Akurat
Pemprov Sumsel

Harga Minyak Dunia Meroket, Bahlil Pastikan Harga BBM Subsidi Tak Naik

Lukman Nur Hakim Akurat.co | 9 Maret 2026, 15:13 WIB
Harga Minyak Dunia Meroket, Bahlil Pastikan Harga BBM Subsidi Tak Naik
Menteri ESDM, Bahlil Lahadalia

AKURAT.CO Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) memastikan harga bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi tidak mengalami kenaikan sampai dengan hari raya Idul Fitri 2026 di tengah harga minyak dunia yang semakin meroket.

Menteri ESDM, Bahlil Lahadalia, menyampaikan, pemerintah sudah memantau kenaikan harga minyak dunia. Harga minyak dunia sudah lebih mencapai USD100 per barel per awal pekan setelah ketegangan antara Amerika Serikat bersama Israel melawan Iran terus memanas

"Problemnya kita sekarang bukan di stok, stok gak ada masalah, sudah ada semuanya. Kita itu sekarang tinggal di harga. Nah kita lagi akan me-exercise untuk melakukan langkah-langkah yang komprensif," kata Bahlil di kantor Kementerian ESDM, Jakarta, Senin (9/3/2026).

Baca Juga: Negara Tetangga Mulai Hemat BBM Imbas Perang AS-Iran, Bahlil: Kita Lagi Exercise

Lebih lanjut, Ketua Umum Partai Golkar tersebut menegaskan bahwa meskipun harga minyak dunia sedang mengalami kenaikan, pemerintah hingga saat ini belum memiliki rencana untuk menaikkan harga BBM bersubsidi.

Oleh karena itu, Bahlil mengimbau masyarakat agar tidak khawatir atau panik terhadap kenaikan harga minyak global yang dikhawatirkan berdampak pada harga BBM bersubsidi.

"Tapi sekali lagi saya pastikan agar masyarakat tidak usah merasa gimana menyangkut dengan harga. Karena sampai dengan hari raya ini insyaallah gak ada kenaikan harga BBM untuk subsidi," ujar Bahlil.

Terkait dengan pasokan BBM, Bahlil juga memastikan pasokan BBM Tanah Air masih dalam keadaan aman. "Pasokan gak ada masalah. Untuk puasa dan hari raya Idul Fitri semuanya terjamin, gak ada masalah," tambahnya.

Diberitakan sebelumnya, harga minyak dunia meroket sekitar 20% pada perdagangan Senin (9/3/2026) dan menyentuh level tertinggi sejak Juli 2022. Lonjakan ini dipicu meluasnya konflik antara Amerika Serikat dan Israel dengan Iran yang mengganggu pasokan energi dari kawasan Timur Tengah.

Mengutip Reuters, Senin (9/3/2026), kekhawatiran utama pasar berasal dari potensi gangguan pengiriman minyak melalui Selat Hormuz, jalur strategis yang menjadi salah satu rute utama distribusi minyak global.

Konflik yang telah berlangsung selama sepekan itu mulai berdampak pada produksi energi di kawasan tersebut. Irak dan Kuwait dilaporkan mulai mengurangi produksi minyak, sementara sebelumnya Qatar juga telah memangkas pasokan gas alam cair (LNG).

Adapun, pada perdagangan awal pekan, harga minyak mentah Brent melonjak hingga USD18,35 atau sekitar 19,8% menjadi USD111,04 per barel. Sementara itu, harga minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) Amerika Serikat naik USD16,50 atau sekitar 18,2% menjadi USD107,40 per barel.

Kenaikan ini memperpanjang reli harga minyak yang telah terjadi pekan lalu, di mana Brent tercatat melonjak sekitar 27% dan WTI naik hingga 35,6%.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.