Pertamina NRE Gandeng 3 Mitra, Kembangkan Bio-Metanol dari Biogas

AKURAT.CO Pertamina New & Renewable Energy (Pertamina NRE) melalukan tiga kesepakatan strategis terkait dengan pembangunan rantai nilai end-to-end bio-metanol berbasis biogas di Indonesia.
Ketiga kesepakatan tersebut meliputi Joint Development Agreement (JDA) bersama perusahaan teknologi Singapura, CRecTech Pte. Ltd., Heads of Agreement (HoA) bersama PT Pertamina Petrochemical Trading (Pertachem), dan Memorandum of Understanding (MoU) bersama Pertamina International Marketing & Distribution Pte. Ltd. (PIMD).
Direktur Utama Pertamina NRE,John Anis mengatakan, tiga kesepakatan tersebut menjadi langkah konkret Pertamina NRE dalam membangun rantai nilai bio-metanol, mulai dari produksi hingga pasar domestik dan internasional.
Baca Juga: PTBA dan PNRE Jajaki Pengembangan PLTS di Lahan Pascatambang
“Penandatanganan hari ini bukan sekadar seremoni, tetapi merupakan bukti konkret bahwa kami sedang membangun rantai nilai secara lengkap, mulai dari produksi bersama CRecTech, domestic offtake bersama Pertachem, hingga membuka jalur menuju pasar bahan bakar maritim internasional bersama PIMD,” kata John Anis dalam keteranganya, Rabu (19/8/2026).
Melalui JDA dengan CRecTech, Pertamina NRE akan mengembangkan fasilitas percontohan biogas-to-bio-methanol di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Sei Mangkei, Sumatera Utara.
Fasilitas berkapasitas sekitar 50 ton bio-metanol per tahun tersebut akan memanfaatkan biogas yang berasal dari Palm Oil Mill Effluent (POME) pada PLTBg Sei Mangkei milik Pertamina NRE.
Teknologi katalis CRecREF milik CRecTech memungkinkan proses konversi biogas menjadi metanol dilakukan melalui dua tahap, dibandingkan proses konvensional yang membutuhkan empat tahap, dengan potensi menekan biaya produksi hingga 50%.
Pengembangan fasilitas percontohan ini akan menjadi basis bagi pengembangan proyek dalam skala komersial.
Dalam aspek komersialisasi, Pertamina NRE menandatangani HoA bersama Pertachem untuk membuka jalur penyerapan bio-metanol di pasar domestik, termasuk melalui pembahasan kerangka kerja menuju skema offtake jangka panjang pada fase komersial.
Langkah ini menjadi relevan di tengah kebutuhan methanol nasional yang mendekati dua juta ton per tahun, dengan sekitar dua pertiganya masih dipenuhi melalui impor.
Sedangkan melalui MoU bersama PIMD, Pertamina NRE jajaki peluang pasokan dan pemasaran bio-metanol sebagai bahan bakar kapal (marine fuel/bunkering) di pasar internasional.
Inisiatif tersebut sejalan dengan arah dekarbonisasi sektor maritim global yang mendorong penggunaan bahan bakar rendah karbon. Inisiatif ini, sekaligus membuka peluang bagi Indonesia untuk berkontribusi dalam penyediaan bahan bakar maritim rendah karbon di pasar global.
Sementara itu, CEO CRecTech, Dr. Kang Hui Lim menambahkan, pengembangan bio-metanol membutuhkan kolaborasi berbagai kapabilitas, mulai dari teknologi, infrastruktur, produksi, hingga akses terhadap pasar.
“Kami melihat nilai yang kuat dalam kerja sama ini. Pertamina membawa pengetahuan mengenai Indonesia, infrastruktur energi, pelanggan, dan pasar, sementara CRecTech membawa teknologi dan pengalaman,” ujarnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 2Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 3Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 4Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 5Bangkai Kapal Tertua di Dunia Berusia 4.700 Tahun Ditemukan di Turki, Apa Saja yang Terungkap?
- 6Trump Sudah Berhati-Hati Terlibat Perang, Netanyahu Berupaya Memicu Kembali Konfrontasi dengan Iran
- 7Fabio Calonego Akui Ditawari Naturalisasi, Tertarik Bela Timnas Indonesia
- 8Gubernur Bali I Wayan Koster Viral Usai Adu Mulut dengan Petugas SPBU, Ini Profilnya
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK








