Akurat Logo

Bahlil: Negosiasi Harga, Kunci Ekspor Listrik Hijau ke Singapura

Lukman Nur Hakim Akurat.co | 8 Juli 2026, 13:52 WIB
Bahlil: Negosiasi Harga, Kunci Ekspor Listrik Hijau ke Singapura
Pemerintah memastikan pembahasan ekspor listrik hijau ke Singapura memasuki tahap akhir. Negosiasi harga menjadi poin terakhir sebelum kesepakatan.

AKURAT.CO Pemerintah memastikan pembahasan kerja sama ekspor listrik hijau dengan Singapura memasuki tahap akhir. Namun, kedua negara masih merundingkan skema harga listrik sebelum proyek tersebut dapat direalisasikan.

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia mengatakan pembahasan tersebut merupakan tindak lanjut dari nota kesepahaman (MoU) yang telah ditandatangani Indonesia dan Singapura pada 2025.

“Ada tiga MoU kita. Satu adalah ekspor listrik ke Singapura, listrik hijau, kedua kawasan industri hijau, dan yang ketiga adalah untuk carbon capture storage atau CCS-nya. Ketiganya merupakan satu kesatuan yang kita tandatangani sejak tahun kemarin," kata Bahlil dikutip dari laman KESDM, Selasa (7/7/2026) malam.

Baca Juga: Tarif Listrik Triwulan III 2026 Tak Naik, Begini kata Bahlil

Bahlil menyampaikan bahwa perkembangan pembahasan berjalan positif. Namun, masih terdapat satu isu utama yang perlu diselesaikan, yakni penetapan harga jual listrik.

Karena itu, pemerintah menginginkan skema harga yang tidak hanya membuka peluang ekspor energi bersih, tetapi juga memberikan manfaat ekonomi yang seimbang bagi kedua negara.

Negosiasi harga dinilai menjadi aspek krusial mengingat perdagangan listrik lintas batas akan menjadi salah satu tonggak baru kerja sama energi kawasan.

“Regulasi kita memang menempatkan harga itu di pemerintah. Kita ingin ada win-win, saling menguntungkan. Kerja sama itu harus saling menguntungkan kedua pihak. Tinggal di titik itu saja dan saya pikir sebentar lagi akan ada titik temu," ujarnya.

Diberitakan sebelumnya, Presiden Prabowo Subianto menggelar pertemuan tahunan Leaders' Retreat dengan Perdana Menteri Singapura, Lawrence Wong, di Istana Merdeka, Jakarta, Senin (6/7/2026).

Pertemuan tersebut menjadi momentum penting bagi kedua negara untuk memperkuat kemitraan strategis, serta membahas berbagai isu prioritas yang menjadi kepentingan bersama.

Baca Juga: Bahlil Tegaskan Tak Ada Larangan Ekspor Batu Bara, PLN Jadi Prioritas

Pertemuan tahunan kedua pemimpin tersebut menghasilkan 26 kerja sama strategis berbagai sektor.

Kesepakatan yang dihasilkan tersebut mencerminkan semakin eratnya kemitraan strategis Indonesia dan Singapura di berbagai bidang, mulai dari ekonomi, investasi, pertahanan, energi, lingkungan hidup, transformasi digital, hingga pengembangan sumber daya manusia.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.