PHR Zona 4 Lampaui Target Produksi Minyak 125 Persen pada Semester I 2026

AKURAT.CO Pertamina Hulu Rokan Zona 4 berhasil merealisasikan 27 rencana kerja (RK) pengeboran sumur pengembangan (development well) selama 1 Januari hingga 30 Juni 2026 atau semester I-2026.
Pengeboran tersebut menghasilkan tambahan produksi minyak 1.549 BOPD atau setara 125% target year to date (YTD) produksi minyak dari pengeboran pengembangan (development drilling) dalam WP&B 2026.
Di sisi lain, PHR Zona 4 melakukan pengeboran pengembangan (development drilling), salah satu strategi yang diterapkan metode step out drilling. Step out drilling adalah pengeboran di luar batas area yang telah terbukti produktif untuk mengetahui potensi kemenerusan reservoir juga mengalir di wilayah sekitar.
Baca Juga: Pertamina Drilling Perkuat Armada, 4 Rig Baru Siap Garap Sumur PHR
"Ide besar pengeboran yang dilakukan PHR Zona 4 adalah setiap pengeboran tidak hanya menghasilkan produksi, tetapi juga membuka peluang penemuan cadangan baru guna mendukung keberlanjutan operasi perusahaan dan ketahanan energi nasional di masa mendatang," kata General Manager PHR Zona 4, Djudjuwanto, Rabu (15/7/2026).
Lebih lanjut, PHR Zona 4 merencanakan pengeboran step out di empat lapangan entitas Pertamina EP (PEP), yaitu PEP Adera Field, Prabumulih Field, Ramba Field, dan Limau Field.
Pengeboran mencakup sumur ABB-A5, BNG-A12, GNK-PD17, LKT-23, MJ-OS2 NRB-B, serta LVT-B. Pengeboran step out diharapkan menambah produksi minyak 209 BOPD dan gas 0,04 MMSCFD.
Selain itu, PHR Zona 4 menerapkan dual completion pada 2026 di sumur BNG-D14, BNG-D19, dan BNG-B7 yang merupakan bagian dari Adera Field serta di sumur GNK-PD80 yang merupakan bagian dari Prabumulih Field. Dual Completion ditargetkan meningkatkan produksi minyak 325 BOPD dan gas 2,43 MMSCFD.
Dual completion merupakan metode penyelesaian sumur yang memungkinkan produksi dari dua reservoir melalui satu sumur. Metode ini dapat mengoptimalkan perolehan hidrokarbon dan meningkatkan efisiensi pengembangan lapangan.
Dua strategi tersebut merupakan bagian dari development drilling atau pengeboran di lapangan eksisting yang telah terbukti memiliki cadangan hidrokarbon.
Untuk 2026, PHR Zona 4 menargetkan 100 rencana kerja (RK) development drilling dengan produksi minyak dari hasil pengeboran 4.479 BOPD.
Selain berinovasi dalam pengeboran, PHR Zona 4 juga menjawab tantangan lapangan mature melalui perawatan sumur eksisting.
Setiap pimpinan field, baik Senior Field Manager maupun Field Manager di Zona 4 ditugaskan untuk menekan penurunan produksi alamiah melalui perawatan sarana dan prasarana di setiap sumur.
Baca Juga: PHR Catat Produksi 903 BOPD dari Sumur Pengembangan di Bengkalis
"Kami menargetkan pimpinan field menjaga natural decline 15-20 persen dengan menjaga performance artificial lift, surface facility, dan fasilitas lainnya yang ada. Dengan demikian, saat ada keberhasilan pengembangan sumur baru, produksi akan bertambah, bukan hanya menutupi penurunan yang terjadi secara alamiah," ujar Djudjuwanto.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini



Terpopuler
- 1Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 2Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 3Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 4Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 5Bangkai Kapal Tertua di Dunia Berusia 4.700 Tahun Ditemukan di Turki, Apa Saja yang Terungkap?
- 6Trump Sudah Berhati-Hati Terlibat Perang, Netanyahu Berupaya Memicu Kembali Konfrontasi dengan Iran
- 7Fabio Calonego Akui Ditawari Naturalisasi, Tertarik Bela Timnas Indonesia
- 8Gubernur Bali I Wayan Koster Viral Usai Adu Mulut dengan Petugas SPBU, Ini Profilnya
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK






