Kebutuhan B50 Naik, Pemerintah Bidik Tambahan 4,5 Juta Ton CPO

AKURAT.CO Pemerintah menyiapkan strategi meningkatkan pasokan minyak sawit mentah (Crude Palm Oil/CPO) tanpa membuka lahan baru di tengah meningkatnya kebutuhan biodiesel B50.
Fokus utama diarahkan pada peningkatan produktivitas perkebunan sawit milik negara, swasta, maupun rakyat.
Pelaksana Tugas Direktur Jenderal Perkebunan Kementerian Pertanian, Heru Tri Widarto, mengatakan ruang peningkatan produktivitas masih sangat besar sehingga kebutuhan CPO untuk pangan, ekspor, maupun biodiesel diyakini tetap dapat dipenuhi secara bersamaan.
Menurut Heru, pemerintah menghitung peningkatan produktivitas sebesar 0,5 ton CPO per hektare di perkebunan besar negara (PBN) dan perkebunan besar swasta (PBS) dapat menghasilkan tambahan sekitar 4,5 juta ton CPO.
Baca Juga: Angkutan CPO KAI Naik 17,8 Persen, Perkuat Hilirisasi dan Dukung Program B50
"Bila luas perkebunan sekitar 9,9 juta hektare dan produktivitas naik setengah ton per hektare, tambahan produksinya bisa mencapai sekitar 4,5 juta ton CPO," ujar Heru usai Pekan Riset Sawit Indonesia 2026 di Jakarta, Senin (20/7).
Selain mendorong perusahaan meningkatkan produktivitas, pemerintah juga mengandalkan program Peremajaan Sawit Rakyat (PSR). Hingga kini, sekitar 300.000 hektare lahan sawit rakyat telah selesai ditanam kembali dari total rekomendasi teknis seluas 430.000 hektare.
Jika produktivitas lahan hasil PSR meningkat 1 ton CPO per hektare, maka tambahan produksi diperkirakan mencapai 300.000 ton CPO.
Baca Juga: Indonesia Tuan Rumah Pertemuan CPOPC, Perkuat Kerja Sama Hadapi Tantangan Industri Sawit Global
Pemerintah menilai strategi peningkatan produktivitas menjadi salah satu kunci menjaga keseimbangan pasokan CPO di tengah meningkatnya kebutuhan energi berbasis biodiesel tanpa mengganggu kebutuhan industri pangan maupun ekspor.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini


Terpopuler
- 1Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 2Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 3Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 4Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 5Bangkai Kapal Tertua di Dunia Berusia 4.700 Tahun Ditemukan di Turki, Apa Saja yang Terungkap?
- 6Trump Sudah Berhati-Hati Terlibat Perang, Netanyahu Berupaya Memicu Kembali Konfrontasi dengan Iran
- 7Fabio Calonego Akui Ditawari Naturalisasi, Tertarik Bela Timnas Indonesia
- 8Gubernur Bali I Wayan Koster Viral Usai Adu Mulut dengan Petugas SPBU, Ini Profilnya
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK







