebelumnya, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) kembali mengusulkan program kompor listrik dan motor listrik sebagai bagian dari program strategis tahun 2027. Kedua program tersebut masuk dalam usulan program infrastruktur pendukung ketahanan energi nasional yang diajukan Kementerian ESDM.
Menteri ESDM, Bahlil Lahadalia mengatakan, program kompor listrik dan motor listrik diusulkan melalui anggaran Direktorat Jenderal Energi Baru, Terbarukan, dan Konservasi Energi (EBTKE) yang mencapai Rp1,8 triliun pada 2027.
Dari total anggaran tersebut, sekitar Rp1,5 triliun dialokasikan untuk tiga program strategis, yakni Pembangkit Listrik Tenaga Mikrohidro (PLTMH), kompor listrik, dan motor listrik.
Baca Juga: Isu PHK Massal Dipicu Lonjakan Harga Gas, Wamen ESDM Pastikan HGBT Tidak Naik
Selain itu, Bahlil juga mengusulkan anggaran sebesar Rp815,56 miliar untuk program kompor listrik.
Kementerian ESDM, kata Bahlil juga mengusulkan anggaran sebesar Rp675,24 miliar untuk program motor listrik.
Bahlil berharap program kompor listrik dapat memperoleh dukungan dari DPR RI, terutama dalam mengidentifikasi daerah-daerah yang memiliki kebutuhan terbesar terhadap program tersebut.
“Ini saya pikir kita juga minta bantuan dari bapak ibu anggota DPR untuk bisa tahu kompor listrik ini yang membutuhkan di daerah-daerah mana saja supaya bisa kita melakukan kerjasama dan sinkronisasi,” tutur Bahlil.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 2Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 3Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 4Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 5Bangkai Kapal Tertua di Dunia Berusia 4.700 Tahun Ditemukan di Turki, Apa Saja yang Terungkap?
- 6Trump Sudah Berhati-Hati Terlibat Perang, Netanyahu Berupaya Memicu Kembali Konfrontasi dengan Iran
- 7Fabio Calonego Akui Ditawari Naturalisasi, Tertarik Bela Timnas Indonesia
- 8Gubernur Bali I Wayan Koster Viral Usai Adu Mulut dengan Petugas SPBU, Ini Profilnya
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK







