Kemenperin Genjot Transformasi Digital Industri Farmasi Lewat Teknologi AI

AKURAT.CO Kementerian Perindustrian terus mempercepat transformasi digital sektor manufaktur nasional sebagai upaya memperkuat daya saing industri di tengah dinamika ekonomi global.
Salah satu langkah strategis tersebut diwujudkan melalui fasilitasi Proof of Concept (PoC) solusi industri 4.0 berbasis kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) pada sektor farmasi, yang menjadi salah satu sektor prioritas dalam peta jalan Making Indonesia 4.0.
Menteri Perindustrian, Agus Gumiwang Kartasasmita menegaskan, transformasi digital telah menjadi kebutuhan mendesak bagi industri nasional untuk meningkatkan efisiensi, produktivitas, dan daya saing global.
Baca Juga: Kemenperin dan BRIN Dampingi IKM di Sukabumi Hasilkan Mesin Suwir Ikan dan Daging
"Akselerasi transformasi digital dan adopsi teknologi canggih seperti kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) bukan lagi pilihan, melainkan keharusan untuk mendongkrak efisiensi dan daya saing global sektor kimia dan farmasi kita," kata Agus dalam keterangannya, Selasa (21/7/2026).
Menindaklanjuti arahan tersebut, Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Industri (BPSDMI) melalui Pusat Industri Digital Indonesia 4.0 (PIDI 4.0) terus memperkuat implementasi teknologi digital di sektor manufaktur melalui berbagai program kolaboratif yang melibatkan industri pengguna maupun penyedia teknologi.
Kepala BPSDMI Doddy Rahadi menyampaikan, selain meningkatkan kompetensi sumber daya manusia industri, BPSDMI juga berkomitmen mempercepat implementasi teknologi secara nyata di lingkungan industri manufaktur.
"PIDI 4.0 memfasilitasi pelaksanaan Proof of Concept (PoC) sebagai sarana bagi perusahaan untuk menguji kelayakan suatu solusi digital dalam kondisi operasional yang sesungguhnya sebelum diimplementasikan dalam skala yang lebih luas," ujar Doddy.
Sebagai bentuk implementasi komitmen tersebut, selama April hingga Juni 2026 BPSDMI memfasilitasi pelaksanaan PoC System Invariant Analytics Technology (SIAT)yang dikembangkan PT NEC Indonesia bersama mitra lokal Bogor Technology.
Solusi tersebut diimplementasikan di PT Kalbe Farma Tbk dengan fokus pada sistem predictive maintenance berbasis AI dan pemantauan kondisi peralatan produksi secara real time.
Kegiatan tersebut ditutup melalui agenda Penutupan Fasilitasi PoC Solusi Industri 4.0yang diselenggarakan di PIDI 4.0 dan turut dihadiri Direktorat Industri Kimia Hilir dan Farmasi sebagai unit pembina sektor industri farmasi di lingkungan Kementerian Perindustrian.
Teknologi SIAT memanfaatkan kecerdasan buatan dan machine learning untuk melakukan analisis prediktif terhadap kondisi mesin produksi.
Melalui teknologi tersebut, potensi gangguan peralatan dapat dideteksi lebih dini sehingga perusahaan mampu mengurangi risiko downtime, meningkatkan keandalan aset, mengoptimalkan kegiatan pemeliharaan, serta mendukung pengambilan keputusan berbasis data.
Selain itu, PoC ini juga mengevaluasi tingkat akurasi sistem, kemudahan integrasi dengan sistem yang telah dimiliki perusahaan, serta peluang pengembangan solusi pada tahap implementasi berikutnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini


Terpopuler
- 1Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 2Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 3Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 4Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 5Bangkai Kapal Tertua di Dunia Berusia 4.700 Tahun Ditemukan di Turki, Apa Saja yang Terungkap?
- 6Trump Sudah Berhati-Hati Terlibat Perang, Netanyahu Berupaya Memicu Kembali Konfrontasi dengan Iran
- 7Dua Jenderal TNI AD Dinilai Memenuhi Syarat Jadi Calon Panglima TNI, Siapa Saja?
- 8Fabio Calonego Akui Ditawari Naturalisasi, Tertarik Bela Timnas Indonesia
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK






