Akurat Logo

Tabung CNG Merah Putih, Alternatif Baru Pengganti LPG 3 Kg

Lukman Nur Hakim Akurat.co | 29 Juni 2026, 19:16 WIB
Tabung CNG Merah Putih, Alternatif Baru Pengganti LPG 3 Kg
Dirjen Migas Kementerian ESDM, Laode Sulaeman

AKURAT.CO Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menyebut, tabung Compressed Natural Gas (CNG) berukuran setara 3 kilogram bakal diberi nama Tabung Merah Putih.

Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi (Migas) Kementerian ESDM, Laode Sulaeman mengatakan, akan ada 15 unit prototipe tabung yang akan menjalani serangkaian pengujian pada bulan Juli nanti.

“Pak Menteri kan mengumumkan kemarin Tabung Merah Putih. Jadi bulan Juli ini sedang dibuat prototype untuk di uji. Jadi di uji tuh belasan lah mungkin sekitar 15,” kata Laode saat ditemui di Komplek Parlemen Senayan, Senin (29/6/2026).

Baca Juga: Arahan Presiden, Bahlil Tegaskan Harga BBM Subsidi dan LPG Tak Akan Naik

Laode menjelaskan, kapasitas tabung tersebut setara dengan tabung LPG subsidi 3 kilogram yang selama ini digunakan masyarakat.

Ia menerangkan, perkembangan teknologi tabung gas telah mencapai empat generasi. Tipe pertama sepenuhnya berbahan logam, sedangkan tipe kedua dan ketiga mulai memadukan material yang lebih ringan. 

Karena itu, pemerintah memilih teknologi komposit tipe 4 agar masyarakat, khususnya ibu rumah tangga, tetap merasa nyaman saat beralih dari LPG ke CNG.

“Oleh karena itu kita harus membuat yang lebih ringan. Agar ibu-ibu nanti nggak merasa oh ini kok pengantinya berat. Nggak jadi seperti itu,” tutur Laode.

Laode menambahkan, pengujian prototipe akan dilakukan di Laboratorium Lemigas dengan fokus utama pada aspek keselamatan, termasuk ketahanan tekanan tabung dan keandalan sistem katup (valve).

“Kita uji di Lemigas kan dia kan harus ada uji tekanan. Seperti itu yang paling penting,”pungkasnya.

Diberitakan sebelumnya, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia mengungkapkan pemerintah tengah memasuki tahap ketiga uji coba penggunaan Compressed Natural Gas (CNG) untuk tabung gas bersubsidi 3 kilogram.

Program tersebut diharapkan menjadi salah satu solusi untuk mengurangi ketergantungan Indonesia terhadap impor liquefied petroleum gas (LPG) yang selama ini terus membebani neraca energi nasional.

"Nah CNG ini sekarang sudah masuk dalam tahap ketiga untuk gas tabung 3 kilonya sama-sama Pertamina,” kata Bahlil dalam acara Energy Forum dikutip, Jumat (26/6/2026).

Bahlil menjelaskan, penggunaan CNG sebenarnya bukan teknologi baru di Indonesia. Saat ini, tabung CNG berkapasitas 12 kilogram hingga 50 kilogram telah digunakan di sejumlah sektor komersial, termasuk hotel, restoran, katering, dan dapur program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Adapun untuk masyarakat penerima subsidi, pemerintah menyiapkan tabung CNG berukuran 3 kilogram dengan tekanan operasional sekitar 200 hingga 250 bar. 

Saat ini, aspek keselamatan menjadi fokus utama melalui pengujian sistem katup atau valve yang dirancang untuk mencegah kebocoran maupun ledakan.

"Ini yang kita coba nanti kompornya tidak perlu diganti kompor langsung. Dan itu bisa menahan peledakan dan kebakaran sampai 100 eh 1.000 cc itu sudah sekarang lagi diuji,” ujarnya.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.