Akurat Logo

Stimulus Transportasi Berbuah, Mobilitas Masyarakat Naik 13 Persen

Esha Tri Wahyuni | 7 Juli 2026, 16:57 WIB
Stimulus Transportasi Berbuah, Mobilitas Masyarakat Naik 13 Persen
Juru Bicara Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Haryo Limanseto

AKURAT.CO Pemerintah mulai melihat indikasi bahwa stimulus transportasi pada semester II-2026 berhasil menjaga mobilitas masyarakat di tengah tekanan ekonomi global. 

Indikator paling menonjol terlihat dari program diskon tiket kereta api yang mampu melampaui target penerima manfaat, menunjukkan insentif fiskal tidak hanya terserap, tetapi juga dimanfaatkan lebih besar dibandingkan proyeksi awal.

Juru Bicara Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Haryo Limanseto mengatakan, hingga 5 Juli 2026 sebanyak 1.303.191 penumpang telah memanfaatkan program diskon tiket kereta api. 

Baca Juga: Mobilitas Libur Sekolah Naik, Penumpang Kereta Api Capai 3,45 Juta

Angka tersebut mencapai 110% dari target 1.174.624 penumpang sekaligus meningkat 13% dibandingkan periode yang sama pada 2025 yang tercatat sebanyak 1.152.581 penumpang.

"Kebijakan insentif dan diskon transportasi ini dihadirkan untuk mendorong masyarakat agar lebih banyak bepergian selama periode libur sekolah, sehingga aktivitas ekonomi di berbagai daerah juga ikut bergerak.

Hingga saat ini, realisasinya berjalan baik dan penyerapan program oleh masyarakat cukup optimal. Ini menunjukkan bahwa stimulus mampu memberikan manfaat yang dirasakan langsung oleh masyarakat," kata Haryo di Jakarta, Selasa (7/7/2026).

Pemerintah mengalokasikan Rp90,9 miliar untuk program diskon kereta api tersebut. Insentif diberikan dalam bentuk potongan harga 30% untuk seluruh layanan kereta api ekonomi non-PSO dan nonperintis yang mencakup 150 perjalanan reguler serta 26 perjalanan tambahan selama periode 20 Juni-5 Juli 2026.

Keberhasilan program kereta api menjadi indikator awal efektivitas Paket Stimulus Ekonomi Semester II-2026 yang diluncurkan pemerintah atas arahan Presiden Prabowo Subianto.

Stimulus ini difokuskan menjaga konsumsi rumah tangga selama musim libur sekolah, yang secara historis menjadi salah satu periode dengan aktivitas perjalanan domestik tertinggi setiap tahun.

Data pada moda transportasi lain juga menunjukkan tren penyerapan yang tinggi. Hingga 5 Juli 2026, insentif transportasi penyeberangan telah dimanfaatkan 1.125.088 penumpang atau 93,25% dari target 1.206.585 penumpang.

Jumlah tersebut terdiri atas 959.880 penumpang yang menggunakan 360.141 kendaraan dan 165.208 penumpang pejalan kaki.

Dalam program tersebut, pemerintah membebaskan 100% tarif jasa kepelabuhanan, sehingga masyarakat memperoleh potongan harga sekitar 21,11% dari tarif tiket penyeberangan. 

Kebijakan berlaku di 14 pelabuhan dengan 7 lintasan yang dikelola PT ASDP Indonesia Ferry dan menyasar penumpang pejalan kaki, kendaraan roda dua, serta kendaraan pribadi Golongan IVA.

Sementara itu, program diskon tarif kapal Pelni masih berlangsung hingga 15 Agustus 2026. Per 6 Juli 2026, insentif tersebut telah dimanfaatkan 481.503 penumpang atau sekitar 69% dari target 693.690 penumpang, dengan realisasi anggaran mencapai Rp46,9 miliar.

Pemerintah memperkirakan tingkat pemanfaatannya masih akan meningkat mengingat masa program belum berakhir.

Paket stimulus transportasi semester II-2026 juga mencakup subsidi penuh PPN Ditanggung Pemerintah (PPN DTP) sebesar 100% untuk tiket pesawat domestik kelas ekonomi berjadwal. 

Kebijakan ini dirancang untuk menekan biaya perjalanan masyarakat sekaligus mempertahankan aktivitas sektor transportasi dan pariwisata selama periode liburan.

Tingginya tingkat pemanfaatan insentif transportasi menjadi indikator penting karena konsumsi rumah tangga masih menjadi kontributor terbesar terhadap produk domestik bruto (PDB) Indonesia. 

Peningkatan mobilitas masyarakat selama libur sekolah berpotensi mendorong belanja di sektor perdagangan, perhotelan, restoran, hingga usaha mikro di daerah tujuan perjalanan.

Haryo menegaskan pemerintah akan terus mengevaluasi pelaksanaan seluruh program stimulus agar manfaatnya semakin tepat sasaran. Pemerintah optimistis berbagai kebijakan stimulus ini dapat memberikan manfaat nyata bagi masyarakat sekaligus menjaga momentum pertumbuhan ekonomi nasional.

"Ke depan, Pemerintah akan terus memantau pelaksanaan setiap program agar manfaatnya semakin luas dan tepat sasaran, sehingga mampu memperkuat daya beli masyarakat serta mendorong aktivitas ekonomi di berbagai daerah," ujar Haryo.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.