MDKA Gelontorkan Rp54,75 Miliar untuk Eksplorasi, Tujuh Bukit Jadi Andalan

AKURAT.CO PT Merdeka Copper Gold Tbk. (MDKA) terus memperkuat pencarian dan pengembangan sumber daya mineral di tengah upaya memperluas potensi tambang tembaga, emas, dan perak.
Sepanjang kuartal III-2026, emiten pertambangan ini menggelontorkan dana sekitar Rp54,75 miliar untuk kegiatan eksplorasi di tiga wilayah, dengan Proyek Tujuh Bukit di Banyuwangi, Jawa Timur, menjadi fokus utama.
Berdasarkan laporan eksplorasi kuartal III-2026 yang diterbitkan perseroan di keterbukaan informasi BEI, Jumat (9/10/2026), kegiatan tersebut mencakup Proyek Tujuh Bukit di Jawa Timur, Proyek Eksplorasi Damai Suksesindo (DSI) di Jawa Timur, serta Tambang Tembaga Wetar di Maluku Barat Daya.
Baca Juga: MDKA Tambah Sumber Daya Gua Macan 25 Persen, Kandungan Emas Capai 2 Juta Ons
Dari total anggaran eksplorasi tersebut, sekitar Rp51,10 miliar dialokasikan untuk Tujuh Bukit. Nilai itu setara dengan sekitar 93,3% dari keseluruhan pengeluaran eksplorasi MDKA selama periode Juli-September 2026.
Besarnya alokasi dana untuk Tujuh Bukit menunjukkan dominannya aktivitas eksplorasi di proyek tersebut dibandingkan dua lokasi lainnya. Pekerjaan yang dilakukan meliputi pengeboran untuk definisi sumber daya, termasuk pengembangan data sumber daya yang berkaitan dengan umur tambang, serta eksplorasi regional.
MDKA Selesaikan 44 Lubang Bor di Tujuh Bukit
Aktivitas eksplorasi Tujuh Bukit sepanjang kuartal III 2026 melibatkan 7 rig Diamond Drill (DD). Dalam ringkasan kegiatan, perusahaan melaporkan penyelesaian 44 lubang bor dengan total kedalaman 8.606,5 meter, sementara dua lubang tambahan dengan kedalaman gabungan 670,8 meter masih dalam pengerjaan.
Laporan statistik pengeboran Tujuh Bukit mencatat total 46 lubang bor yang telah selesai dengan kedalaman gabungan 9.277,3 meter. Angka ini mencakup pengeboran di sejumlah prospek regional, pengeboran di area permukaan Tujuh Bukit, serta pengeboran bawah tanah untuk studi metalurgi.
Berikut rincian statistik pengeboran Tujuh Bukit pada kuartal III-2026:
Area pengeboran | Lubang bor selesai | Total kedalaman |
|---|---|---|
Gua Macan | 1 | 52,3 meter |
Lompongan | 3 | 1.882,6 meter |
Candrian | 2 | 369,8 meter |
Permukaan Tujuh Bukit | 38 | 6.453,8 meter |
Tujuh Bukit (bawah tanah) | 2 | 518,8 meter |
Total | 46 | 9.277,3 meter |
Pengeboran di area permukaan Tujuh Bukit menjadi aktivitas terbesar berdasarkan jumlah lubang dan kedalaman. Sebanyak 38 lubang bor dengan total kedalaman 6.453,8 meter dilakukan untuk mendukung pengembangan data sumber daya emas yang ada, serta pekerjaan geoteknik dan hidrogeologi.
Sementara itu, pengeboran bawah tanah di Tujuh Bukit mencakup dua lubang dengan total kedalaman 518,8 meter untuk kepentingan studi metalurgi.
Selain pengeboran, MDKA menjalankan survei geofisika Induced Polarisation (IP) di Salakan, Salakan Timur, dan Lompongan. Survei tersebut mencakup 12 lintasan dengan total panjang 22.400 meter.
Perusahaan juga melakukan survei magnetik permukaan di Candrian, Lompongan, dan Salakan, yang terdiri atas 26 lintasan dengan panjang keseluruhan 22.070 meter.
Ke depan, pengeboran permukaan di Tujuh Bukit direncanakan berlanjut menggunakan lima rig DD untuk mendukung definisi sumber daya dan target eksplorasi regional. Survei geofisika juga akan diteruskan pada sejumlah target regional.
Eksplorasi Tembaga Wetar Masuki Tahap Pemetaan Target Pengeboran
Selain Tujuh Bukit, MDKA mengalokasikan sekitar Rp3,53 miliar untuk eksplorasi di Tambang Tembaga Wetar selama kuartal III-2026.
Kegiatan di Pulau Wetar, Maluku Barat Daya, difokuskan pada interpretasi data geologi, geokimia, dan geofisika untuk menentukan wilayah prospektif yang dapat ditindaklanjuti.
Hingga akhir September 2026, perusahaan telah menyelesaikan 17,3 kilometer lintasan survei IP. Adapun kegiatan traverse telah menghasilkan total lintasan 26,5 kilometer, termasuk 8,9 kilometer yang telah dilaporkan pada kuartal II-2026.
Survei IP pada kuartal III merupakan survei tambahan atau infill untuk mempersempit jarak antarlintasan dari 200 meter menjadi 100 meter. Pekerjaan ini menargetkan zona anomali resistivitas dan chargeability yang sebelumnya teridentifikasi dalam survei 2025.
MDKA menyatakan analisis hasil survei masih menunggu penyelesaian seluruh lintasan infill. Hasilnya akan digunakan untuk menyusun target pengeboran pendahuluan atau scout drilling secara lebih terperinci.
Dengan demikian, laporan kuartal III belum mengumumkan temuan sumber daya baru dari kegiatan eksplorasi Wetar tersebut.
Aktivitas Eksplorasi DSI Masih Terbatas
Berbeda dengan Tujuh Bukit dan Wetar, aktivitas lapangan di Proyek Eksplorasi Damai Suksesindo (DSI) masih berada dalam periode penangguhan.
MDKA mencatat pengeluaran eksplorasi DSI sebesar Rp122 juta selama kuartal III-2026. Proyek yang berlokasi di Banyuwangi, Jawa Timur, tersebut memiliki target eksplorasi tembaga, emas, dan perak.
Perusahaan menyebut area-area prospek telah ditentukan untuk eksplorasi lebih terperinci. Namun, kegiatan eksplorasi lapangan dihentikan setelah persetujuan masa penangguhan selama satu tahun yang dimulai pada 10 Oktober 2025.
Selama periode tersebut, DSI melanjutkan studi berbasis data yang telah tersedia, mencakup kajian geologi dan geokimia serta interpretasi ulang data geofisika.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 2Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 3Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 4Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 5Bangkai Kapal Tertua di Dunia Berusia 4.700 Tahun Ditemukan di Turki, Apa Saja yang Terungkap?
- 6Trump Sudah Berhati-Hati Terlibat Perang, Netanyahu Berupaya Memicu Kembali Konfrontasi dengan Iran
- 7Fabio Calonego Akui Ditawari Naturalisasi, Tertarik Bela Timnas Indonesia
- 8Kalender Jawa 16 Oktober 2026: Weton Jumat Legi Disebut Punya Karakter Unik
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK








