PGE menjadi satu-satunya perusahaan Indonesia dalam Top 50 Global ESG Companies dan meraih ESG Leadership Award 2026.

AKURAT.CO Di tengah meningkatnya perhatian dunia terhadap perubahan iklim, keberlanjutan, dan investasi hijau, perusahaan energi tidak lagi dinilai hanya dari besarnya produksi atau keuntungan yang dihasilkan. Kini, kemampuan mengelola dampak lingkungan, menerapkan tata kelola yang baik, dan menciptakan manfaat sosial menjadi faktor penting yang menentukan daya saing perusahaan di tingkat global.
Dalam konteks tersebut, pencapaian PT Pertamina Geothermal Energy Tbk (PGE) menjadi menarik untuk dicermati. Perusahaan panas bumi milik Indonesia ini tidak hanya meraih ESG Leadership Award 2026 sebagai Sector Champion kategori Infrastructure, tetapi juga tercatat sebagai satu-satunya perusahaan Indonesia yang masuk dalam daftar Top 50 Global ESG Companies 2025. Capaian tersebut menjadi sinyal bahwa perusahaan energi nasional mampu bersaing dalam standar keberlanjutan global sekaligus memainkan peran strategis dalam transisi energi Indonesia.
Mengapa PGE Menjadi Sorotan dalam ESG Leadership Award 2026?
PT Pertamina Geothermal Energy Tbk kembali menorehkan prestasi di bidang keberlanjutan dengan meraih ESG Leadership Award 2026 sebagai Sector Champion untuk kategori Infrastructure dalam ajang Asia-Pacific Sustainable Business & Innovation Forum (ASBIF) 2026.
Penghargaan yang diterima oleh Lia Ayu Paramita selaku VP Strategic Planning and Sustainability PGE tersebut diberikan dalam forum yang mengangkat tema Leading Sustainability, Creating Lasting Impact di Surabaya.
Yang membuat penghargaan ini bernilai strategis adalah proses penilaiannya. Evaluasi dilakukan oleh Center for Environmental, Social, and Governance Studies (CESGS) Universitas Airlangga bersama Research Centre for ESG, The Hang Seng University of Hong Kong melalui metodologi berbasis bukti yang dirancang untuk menjaga independensi dan kredibilitas hasil.
PGE bahkan berhasil menjadi yang terbaik dari sembilan perusahaan kandidat sektor infrastruktur yang masuk dalam cakupan penilaian.
Direktur Utama PGE Ahmad Yani menegaskan bahwa penghargaan tersebut merupakan pengakuan atas komitmen perusahaan dalam menjadikan ESG sebagai bagian dari strategi bisnis.
"Penghargaan ESG Leadership Award ini menjadi pengakuan atas konsistensi PGE dalam menerapkan keberlanjutan sebagai bagian dari strategi bisnis dan operasional perusahaan. Bagi kami, ESG bukan hanya kepatuhan, melainkan fondasi untuk menjaga keandalan operasional, memperkuat tata kelola, menciptakan nilai bagi masyarakat, serta mendukung transisi energi nasional," ujar Ahmad Yani melalui pengumuman tertulis yang diterima AKURAT.CO, Kamis, 25 Juni 2026.
Menurutnya, PGE akan terus memperkuat inovasi dan praktik keberlanjutan guna memperkokoh posisi sebagai world leading geothermal producer dan geothermal center of excellence.
Apa Arti Masuk Top 50 Global ESG Companies bagi Indonesia?
Masuknya PGE ke dalam daftar Top 50 Global ESG Companies memiliki makna yang lebih besar daripada sekadar penghargaan korporasi.
Selama ini, perusahaan-perusahaan yang mendominasi daftar ESG global umumnya berasal dari negara maju dengan ekosistem keberlanjutan yang sudah matang. Ketika perusahaan Indonesia berhasil masuk dalam daftar tersebut, hal itu menunjukkan bahwa standar keberlanjutan nasional semakin mampu bersaing di tingkat internasional.
Lebih jauh lagi, pencapaian ini memperlihatkan bahwa transformasi menuju ekonomi hijau tidak hanya menjadi agenda pemerintah atau lembaga internasional, tetapi mulai menjadi bagian dari strategi bisnis perusahaan nasional.
Bagi Indonesia, pengakuan seperti ini juga berfungsi sebagai reputational capital. Semakin banyak perusahaan yang diakui secara global karena praktik ESG yang kuat, semakin besar pula peluang Indonesia menarik investasi berkelanjutan dari pasar internasional.
Bagaimana ESG Membantu Mendorong Pertumbuhan Bisnis PGE?
Salah satu kesalahpahaman yang masih sering muncul adalah anggapan bahwa ESG hanya berkaitan dengan lingkungan atau aktivitas tanggung jawab sosial perusahaan.
Padahal, dalam praktiknya, ESG berkaitan erat dengan kualitas pengelolaan bisnis secara keseluruhan.
Hal tersebut terlihat dari kinerja operasional PGE yang terus menunjukkan pertumbuhan positif. Sepanjang kuartal I 2026, perusahaan mencatat produksi listrik sebesar 1.370 gigawatt-hour (GWh), meningkat 15,22 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Peningkatan ini menunjukkan bahwa keberlanjutan dan produktivitas tidak harus saling bertentangan.
Justru dalam banyak kasus, perusahaan yang memiliki tata kelola kuat, manajemen risiko yang baik, dan pengelolaan lingkungan yang terukur cenderung memiliki operasional yang lebih stabil dalam jangka panjang.
Direktur Keuangan PGE Fransetya Hutabarat menjelaskan bahwa ESG telah menjadi bagian dari fondasi bisnis perusahaan.
"Bagi PGE, ESG bukan hanya bentuk kepatuhan terhadap prinsip keberlanjutan, tetapi juga bagian dari cara perusahaan menjaga kualitas pertumbuhan. Penghargaan ini menunjukkan bahwa kinerja operasional, disiplin keuangan, tata kelola yang transparan, serta pengelolaan risiko yang prudent dapat berjalan selaras dengan komitmen terhadap masyarakat dan lingkungan," kata Fransetya Hutabarat.
Ia menambahkan bahwa pendekatan tersebut menjadi faktor penting dalam menjaga kepercayaan investor dan memperkuat daya saing perusahaan.
Baca Juga: Kementerian ESDM Kejar PLTS 100 GW, BESS Jadi Kunci Transisi Energi
Baca Juga: Gandeng PLN, PGE Siap Percepat Transisi Energi Bersih
Mengapa Panas Bumi Menjadi Senjata Strategis Indonesia dalam Transisi Energi?
Ketika berbicara mengenai energi terbarukan, perhatian publik sering kali tertuju pada tenaga surya atau angin. Namun bagi Indonesia, panas bumi atau geothermal justru memiliki keunggulan yang sangat strategis.
Indonesia berada di kawasan cincin api dunia (Ring of Fire) yang menyimpan potensi panas bumi terbesar di dunia. Berbeda dengan tenaga surya yang bergantung pada intensitas sinar matahari atau tenaga angin yang bergantung pada kondisi cuaca, pembangkit panas bumi mampu menghasilkan listrik secara stabil selama 24 jam.
Saat ini PGE mengelola 15 Wilayah Kerja Panas Bumi dengan kapasitas terpasang mencapai 1.932 megawatt (MW).
Dari jumlah tersebut, sebanyak 727 MW dioperasikan langsung oleh perusahaan, sementara 1.205 MW dikelola melalui skema Kontrak Operasi Bersama.
Yang lebih penting, kapasitas tersebut setara dengan sekitar 70 persen total kapasitas panas bumi terpasang nasional.
Artinya, keberhasilan atau kegagalan pengembangan panas bumi nasional dalam beberapa tahun mendatang akan sangat dipengaruhi oleh kinerja PGE.
Dalam konteks target pengurangan emisi karbon Indonesia, peran tersebut menjadi semakin strategis.
Paradoks ESG: Penghargaan Bukan Tujuan Utama
Ada satu pelajaran penting yang dapat diambil dari pencapaian PGE.
Perusahaan yang berhasil dalam ESG umumnya tidak menjadikan penghargaan sebagai tujuan utama.
Sebaliknya, penghargaan muncul sebagai konsekuensi dari sistem yang telah dibangun secara konsisten selama bertahun-tahun.
Hal ini terlihat dari berbagai capaian keberlanjutan yang diraih perusahaan. Pada Desember 2025, PGE memperoleh skor ESG 7,1 dari Sustainalytics, yang menjadi salah satu peringkat ESG terbaik di Indonesia.
Selain itu, perusahaan juga meraih PROPER Emas ke-15 berturut-turut untuk Area Kamojang dan PROPER Emas keempat berturut-turut untuk Area Ulubelu dari Kementerian Lingkungan Hidup/Badan Pengendalian Lingkungan Hidup.
Jika ditelaah lebih dalam, penghargaan-penghargaan tersebut bukanlah hasil dari satu program atau satu tahun kinerja. Sebaliknya, penghargaan merupakan akumulasi dari tata kelola, pengelolaan lingkungan, budaya keselamatan kerja, hingga hubungan dengan masyarakat yang dibangun secara konsisten.
Inilah yang sering luput dari perhatian publik. ESG yang kuat bukan sekadar proyek pencitraan, melainkan investasi jangka panjang yang membutuhkan disiplin operasional dan komitmen manajemen.
Apa Dampaknya bagi Investor dan Masa Depan Energi Indonesia?
Dalam beberapa tahun terakhir, investor global semakin memperhatikan indikator ESG sebelum menanamkan modal.
Banyak dana investasi internasional kini menggunakan skor ESG sebagai salah satu parameter utama dalam menilai kualitas perusahaan.
Bagi investor, perusahaan dengan tata kelola yang baik dan risiko lingkungan yang terkelola biasanya dianggap memiliki ketahanan bisnis yang lebih kuat.
Dalam praktiknya, perusahaan dengan reputasi ESG yang baik juga berpeluang memperoleh akses pendanaan yang lebih luas dan biaya modal yang lebih kompetitif.
Karena itu, pencapaian PGE bukan hanya relevan bagi sektor energi, tetapi juga bagi perkembangan pasar modal Indonesia.
Jika semakin banyak perusahaan nasional mampu mencapai standar ESG global, Indonesia berpeluang menjadi tujuan investasi hijau yang lebih menarik di kawasan Asia.
Pada saat yang sama, pengembangan energi panas bumi yang berkelanjutan juga dapat membantu Indonesia mengurangi ketergantungan pada energi fosil dan mempercepat pencapaian target transisi energi.
Kesimpulan
Pencapaian PT Pertamina Geothermal Energy Tbk sebagai peraih ESG Leadership Award 2026 dan satu-satunya perusahaan Indonesia dalam daftar Top 50 Global ESG Companies menunjukkan bahwa perusahaan nasional mampu bersaing di panggung global melalui praktik keberlanjutan yang terukur dan konsisten.
Lebih dari sekadar penghargaan, pencapaian ini memperlihatkan bagaimana ESG dapat menjadi fondasi pertumbuhan bisnis, meningkatkan kepercayaan investor, serta mendukung transisi energi nasional melalui pengembangan panas bumi yang berkelanjutan.
Ketika dunia semakin menilai perusahaan dari dampaknya terhadap lingkungan, masyarakat, dan tata kelola, langkah PGE menjadi contoh bahwa daya saing masa depan tidak hanya ditentukan oleh besarnya aset atau kapasitas produksi, tetapi juga oleh kualitas keberlanjutan yang mampu dibangun dan dipertahankan dalam jangka panjang.
Menarik untuk melihat bagaimana langkah berikutnya PGE akan memengaruhi perkembangan industri panas bumi dan transisi energi Indonesia dalam beberapa tahun ke depan.
Baca Juga: PGE Pastikan PLTP Lahendong Tetap Stabil Pascagempa di Sulawesi Utara
Baca Juga: PGE Jamin Pasokan Listrik Panas Bumi Andal Saat Mudik dan Lebaran 2026
FAQ
Apa itu ESG Leadership Award 2026?
ESG Leadership Award 2026 merupakan penghargaan yang diberikan kepada organisasi yang menunjukkan kepemimpinan dalam penerapan prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG). Penilaian dilakukan oleh pakar ESG dan akademisi melalui metodologi berbasis bukti yang independen dan transparan.
Mengapa PGE masuk Top 50 Global ESG Companies?
PGE masuk dalam daftar tersebut karena dinilai berhasil mengintegrasikan prinsip ESG ke dalam operasional, tata kelola, pengelolaan lingkungan, manajemen risiko, dan pemberdayaan masyarakat secara konsisten.
Apa arti ESG bagi perusahaan energi?
ESG membantu perusahaan energi mengelola risiko lingkungan, meningkatkan tata kelola, menjaga hubungan dengan masyarakat, serta memperkuat kepercayaan investor dalam jangka panjang.
Berapa kapasitas panas bumi yang dikelola PGE?
PGE mengelola 15 wilayah kerja panas bumi dengan total kapasitas terpasang sebesar 1.932 MW, setara sekitar 70 persen kapasitas panas bumi nasional.
Mengapa panas bumi penting bagi transisi energi Indonesia?
Panas bumi mampu menghasilkan listrik secara stabil selama 24 jam dan memiliki emisi yang lebih rendah dibandingkan energi fosil, sehingga menjadi salah satu sumber energi terbarukan paling strategis bagi Indonesia.
Bagaimana ESG memengaruhi keputusan investor?
Investor semakin menggunakan indikator ESG untuk menilai kualitas perusahaan. Perusahaan dengan kinerja ESG yang baik umumnya dianggap memiliki risiko lebih rendah, tata kelola lebih kuat, dan prospek bisnis yang lebih berkelanjutan.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Kuota Gratis 81 GB HUT ke-81 RI Viral di WhatsApp, Ini Faktanya
- 2Bukan Febrie Adriansyah, Eksekutor Aset PT GBU Ternyata Anggota Tim 9 Hari Wibowo
- 3Demo Hari Ini di Bundaran HI, BEM UI Bawa 8 Tuntutan, Apa Saja Isinya?
- 420 Link Twibbon 17 Agustus 2026 Terbaru, Cocok untuk Rayakan HUT ke-81 RI Hari Ini!
- 5Kode Redeem FF Spesial 17 Agustus 2026, Ada Hadiah Gratis untuk Rayakan HUT ke-81 RI
- 6Diduga Selewengkan Kas RW Rp11 Miliar, Mantan Ketua dan Sekretaris RW di PIK Dilaporkan ke Polisi
- 7BEM UI Demo 18 Agustus di Bundaran HI, Ternyata Ini 8 Tuntutannya!
- 8Ben-Gvir Serukan Pembunuhan 30–40 Orang di Gaza Tiap Malam, Netanyahu Dikritik dari Kanan
- 9Lebih Inklusif dan Merakyat, Pemerintah Semarakkan HUT ke-81 RI di Kampung-kampung Padat Penduduk
- 10RUU Perampasan Aset Ditargetkan Sah Desember 2026








