IATA Optimistis Revisi RKAB Disetujui, Target Produksi 4 Juta Ton

AKURAT.CO PT Karya Pacific Energy Tbk. (IATA) optimistis memperoleh persetujuan revisi Rencana Kerja dan Anggaran Biaya (RKAB) yang saat ini telah memasuki tahap evaluasi akhir.
Sekadar informasi, PT Karya Pacific Energy Tbk. merupakan nama baru dari PT MNC Energy Invesments Tbk. yang telah disetujui oleh pemegang saham dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) pada 22 Juni 2026.
Direktur Karya Pacific, Leader Dermawan Soli Daeli mengatakan, seluruh matriks persyaratan pengajuan revisi RKAB telah disetujui dan kini perseroan tinggal menunggu persetujuan dari direktur terkait.
Baca Juga: Lionel Messi Berkabung, Ayahnya Jorge Messi Meninggal Dunia di Rosario
“Jadi pada prinsipnya semua matrix persaratan telah disetujui. Dan saat ini akhirnya menunggu approval dari direktur,” kata Leader dalam konferensi pers launching logo PT Karya Pacific Energy Tbk., Senin (10/8/2026).
Leader menyampaikan, pihaknya optimistis revisi RKAB yang diajukan dapat memperoleh persetujuan. Namun, perseroan menyesuaikan besaran pengajuan dengan sisa waktu produksi pada 2026.
Pada pengajuan awal, IATA mengusulkan produksi sekitar 7,8 juta ton, tetapi yang disetujui baru sekitar 2 juta ton. Perseroan kemudian kembali mengajukan tambahan produksi sekitar 2 juta ton.
“Karena mengingat waktu ini kan tinggal September sampai Desember, tinggal 4 bulan. Jadi tidak masuk akal juga kalau kami ajukan (revisi RKAB) yang berlebihan,” ujarnya.
Menurut Leader, pengajuan tambahan produksi tersebut telah mempertimbangkan periode operasi yang tersisa hingga akhir tahun. Perseroan juga mulai mempersiapkan fasilitas pelabuhan untuk mendukung peningkatan kapasitas produksi pada tahun depan.
“Kemudian kami tentunya tadi disampaikan dengan mempersiapkan pelabuhan, tahun depan kami akan mengajukan sesuai dengan kapasitas produksi kami. Jadi jawaban saya lah kami masih optimis untuk mendapatkan angka tersebut,” tutur Leader.
Baca Juga: INDEF Minta Revisi RKAB Minerba Tak Sekadar Tambah Kuota Produksi
Sementara itu, Presiden Direktur Karya Pacific Energy Suryo Eko Hadianto mengatakan total produksi yang diharapkan perseroan melalui revisi RKAB dapat mencapai sekitar 4 juta ton.
“Ya, permintaan kita sampai sekitar totalnya 4 jutaan. Mudah-mudahan bisa didapatkan,” tutur Suryo.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 2Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 3Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 4Dua Jenderal TNI AD Dinilai Memenuhi Syarat Jadi Calon Panglima TNI, Siapa Saja?
- 5Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 6Tudingan Ijazah Palsu Dirinya dan Gibran Terus Bergulir, Jokowi: Berpotensi Pengalihan Isu
- 7Bangkai Kapal Tertua di Dunia Berusia 4.700 Tahun Ditemukan di Turki, Apa Saja yang Terungkap?
- 8Trump Sudah Berhati-Hati Terlibat Perang, Netanyahu Berupaya Memicu Kembali Konfrontasi dengan Iran
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK








