Akurat Logo

PLN Kantongi Usulan 28 Ribu Hektare Lahan untuk PLTS 100 GW

Lukman Nur Hakim Akurat.co | 3 Juli 2026, 14:15 WIB
PLN Kantongi Usulan 28 Ribu Hektare Lahan untuk PLTS 100 GW
Direktur Utama PLN, Darmawan Prasodjo

AKURAT.CO PT PLN (Persero) mengungkapkan telah menerima usulan lahan seluas 28.000 hektare dari Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR-BPN) untuk mendukung program pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) berkapasitas 100 gigawatt (GW) yang dicanangkan Presiden Prabowo Subianto.

Direktur Utama PLN, Darmawan Prasodjo, mengatakan keterbatasan lahan selama ini menjadi tantangan utama dalam pengembangan proyek-proyek energi terbarukan, khususnya PLTS berskala besar.

Akan tetapi, Darmawan menjelaskan, program PLTS 100 GW kali ini memiliki dukungan penuh dari pemerintah, termasuk dalam penyediaan lahan dan pemanfaatan kawasan waduk untuk pembangunan pembangkit.

Baca Juga: PLN Pastikan Tak Ada Lagi Pemadaman Bergilir di Jawa Sejak 21 Juni 2026

“Tetapi khusus untuk program dari Bapak Presiden Prabowo Subianto ini, lahan adalah menjadi bagian penugasan dari pemerintah dan juga menggunakan waduk-waduk sehingga ini kami berkoordinasi secara intens dan juga secara kontinu dengan Kementerian ATR-BPN dan juga Kementerian ESDM,” kata Darmawan dalam rapat dengar pendapat (RDP) dengan Komisi XII DPR RI dikutip, Jumat (3/7/2026).

Darmawan menjelaskan, dari total usulan 28.000 hektare yang disampaikan ATR-BPN di Pulau Jawa, PLN telah melakukan pemetaan dengan mengintegrasikan lokasi tersebut dengan jaringan transmisi dan gardu induk yang telah tersedia.

Hasilnya, sekitar 8.500 hektare dinilai siap dimanfaatkan dalam waktu dekat untuk mendukung pembangunan PLTS dengan kapasitas mencapai 8,5 gigawatt peak (GWp).

“Dan dalam hal ini untuk di Pulau Jawa, kemarin sudah dimasukkan usulan dari Kementerian ATR-BPN 28.000 hektare, kemudian kami overlay dengan peta jaringan transmisi dan gadu induk yang kita miliki dan dari 28.000 itu sekitar 8.500 hektare atau 8,5 GW peak itu tanahnya lahan yang sudah diusulkan dari Kementerian ATR-BPN,” ujarnya.

PLN menargetkan pembangkit tenaga surya yang dibangun di atas lahan tersebut akan dilengkapi dengan sistem penyimpanan energi berbasis baterai atau battery energy storage system (BESS) guna meningkatkan keandalan pasokan listrik.

“Dan tentu saja ini untuk yang dari lahan tersebut kami akan membangun PLTS yang kemudian energinya disimpan di baterai energy storage system,” tutur Darmawan.

Diberitakan sebelumnya, Wakil Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Yuliot mengungkapkan pihaknya tengah mempercepat implementasi program pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) berkapasitas 100 gigawatt

Yuliot menjelaskan, pemerintah saat ini tengah menyiapkan regulasi dasar guna mempercepat implementasi proyek PLTS skala besar tersebut.

Kementerian ESDM sedang menyelesaikan rancangan Peraturan Presiden (Perpres) tentang percepatan pembangunan PLTS 100 gigawatt.

“Kementerian ESDM lagi menyelesaikan rancangan peraturan presiden untuk percepatan pembangunan PLTS 100 gigawatt. Jadi, itu yang kita lakukan,” kata Yuliot di Kementerian ESDM, Jumat (29/5/2027).

Baca Juga: Optimalkan Pemanfaatan Batu Bara Domestik, PLN Bakal Retrofit PLTU di Jawa

Lebih lanjut, Yuliot mengungkapkan, pihaknya telah mengidentifikasi sekitar 24 ribu hektare lahan di Pulau Jawa untuk mendukung percepatan pembangunan PLTS berkapasitas 100 gigawatt.

Yuliot mengatakan, ketersediaan lahan menjadi salah satu fokus utama pemerintah dalam mempercepat implementasi program PLTS skala besar yang menjadi arahan Presiden.

“Jadi ketersediaan lahan berdasarkan identifikasi yang kita lakukan bersama antara Kementerian ESDM dengan Kementerian ATR/BPN, di Pulau Jawa sudah tersedia sekitar 24 ribu hektare,” ujarnya.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.