Bahlil: Gangguan Listrik Sulawesi Bukan karena Kebijakan RKAB

AKURAT.CO Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia menegaskan gangguan pasokan listrik yang terjadi di Sulawesi tidak berkaitan dengan kebijakan Rencana Kerja dan Anggaran Biaya (RKAB) pertambangan.
Bahlil menyebut, gangguan tersebut terjadi karena pembangkit listrik tenaga air (PLTA) mengalami penurunan kemampuan produksi akibat rendahnya debit air yang dipengaruhi fenomena El Nino.
"Gak ada apa urusannya lampu mati di Kalimantan sama di Sulawesi. Itu gak ada urusannya sama RKAB. Karena di sana memang adalah PLTA, El Nino, kemudian airnya rendah," kata Bahlil dalam Rapat Kerja bersama Komisi XII DPR RI, Rabu (16/9/2026).
Baca Juga: Anggaran ESDM 2027 Rp27,37 Triliun, Rp22,51 Triliun untuk Infrastruktur Energi
Bahlil menjelaskan, kondisi tersebut berdampak pada berkurangnya kapasitas pembangkit yang dapat dioperasikan. Dari kapasitas sekitar 400 megawatt (MW), saat ini hanya sekitar 250 MW yang masih aktif.
"Kemudian kontribusi dari 400 MW tinggal aktif 250. Jadi terjadi kekurangan di sana," tambahnya.
Bahlil mengakui kondisi tersebut menjadi bagian yang perlu dievaluasi bersama, terutama dalam hal antisipasi PLN terhadap potensi gangguan pasokan listrik akibat faktor cuaca dan kondisi sumber energi primer pembangkit.
"Ini memang kesalahan kita juga. Antisipasi dari PLN harus kita lakukan secara bersama-sama," tutur Bahlil.
Diberitakan sebelumnya, PT PLN (Persero) terus berkomitmen melakukan peningkatan pasokan pada sistem kelistrikan Sulawesi Bagian Selatan (Sulbagsel).
Upaya tersebut dilakukan melalui inspeksi pada sejumlah unit Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) di Kabupaten Jeneponto, Sulawesi Selatan.
Baca Juga: B50 Sudah Tersalurkan ke 94 Persen SPBU, Kementerian ESDM Kejar Transisi 28 Terminal
Dalam inspeksi tersebut, Direktur Utama PT PLN (Persero), Darmawan Prasodjo meninjau proses perbaikan PLTU Jeneponto berkapasitas 2 x 100 megawatt (MW) milik swasta yang terkendala oleh gangguan teknis sehingga menyebabkan pasokan listrik berkurang.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 2Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 3Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 4Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 5Bangkai Kapal Tertua di Dunia Berusia 4.700 Tahun Ditemukan di Turki, Apa Saja yang Terungkap?
- 6Dua Jenderal TNI AD Dinilai Memenuhi Syarat Jadi Calon Panglima TNI, Siapa Saja?
- 7Tudingan Ijazah Palsu Dirinya dan Gibran Terus Bergulir, Jokowi: Berpotensi Pengalihan Isu
- 8Trump Sudah Berhati-Hati Terlibat Perang, Netanyahu Berupaya Memicu Kembali Konfrontasi dengan Iran
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK









