Bahlil Dorong Proyek Abadi Masela Senilai Rp339 T Segera Masuk Tahap Investasi

AKURAT.CO Pemerintah lewat Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) terus mempercepat agar Proyek Abadi Masela segera masuk tahap keputusan investasi.
Adapun, hal ini disampaikan langsung Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia saat bertemu dengan CEO INPEX Corporation, Takayuki Ueda di Tokyo.
Bahlil meminta agar proyek dengan nilai USD20 miliar atau sekitar Rp339 triliun masuk tahap FID.
Selain itu dalam pertemuan tersebut, Bahlil mengapresiasi kemajuan pembangunan proyek ini, yang telah mencapai sekitar 25%.
Melihat kemajuan yang signifikan ini, Bahlil menegaskan keinginannya untuk Proyek Abadi Masela supaya dapat memajukan Front End Engineering and Design (FEED) pada kuartal kedua 2026 atau selambatnya di kuartal ketiga tahun ini, supaya secara paralel dapat melakukan tender Engineering Procurement Construction (EPC).
Baca Juga: JAST Menang Tender Layanan Contact Center Kementerian ESDM
"Karena kami berkeinginan ini bisa cepat supaya jangan ulur-ulur lagi. Ini 27 tahun, masa kita mau tunggu sampai usia saya 60 tahun baru jadi kan. Apalagi itu kampung ibu saya. Jadi saya pikir bisa tahun ini kita semua tender EPC," kata Bahlil dalam keterangannya, Minggu (15/3/2026) malam.
Untuk mencapai target FEED tersebut, Bahlil menawarkan kepada INPEX supaya produksi Lapangan Abadi Masela yang mencapai 9 Million Tonnes Per Annum (MTPA), apabila belum ada pembeli serius hingga akhir April 2026, agar dibeli oleh Danantara, termasuk pasokan untuk program hilirisasi.
"Supaya ada kepastian buyer. Saya menghargai buyer luar negeri, tapi pada saatnya sekarang negara Indonesia harus hadir, untuk bersama-sama dengan INPEX dalam rangka memastikan operasi. Jadi kami saja yang membeli," tambahnya.
Sementara itu, CEO INPEX Corporation Takayuki Ueda juga menyampaikan komitmennya untuk segera menyelesaikan Proyek Abadi Masela.
Dirinya menyampaikan, seluruh jajaran INPEX memiliki komitmen untuk mempercepat realisasi Abadi ini, termasuk dirinya yang sudah 12 tahun mengerjakan proyek Abadi Masela.
"Bukan hanya Pak Menteri, tetapi juga kami memiliki komitmen yang sama untuk segera mengerjakan Abadi. Dan setelah berdiskusi dengan Pak Menteri, kami semakin semangat lagi untuk mempercepat penyelesaian proyek Abadi ini," ujar Ueda.
Adapun dari sisi administratif, kemajuan proyek ini semakin solid dengan tuntasnya sejumlah perizinan krusial di awal tahun 2026.
Baca Juga: Dorong Energi Bersih, Kementerian ESDM Bakal Konversi PLTD ke PLTS
Persetujuan Lingkungan dengan dokumen Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (AMDAL) telah diterbitkan pada 13 Februari 2026, menyusul persetujuan pelepasan kawasan hutan dari Kementerian Kehutanan pada Januari 2026.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 2Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 3Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 4Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 5Bangkai Kapal Tertua di Dunia Berusia 4.700 Tahun Ditemukan di Turki, Apa Saja yang Terungkap?
- 6Trump Sudah Berhati-Hati Terlibat Perang, Netanyahu Berupaya Memicu Kembali Konfrontasi dengan Iran
- 7Fabio Calonego Akui Ditawari Naturalisasi, Tertarik Bela Timnas Indonesia
- 8Gubernur Bali I Wayan Koster Viral Usai Adu Mulut dengan Petugas SPBU, Ini Profilnya
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK









