Prabowo Tutup 1.000 Tambang Timah Ilegal, Laba TINS Naik 9 Kali Lipat

AKURAT.CO Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto mengatakan, kinerja keuangan PT Timah Tbk. (TINS) melonjak tajam setelah pemerintah memperketat penertiban aktivitas pertambangan ilegal di Bangka Belitung.
Prabowo menyebut, pemerintah telah menutup 1.000 tambang timah ilegal di Bangka Belitung. Penutupan tersebut, kata Prabowo membuat kinerja keuangan PT Timah melonjak pada 6 bulan pertama di 2026.
“Akhir tahun lalu, kita telah tutup 1.000 tambang timah ilegal di Bangka Belitung. Bayangkan dalam 6 bulan tahun 2026 PT Timah telah mencapai keuntungan Rp2,7 t, 9 kali lebih tinggi dibandingkan periode yang sama tahun lalu,” kata Prabowo dalam sidang Tahunan MPR dan Sidang Bersama DPR dan DPD, Jumat (14/8/2026).
Baca Juga: Penutupan Tambang Ilegal Dongkrak Produksi, Laba TINS Melesat 805%
Berdasarkan laporan keuangan PT Timah, pada semester I-2026 laba periode berjalan dari perseroan memang berada diangka Rp2,7 triliun. Angka tersebut naik 804% dibandingkan periode sama ditahun sebelumnya yang berada diangka Rp300 miliar.
Prabowo menjelaskan, penertiban tambang ilegal tidak hanya berkaitan dengan aspek hukum dan tata kelola pertambangan, tetapi juga berdampak terhadap kinerja perusahaan tambang milik negara serta nilai ekonomi komoditas timah.
Sebagai perusahaan terbuka, peningkatan kinerja PT Timah juga tercermin dari kenaikan valuasi perusahaan. Prabowo menyebut valuasi PT Timah meningkat sekitar 280% pada Agustus 2026 dibandingkan Agustus 2025.
“Karena PT Timah adalah tbk, valuasinya naik 280% dibulan Agustus 2026 dibanding agustus 2025 kemarin,” ujarnya.
Dalam catatan Akurat.co, PT TIMAH (Persero) Tbk. membukukan pendapatan sebesar Rp10,42 triliun pada semester I-2026, atau meningkat 247% dibandingkan semester I-2025 sebesar Rp4,22 triliun.
Sejalan dengan pertumbuhan pendapatan, Perseroan berhasil membukukan laba usaha sebesar Rp3,48 triliun, meningkat signifikan dibandingkan semester I-2025 sebesar Rp0,38 triliun.
Perseroan juga mencatatkan EBITDA sebesar Rp3,90 triliun, meningkat 363% dibandingkan EBITDA semester I-2025 sebesar Rp0,84 triliun.
Sementara itu, laba bersih Perseroan pada semester I-2026 mencapai Rp2,71 triliun, melampaui target laba bersih Perseroan tahun 2026 sebesar Rp1,61 triliun atau setara 169% dari target.
Dari sisi posisi keuangan, nilai aset Perseroan pada semester I-2026 meningkat 21% menjadi Rp16,45 triliun dibandingkan posisi akhir tahun 2025 sebesar Rp13,64 triliun.
Posisi liabilitas tercatat sebesar Rp5,90 triliun, meningkat 13% dibandingkan posisi akhir tahun 2025 sebesar Rp5,23 triliun.
Sementara itu, ekuitas Perseroan meningkat 25% menjadi Rp10,55 triliun dari Rp8,41 triliun pada akhir tahun 2025, didukung oleh pencapaian laba bersih selama semester I-2026.
Kinerja keuangan Perseroan juga tercermin dari peningkatan profitabilitas yang signifikan. Pada semester I-2026, Perseroan membukukan Operating Margin sebesar 33,24%, EBITDA Margin sebesar 37,39%, dan Net Profit Margin sebesar 26,05%.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 2Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 3Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 4Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 5Bangkai Kapal Tertua di Dunia Berusia 4.700 Tahun Ditemukan di Turki, Apa Saja yang Terungkap?
- 6Trump Sudah Berhati-Hati Terlibat Perang, Netanyahu Berupaya Memicu Kembali Konfrontasi dengan Iran
- 7Fabio Calonego Akui Ditawari Naturalisasi, Tertarik Bela Timnas Indonesia
- 8Gubernur Bali I Wayan Koster Viral Usai Adu Mulut dengan Petugas SPBU, Ini Profilnya
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK








