Akurat Logo

Potongan Aplikasi Turun ke 8 Persen, Driver Gojek Ngaku Penghasilan Belum Naik

Esha Tri Wahyuni | 9 Juli 2026, 08:20 WIB
Potongan Aplikasi Turun ke 8 Persen, Driver Gojek Ngaku Penghasilan Belum Naik
Seorang driver Gojek mengaku penurunan potongan aplikasi menjadi 8% belum meningkatkan pendapatan karena tarif dasar perjalanan ikut mengalami penyesuaian.

AKURAT.CO Kebijakan penurunan potongan aplikasi menjadi maksimal 8% yang diharapkan dapat meningkatkan kesejahteraan pengemudi ojek online belum sepenuhnya dirasakan di lapangan.

Sejumlah mitra Gojek mengaku pendapatan yang mereka terima relatif tidak berubah karena tarif dasar perjalanan juga mengalami penyesuaian.

Salah seorang mitra pengemudi Gojek mengaku kebijakan pemangkasan potongan memang sudah diterapkan perusahaan. Namun, menurutnya, perubahan tersebut belum berdampak signifikan terhadap penghasilan yang diterimanya.

"Memang benar potongannya turun menjadi 8 persen. Tapi setelah itu tarif dasarnya juga ikut turun. Jadi uang yang kami terima kurang lebih tetap sama, bahkan untuk beberapa order justru lebih kecil," kata pengemudi tersebut kepada Akurat.co, Rabu (8/7/2026).

Baca Juga: Pengemudi Ojol Makin Semrawut, Pemprov Jakarta Diminta Bangun Aplikasi Milik Pemerintah

Ia menjelaskan, sebelum kebijakan tersebut berlaku, salah satu perjalanan yang biasa diterimanya memiliki tarif sekitar Rp16.000. Setelah dipotong sesuai skema yang berlaku saat itu beserta komponen pengurangan lainnya, pendapatan bersih yang masuk ke akun pengemudi sekitar Rp10.400.

Sementara setelah potongan aplikasi diturunkan menjadi maksimal 8%, tarif dasar untuk perjalanan serupa menurutnya berubah menjadi sekitar Rp11.000. Dengan skema tersebut, pendapatan yang diterima hanya berkisar Rp10.200.

"Kalau dihitung-hitung, hasil akhirnya hampir sama. Bahkan ada order yang pendapatannya lebih kecil dibanding sebelumnya," ujarnya.

Menurutnya, penyesuaian tarif dasar membuat manfaat dari penurunan potongan aplikasi belum benar-benar dirasakan oleh sebagian pengemudi.

Selain itu, ia menilai semakin banyaknya program promo perjalanan yang ditawarkan kepada pelanggan turut memengaruhi besaran pendapatan yang diterima mitra.

Menurutnya, pelanggan kini lebih sering memilih layanan dengan tarif promo karena lebih murah, sementara nilai perjalanan yang diterima pengemudi ikut menurun.

"Sekarang promo hemat makin banyak. Penumpang pasti pilih yang lebih murah. Buat pelanggan memang menguntungkan, tapi buat kami tarif yang diterima juga jadi lebih kecil," katanya.

Pengemudi tersebut berharap evaluasi terhadap kebijakan tidak hanya berfokus pada besaran potongan aplikasi, tetapi juga memperhatikan struktur tarif yang diterapkan kepada mitra.

Menurutnya, tujuan meningkatkan kesejahteraan pengemudi akan sulit tercapai apabila penurunan potongan diikuti penyesuaian tarif dasar yang membuat pendapatan bersih tetap stagnan.

Sebelumnya, pemerintah menetapkan batas maksimal potongan aplikasi sebesar 8% sebagai bagian dari upaya meningkatkan kesejahteraan pengemudi ojek online. Kebijakan tersebut merupakan hasil pembahasan antara pemerintah, perusahaan aplikasi, dan perwakilan mitra pengemudi.

Baca Juga: Shelter Ojol Belum Efektif Tertibkan Lalu Lintas, MTI: Tanpa Pengawasan Sulit Berhasil

Meski demikian, sejumlah pengemudi menilai implementasi kebijakan tersebut masih perlu dievaluasi untuk memastikan manfaat yang diterima mitra benar-benar sesuai dengan tujuan awal kebijakan, yakni meningkatkan pendapatan pengemudi.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.