Angkutan Retail KAI Tumbuh 5 Persen, Volume Capai 123.810 Ton pada Semester I-2026

AKURAT.CO PT Kereta Api Indonesia (Persero) mencatat volume angkutan retail sepanjang Semester I-2026 mencapai 123.810 ton. Capaian ini meningkat 5,06% dibandingkan Semester I-2025 sebanyak 117.851 ton, serta tumbuh 21,84% dibandingkan Semester I-2024 sebanyak 101.617 ton.
Rata-rata volume angkutan retail KAI pada Januari–Juni 2026 mencapai sekitar 20.635 ton per bulan, lebih tinggi dibandingkan rata-rata Semester I 2025 sekitar 19.642 ton per bulan dan Semester I 2024 sekitar 16.936 ton per bulan.
Vice President Corporate Communication KAI, Anne Purba mengatakan, angkutan retail menjadi salah satu ruang pertumbuhan penting dalam ekosistem logistik nasional.
Baca Juga: KAI Layani 308.874 Turis Asing di Semester I 2026, Gambir Terbanyak
Menurutnya, layanan ini dapat membantu pelaku usaha mendapatkan pilihan distribusi antarkota yang lebih terjadwal, berkapasitas besar, dan terhubung dengan jaringan logistik mitra.
“Angkutan retail KAI tumbuh karena pasar membutuhkan distribusi yang lebih efisien, terencana, dan mampu menjangkau lintas kota. Ini menjadi sinyal bahwa kereta api dapat mengambil peran lebih besar dalam sistem logistik nasional, termasuk untuk mendukung pelaku usaha dan UMKM,” kata Anne, Senin (6/7/2026).
Layanan angkutan retail KAI dijalankan dengan model bisnis Business to Business (B2B) melalui kemitraan strategis bersama mitra logistik.
Melalui skema tersebut, pelaku usaha, UMKM, dan masyarakat dapat memanfaatkan layanan pengiriman berbasis kereta api melalui jaringan mitra, service point, serta layanan distribusi lanjutan yang tersedia di pasar.
Dalam rantai logistik, kereta api berperan kuat pada middle-mile atau perjalanan utama antarkota. Barang dikonsolidasikan oleh mitra, dibawa menggunakan kereta api pada lintas utama, lalu diteruskan melalui layanan distribusi lanjutan menuju titik penerima.
Pola ini membuat kereta api dapat menjadi tulang punggung distribusi jarak menengah dan jarak jauh, sementara angkutan jalan tetap berperan penting sebagai penghubung awal dan akhir.
“Kereta api memiliki keunggulan pada kapasitas, keteraturan jadwal, dan efisiensi untuk perjalanan antarkota. Ketika peran ini dipadukan dengan jaringan first-mile dan last-mile dari mitra, pelaku usaha bisa mendapatkan rantai distribusi yang lebih kompetitif,” ujar Anne.
Penguatan angkutan retail berbasis rel menjadi semakin strategis karena biaya logistik Indonesia masih menjadi tantangan besar bagi daya saing nasional.
Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian mencatat biaya logistik Indonesia berada pada kisaran 14,29% terhadap PDB. Biaya logistik yang tinggi dapat berdampak pada harga barang, daya saing ekspor, investasi, disparitas harga antarwilayah, dan stabilitas pasokan.
Anne menambahkan, pertumbuhan angkutan retail KAI dapat menjadi momentum untuk memperkuat kebijakan logistik nasional berbasis rel.
Menurutnya, kereta api memiliki ruang besar untuk menjadi tulang punggung distribusi antarkota, terutama pada lintas dengan volume barang yang stabil, jarak tempuh menengah hingga jauh, serta kebutuhan pengiriman yang terjadwal.
“Ketika barang retail dapat dikonsolidasikan lebih baik, dihubungkan ke jaringan rel, lalu diteruskan melalui distribusi lanjutan oleh mitra, biaya pengiriman berpotensi semakin kompetitif. Dampaknya akan kembali kepada pelaku usaha, UMKM, dan masyarakat melalui rantai pasok yang lebih sehat,” tambahnya.
KAI akan terus membuka ruang kolaborasi dengan pemerintah, mitra logistik, pelaku usaha, kawasan industri, serta UMKM untuk memperbesar peran kereta api dalam distribusi barang retail.
Dukungan terhadap simpul logistik, integrasi antarmoda, akses first-mile dan last-mile, serta konsolidasi pengiriman retail menjadi kunci agar kereta api dapat memberi kontribusi lebih besar dalam menekan biaya logistik nasional.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 2Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 3Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 4Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 5Bangkai Kapal Tertua di Dunia Berusia 4.700 Tahun Ditemukan di Turki, Apa Saja yang Terungkap?
- 6Trump Sudah Berhati-Hati Terlibat Perang, Netanyahu Berupaya Memicu Kembali Konfrontasi dengan Iran
- 7Fabio Calonego Akui Ditawari Naturalisasi, Tertarik Bela Timnas Indonesia
- 8Gubernur Bali I Wayan Koster Viral Usai Adu Mulut dengan Petugas SPBU, Ini Profilnya
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK








