Akurat Logo

Pertamina NRE Gandeng 3 Mitra, Kembangkan Bio-Metanol dari Biogas

Lukman Nur Hakim Akurat.co | 19 Agustus 2026, 09:15 WIB
Pertamina NRE Gandeng 3 Mitra, Kembangkan Bio-Metanol dari Biogas
Pertamina gandeng CrecTech kembangkan biogas dan bio metanol

AKURAT.CO Pertamina New & Renewable Energy (Pertamina NRE) melalukan tiga kesepakatan strategis terkait dengan pembangunan rantai nilai end-to-end bio-metanol berbasis biogas di Indonesia.

Ketiga kesepakatan tersebut meliputi Joint Development Agreement (JDA) bersama perusahaan teknologi Singapura, CRecTech Pte. Ltd., Heads of Agreement (HoA) bersama PT Pertamina Petrochemical Trading (Pertachem), dan Memorandum of Understanding (MoU) bersama Pertamina International Marketing & Distribution Pte. Ltd. (PIMD).

Direktur Utama Pertamina NRE,John Anis mengatakan, tiga kesepakatan tersebut menjadi langkah konkret Pertamina NRE dalam membangun rantai nilai bio-metanol, mulai dari produksi hingga pasar domestik dan internasional.

Baca Juga: PTBA dan PNRE Jajaki Pengembangan PLTS di Lahan Pascatambang

“Penandatanganan hari ini bukan sekadar seremoni, tetapi merupakan bukti konkret bahwa kami sedang membangun rantai nilai secara lengkap, mulai dari produksi bersama CRecTech, domestic offtake bersama Pertachem, hingga membuka jalur menuju pasar bahan bakar maritim internasional bersama PIMD,” kata John Anis dalam keteranganya, Rabu (19/8/2026).

Melalui JDA dengan CRecTech, Pertamina NRE akan mengembangkan fasilitas percontohan biogas-to-bio-methanol di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Sei Mangkei, Sumatera Utara.

Fasilitas berkapasitas sekitar 50 ton bio-metanol per tahun tersebut akan memanfaatkan biogas yang berasal dari Palm Oil Mill Effluent (POME) pada PLTBg Sei Mangkei milik Pertamina NRE.

Teknologi katalis CRecREF milik CRecTech memungkinkan proses konversi biogas menjadi metanol dilakukan melalui dua tahap, dibandingkan proses konvensional yang membutuhkan empat tahap, dengan potensi menekan biaya produksi hingga 50%.

Pengembangan fasilitas percontohan ini akan menjadi basis bagi pengembangan proyek dalam skala komersial.

Dalam aspek komersialisasi, Pertamina NRE menandatangani HoA bersama Pertachem untuk membuka jalur penyerapan bio-metanol di pasar domestik, termasuk melalui pembahasan kerangka kerja menuju skema offtake jangka panjang pada fase komersial.

Langkah ini menjadi relevan di tengah kebutuhan methanol nasional yang mendekati dua juta ton per tahun, dengan sekitar dua pertiganya masih dipenuhi melalui impor.

Sedangkan melalui MoU bersama PIMD, Pertamina NRE jajaki peluang pasokan dan pemasaran bio-metanol sebagai bahan bakar kapal (marine fuel/bunkering) di pasar internasional.

Inisiatif tersebut sejalan dengan arah dekarbonisasi sektor maritim global yang mendorong penggunaan bahan bakar rendah karbon. Inisiatif ini, sekaligus membuka peluang bagi Indonesia untuk berkontribusi dalam penyediaan bahan bakar maritim rendah karbon di pasar global.

Sementara itu, CEO CRecTech, Dr. Kang Hui Lim menambahkan, pengembangan bio-metanol membutuhkan kolaborasi berbagai kapabilitas, mulai dari teknologi, infrastruktur, produksi, hingga akses terhadap pasar.

“Kami melihat nilai yang kuat dalam kerja sama ini. Pertamina membawa pengetahuan mengenai Indonesia, infrastruktur energi, pelanggan, dan pasar, sementara CRecTech membawa teknologi dan pengalaman,” ujarnya.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.