Akurat Logo

Angkutan Petikemas KAI Tembus 3,43 Juta Ton, Naik 20 Persen hingga Juli 2026

Lukman Nur Hakim Akurat.co | 4 Agustus 2026, 18:10 WIB
Angkutan Petikemas KAI Tembus 3,43 Juta Ton, Naik 20 Persen hingga Juli 2026
Ilustrasi Kereta Petikemas - Dok. PT KAI

AKURAT.CO PT Kereta Api Indonesia (Persero) berhasil melayani 3.437.795 ton petikemas sepanjang Januari–Juli 2026. Angka ini meningkat 20,28% dibandingkan periode yang sama tahun 2025 sebanyak 2.858.244 ton.

Peningkatan tersebut juga terlihat pada capaian bulanan. Selama Juli 2026, volume petikemas yang dilayani KAI mencapai 521.892 ton, naik 22,80 persen dibandingkan Juli 2025 sebanyak 424.999 ton.

Pertumbuhan angkutan petikemas menunjukkan meningkatnya kebutuhan dunia usaha terhadap moda logistik berkapasitas besar, terjadwal, dan terhubung dengan kawasan industri, terminal petikemas, pergudangan, serta pelabuhan.

Sebagian besar muatan petikemas berkaitan dengan produk manufaktur, bahan baku industri, barang konsumsi, dan berbagai komoditas yang membutuhkan kepastian distribusi.

Baca Juga: Prabowo: Kereta Api Harus Layani Rakyat, Jangan Tinggalkan Kota-kota Kecil

Vice President Corporate Communication KAI, Anne Purba mengatakan angkutan petikemas memiliki posisi strategis dalam menjaga kelancaran arus barang dari pusat produksi menuju pelabuhan, pusat distribusi, dan wilayah pemasaran.

“KAI terus memperkuat konektivitas antara kawasan industri, terminal petikemas, dan pelabuhan agar distribusi produk manufaktur berlangsung semakin efisien, terjadwal, dan memiliki kepastian waktu,” kata Anne, Selasa (4/8/2026).

Bagi sektor manufaktur, kelancaran logistik sangat menentukan keberlangsungan produksi. Keterlambatan bahan baku dapat memengaruhi jadwal pabrik, sedangkan keterlambatan produk jadi dapat menghambat distribusi menuju pasar.

Dalam kondisi tersebut, angkutan petikemas berbasis rel menjadi salah satu pilihan untuk menjaga kestabilan arus barang dalam volume besar.

Kereta api memiliki kapasitas besar dalam satu perjalanan dan beroperasi berdasarkan jadwal yang terencana. Karakteristik tersebut mendukung kebutuhan industri terhadap kepastian waktu, efisiensi penggunaan sarana, serta kesinambungan pengiriman bahan baku dan produk jadi.

Baca Juga: Mobilitas Libur Sekolah Naik, Penumpang Kereta Api Capai 3,45 Juta

“Konektivitas antara kereta api dan pelabuhan membantu membangun arus barang yang lebih teratur. Produk manufaktur dapat dibawa dalam volume besar dari kawasan industri menuju pelabuhan, kemudian diteruskan melalui jalur laut menuju berbagai pulau,” ujarnya.

Integrasi rel dan pelabuhan berpotensi mengurangi perjalanan truk jarak jauh, menekan kepadatan jalan, mempercepat perpindahan barang, serta memberikan kepastian jadwal bagi industri.

Manfaat tersebut akan semakin kuat apabila didukung akses rel menuju pelabuhan, terminal petikemas yang memadai, fasilitas bongkar muat, pergudangan, serta digitalisasi dokumen dan layanan.

Karena itu, peningkatan kapasitas infrastruktur logistik perlu dilakukan secara terintegrasi. Pengembangan jalur dan terminal barang perlu berjalan bersama penguatan pelabuhan, kawasan industri, pusat distribusi, layanan pelayaran, dan angkutan lanjutan agar perjalanan petikemas dari hulu hingga hilir berlangsung semakin efisien.

KAI terus meningkatkan kapasitas layanan petikemas, mengoptimalkan terminal barang, memperkuat digitalisasi, serta mengembangkan kolaborasi dengan operator pelabuhan, perusahaan pelayaran, pengelola kawasan industri, pergudangan, dan pelaku logistik.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.