Akurat Logo

Harga Cabai dan Bawang Turun, Kemendag Kini Fokus ke Telur dan Ayam

Esha Tri Wahyuni | 25 Juni 2026, 19:43 WIB
Harga Cabai dan Bawang Turun, Kemendag Kini Fokus ke Telur dan Ayam
Menteri Perdagangan, Budi Santoso

AKURAT.CO Pemerintah mengklaim fase tekanan harga sejumlah bahan pokok mulai mereda.

Setelah harga cabai dan bawang menunjukkan tren penurunan, perhatian pemerintah kini beralih ke komoditas peternakan, khususnya telur ayam ras dan daging ayam ras yang masih dijual di bawah harga acuan.

Menteri Perdagangan, Budi Santoso mengatakan, kondisi tersebut terlihat saat dirinya meninjau Pasar Manis, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, Kamis (25/6/2026).

Baca Juga: Mentan Tetapkan HAP Telur Rp26.500 per Kg Demi Lindungi Peternak

Berdasarkan hasil pemantauan, pasokan bahan pokok dinilai aman dan mayoritas harga komoditas strategis berada pada level yang terkendali.

"Hari ini salah satu pasar yang kami tinjau adalah Pasar Manis di Banyumas. Kita lihat bersama harga relatif bagus. Harga bawang merah dan cabai juga sudah turun. Pemerintah bersama pemerintah daerah akan terus menjaga ketersediaan pasokan dan stabilitas harga bahan pokok," kata Budi Santoso.

Data di lapangan menunjukkan harga beras medium berada di level Rp13.500 per kilogram atau sesuai Harga Eceran Tertinggi (HET) untuk wilayah Jawa Tengah.

Sementara beras program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) Bulog dijual Rp12.000 per kilogram, lebih rendah dari HET sebesar Rp12.500 per kilogram.

Untuk komoditas lain, minyak goreng rakyat MINYAKITA dipasarkan sesuai HET Rp15.700 per liter dan gula pasir dijual Rp17.500 per kilogram atau sesuai Harga Acuan pemerintah.

Pada kelompok hortikultura, harga cabai juga terpantau lebih terkendali dibanding periode sebelumnya. Cabai merah keriting dijual Rp45.000 per kilogram, cabai merah besar Rp50.000 per kilogram, sedangkan cabai rawit merah berkisar Rp50.000-Rp55.000 per kilogram.

Namun di tengah membaiknya harga sejumlah komoditas pangan, pemerintah menemukan tekanan justru terjadi pada sektor peternakan.

Harga telur ayam ras di Pasar Manis berada di kisaran Rp25.000-Rp26.000 per kilogram, sedangkan daging ayam ras dijual Rp35.000-Rp36.000 per kilogram. Harga tersebut masih berada di bawah Harga Acuan yang ditetapkan pemerintah.

Menurut Budi, kondisi ini menunjukkan perlunya keseimbangan antara kepentingan konsumen dan produsen. Pemerintah tidak hanya berupaya menjaga harga tetap terjangkau bagi masyarakat, tetapi juga memastikan peternak memperoleh harga yang layak.

"HET dan harga acuan merupakan titik pertemuan antara produsen dan pembeli. Kalau harga terlalu rendah, kasihan peternak. Kalau di atas HET, kasihan konsumen. Maka kita cari titik temu antara produsen dan pembeli," ujarnya.

Sebagai langkah stabilisasi, Kementerian Perdagangan telah berkoordinasi dengan berbagai sektor untuk meningkatkan penyerapan produk peternakan.

Pemerintah menggandeng asosiasi hotel, restoran, kafe hingga ritel modern agar permintaan terhadap telur dan daging ayam meningkat sehingga harga di tingkat peternak dapat kembali membaik.

"Kami sudah menghubungi asosiasi perhotelan, restoran, kafe, dan ritel modern untuk membantu menyerap telur dan daging ayam agar harganya menjadi stabil," kata Budi.

Perkembangan harga pangan tersebut dipantau pemerintah melalui Sistem Pemantauan Pasar dan Kebutuhan Pokok (SP2KP).

Berdasarkan data Kemendag, terdapat sekitar 550 kontributor yang tersebar di 514 kabupaten dan kota yang setiap hari melaporkan perkembangan harga bahan pokok dari berbagai daerah.

"Data itu kami terima setiap hari sebagai dasar mengambil langkah stabilisasi harga dan pasokan," ujar Budi.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.