Akurat Logo

Bahlil Ungkap Performa Kendaraan B50 Lebih Baik Dibanding B40

Lukman Nur Hakim Akurat.co | 9 Juli 2026, 18:25 WIB
Bahlil Ungkap Performa Kendaraan B50 Lebih Baik Dibanding B40
BBM Jenis B50 di SPBU Pertamina (Akurat.co/Lukman Nur Hakim)

AKURAT.CO Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia mengklaim kualitas biodiesel B50 lebih baik dibandingkan B40 setelah melalui uji jalan (road test) selama 6 bulan.

Bahlil menyampaikan, pengujian B50 dilakukan pada berbagai moda transportasi, mulai dari kereta api, bus, mobil penumpang hingga kapal. Uji coba juga melibatkan kendaraan dari berbagai merek, baik asal Asia maupun Eropa, termasuk Mercedes-Benz.

“Ini (B50) tes case-nya 6 bulan. Jadi kereta api, mobil mobil Mercedes pun dites Pak, bus. Tidak hanya Toyota, Mercedes pun oke. Jadi ini dari Asia sampai Eropa semua kita bikin. Kapal-kapal semuanya kita tes,” kata Bahlil dalam peluncuran B50 di Rest Area tol Cikampek KM 57A, Kamis (9/7/2026).

Baca Juga: Bahlil Ancam Tinjau Ulang RKAB Pengusaha Tambang yang Tak Mau Pakai B50

Dari hasil pengujian tersebut, Bahlil menyebut, performa B50 lebih baik dibandingkan B40, terutama dari sisi ketahanan filter bahan bakar. Pada penggunaan B40, filter umumnya harus diganti setelah kendaraan menempuh jarak sekitar 10.000 hingga 20.000 kilometer.

Sementara itu, pada pengujian B50 terdapat kendaraan yang mampu menempuh jarak hingga 40.000 kilometer tanpa memerlukan penggantian filter.

"Dan alhamdulillah Pak hasil tesnya, ternyata kualitas B50 jauh lebih baik daripada B40. Apa dasarnya? Kalau B40 itu filternya itu diganti pada ukuran 10.000 sampai dengan 20.000 kilometer. Nah, untuk B50, ada yang 40.000 belum diganti apa filternya,” ujarnya.

Selain itu, Bahlil menjelaskan bahwa implementasi B50 diperkirakan memberikan dampak ekonomi dan lingkungan yang signifikan.

Pada 2025, program B40 menghemat devisa sebesar Rp133,3 triliun, dan melalui Mandatori B50 pada 2026 diperkirakan meningkat menjadi sekitar Rp170 triliun.

Selain itu, B50 diperkirakan meningkatkan nilai tambah CPO dari Rp20,92 triliun menjadi sekitar Rp23,49 triliun. Tidak hanya itu, program B50 juga menambah lapangan kerja dari 1,8 juta orang pada B40 dan saat ini naik menjadi sekitar 2,1 juta tenaga kerja.

“Dan lebih dari itu dalam rangka menjaga bumi kita adalah meningkatkan penurunan emisi gas rumah kaca dari 39,66 juta ton CO2 menjadi sekitar 44,46 juta ton CO2. Jadi dia menurunkan konsumsi perendahan CO2 kita,” ucap Bahlil.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.