Terinspirasi Legenda Timun Mas, Film Penunggu Rumah: Buto Ijo Siap Meneror Bioskop Mulai 15 Januari 2026

AKURAT.CO Industri film horor Indonesia kembali diramaikan dengan kehadiran Penunggu Rumah: Buto Ijo, sebuah film yang mengambil inspirasi dari legenda rakyat Timun Mas.
Berbeda dari film horor lokal pada umumnya yang kerap mengangkat unsur spiritual dan klenik, film ini menghadirkan tafsir baru folklor Indonesia dalam balutan horor modern yang lebih gelap dan intens.
Diproduksi oleh Creator Media bersama Maxstream Studios, Seru Juga Film Studio, dan Vibe, Penunggu Rumah: Buto Ijo dijadwalkan tayang serentak di bioskop Indonesia mulai 15 Januari 2026.
Gandhi Fernando, yang terlibat sebagai produser, penulis, sekaligus pemain, menegaskan bahwa film ini sejak awal dirancang untuk menghadirkan pengalaman horor yang berbeda dari kebanyakan film sejenis.
“Kita semua pasti tahu kisah Timun Mas dan Buto Ijo yang legend sekali. Waktu kecil kita membaca atau sekadar didongengkan. Nah film ini mengemas cerita tersebut dalam versi horor modern yang lebih mencekam dan kelam, tapi tetap ruh cerita Timun Mas-nya tidak menghilang. Tentu ini belum pernah diangkat di film-film Indonesia sebelumnya,” jelas Gandhi di kawasan Kuningan, Jakarta Selatan, Kamis (8/1/2026).
Film yang disutradarai oleh Achmad Romie ini tidak hanya mengandalkan teror supranatural dari sosok Buto Ijo, tetapi juga mengedepankan konflik emosional dalam lingkup keluarga.
Cerita berfokus pada Srini (Celine Evangelista), seorang janda yang hidup bersama putri semata wayangnya.
Baca Juga: Ganjar Diberi Keris Buto Ijo, Ini Makna Filosofisnya
Kehidupan Srini mulai terusik oleh berbagai kejadian misterius menjelang ulang tahun ke-6 sang anak.
Serangkaian gangguan tersebut membuat Srini kembali menghubungi Ali (Gandhi Fernando), mantan kekasihnya yang kini dikenal sebagai konten kreator horor uji nyali. Bersama adiknya, Lana (Valerie Thomas), Ali awalnya menganggap teror yang terjadi sebagai bagian dari konten.
Namun situasi berubah ketika ancaman mulai terasa nyata dan sosok Buto Ijo perlahan menampakkan diri.
Seiring cerita berkembang, teror yang muncul tak hanya menyerang secara fisik, tetapi juga menguak satu per satu rahasia kelam yang tersembunyi di dalam rumah tersebut.
Sosok Buto Ijo digambarkan bukan sekadar makhluk menyeramkan, melainkan simbol dari konsekuensi atas pilihan manusia.
Dalam tradisi folklor Jawa, Buto Ijo dikenal sebagai penjaga yang membawa akibat dari sebuah perjanjian, makna yang dieksplorasi lebih dalam dalam film ini.
Sebagai penulis sekaligus produser, Gandhi Fernando menegaskan bahwa Penunggu Rumah: Buto Ijo dibangun dengan pesan yang kuat di balik horornya.
“Dalam film ini, kami mencoba melihat Buto Ijo bukan hanya sebagai sosok menakutkan, tetapi sebagai simbol dari kesepakatan, janji, dan konsekuensi yang sering diabaikan manusia. Horornya kami bangun dari situasi yang terasa dekat, sehingga penonton bisa ikut merasakan emosi dan ketakutan para karakternya,” ujar Gandhi Fernando.
Dia menambahkan, unsur drama keluarga menjadi bagian penting dalam cerita karena teror yang paling membekas sering kali berakar dari konflik personal, rahasia masa lalu, serta pilihan hidup yang diambil tanpa memikirkan dampaknya di kemudian hari.
Baca Juga: Kunci Jawaban Bahasa Inggris Kelas 8 Halaman 126: Menyusun Cerita Timun Mas
Penunggu Rumah: Buto Ijo dibintangi oleh Gandhi Fernando sebagai Ali, Celine Evangelista sebagai Srini, Valerie Thomas sebagai Lana, Meryem Hasanah sebagai Tisya, Adnan Djani sebagai Indra, Pratito Wibowo sebagai Buto Ijo, serta Arie Dwi Andhika sebagai Riza.
Film ini siap menyapa penonton di seluruh jaringan bioskop Indonesia mulai 15 Januari 2026.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini









