Akurat Logo

Kementan Siapkan Rp75,4 Miliar untuk Korban Gempa NTT

Esha Tri Wahyuni | 17 Agustus 2026, 18:05 WIB
Kementan Siapkan Rp75,4 Miliar untuk Korban Gempa NTT
Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman - Dok. Kementan

AKURAT.CO Pemerintah melalui Kementerian Pertanian (Kementan) menyiapkan bantuan senilai Rp75,4 miliar untuk masyarakat Nusa Tenggara Timur (NTT) yang terdampak gempa bumi.

Bantuan tersebut mencakup kebutuhan pangan, termasuk beras dan minyak goreng.

Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman mengatakan bantuan untuk masyarakat terdampak bencana harus segera disalurkan tanpa menunggu seluruh proses administrasi selesai. Menurut dia, kebutuhan masyarakat dalam kondisi darurat menjadi prioritas.

Pernyataan itu disampaikan Amran saat menjadi Inspektur Upacara peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia di Jakarta, Senin (17/8/2026).

Baca Juga: Stok Beras Ketan Menipis, UMKM Solo Minta Menko Pangan dan Kementan Intervensi Kebijakan

"Hari ini kita juga berduka terhadap saudara-saudara kita yang kena bencana alam di NTT. Kementerian Pertanian mengucapkan duka yang mendalam. Semoga keluarga yang ditinggalkan sehat selalu dan sabar menghadapi cobaan ini," kata Amran dalam keterangan tertulis di Jakarta, Senin (17/8/2026).

Dia mengatakan Kementan telah bergerak menyalurkan bantuan kepada masyarakat yang terdampak. Total dukungan yang disiapkan mencapai Rp75,4 miliar.

Amran menekankan proses administrasi tidak boleh menjadi penghambat ketika masyarakat membutuhkan bantuan dalam situasi darurat.

"Pertanggungjawabannya nanti, surat menyusul. Karena ini adalah kemanusiaan, ini tidak bisa ditunda," tegasnya.

Selain penanganan bencana, Amran menjadikan peringatan HUT ke-81 RI sebagai momentum untuk menyampaikan capaian sektor pertanian. Dia menyebut Indonesia telah mencapai swasembada pangan lebih cepat dari target awal pemerintah.

Menurut Amran, pemerintah sebelumnya menetapkan target swasembada pangan dalam waktu empat tahun. Namun, dia mengklaim target tersebut dapat dicapai dalam waktu satu tahun.

"Alhamdulillah, kado ulang tahun dari Kementerian Pertanian untuk Republik Indonesia adalah Indonesia sudah mencapai swasembada pangan dalam waktu sesingkat-singkatnya, dari target empat tahun menjadi satu tahun," ujarnya.

Amran menegaskan capaian tersebut bukan hasil kerja Kementan semata. Dia menyebut penguatan produksi pangan melibatkan berbagai unsur pemerintah dan aparat hingga tingkat daerah dan desa.

"Kado ini bukan kerja saya, ini kerja kita semua," katanya.

Dia menyebut kolaborasi tersebut melibatkan pemerintah pusat dan daerah, TNI, Polri, Kejaksaan, penyuluh pertanian, Babinsa, Bhabinkamtibmas hingga pemerintah desa.

Amran juga menyoroti perkembangan kesejahteraan petani. Dia menyebut Nilai Tukar Petani (NTP) pada Juli 2026 mencapai 127,84.

Baca Juga: Canggih, Kementan Siapkan Drone Pengangkut Gabah 100 Kg

Menurut Amran, angka tersebut merupakan yang tertinggi dalam 34 tahun terakhir. NTP menjadi salah satu indikator yang digunakan untuk melihat daya beli dan tingkat kesejahteraan petani melalui perbandingan indeks harga yang diterima petani dengan harga yang dibayar petani.

"Ini puncak kebahagiaan petani kita. Kesejahteraan petani tertinggi selama 34 tahun," ujar Amran.

Meski demikian, pemerintah masih menghadapi sejumlah pekerjaan rumah di sektor pangan. Amran menyebut produksi daging sapi, susu, dan kedelai masih perlu ditingkatkan.

Ketiga komoditas tersebut menjadi fokus berikutnya setelah pemerintah mengejar target swasembada pangan.

"Kami yakin, kalau kita kolaborasi, kita kompak, pasti ini bisa kita capai. Mudah-mudahan tiga sampai lima tahun ini bisa menjadi kenyataan," katanya.

Pernyataan tersebut menunjukkan bahwa capaian swasembada pangan yang disampaikan pemerintah belum mengakhiri seluruh agenda penguatan sektor pertanian.

Sejumlah komoditas strategis masih menjadi pekerjaan yang harus dikejar dalam beberapa tahun ke depan.

Dalam kesempatan yang sama, Amran mengapresiasi jajaran Kementan yang menurutnya terus bekerja menjalankan berbagai program pertanian tanpa mengenal hari libur.

Amran mengatakan tuntutan tersebut merupakan bagian dari tanggung jawab aparatur negara dalam menjalankan program pemerintah di sektor pertanian.

"Kementerian Pertanian bekerja tanpa tanggal merah, semuanya tanggal hitam. Itu demi Merah Putih, demi kehormatan bangsa," kata Amran.

Amran juga menyampaikan permohonan maaf kepada keluarga para pegawai Kementan karena tuntutan pekerjaan yang tidak mengenal waktu.

"Negara yang memanggil. Bukan kami secara pribadi, tapi negara memanggil untuk bekerja keras," ujarnya.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.