Aurelie Moeremans Bagikan Kisah Trauma Lewat E-Book Gratis, Ingin Jadi Ruang Aman bagi Sesama

AKURAT.CO Aktris Aurelie Moeremans kembali menyita perhatian publik lewat langkah personal yang penuh empati.
Dia baru saja merilis sebuah buku berjudul Broken Strings yang memuat kisah kelam masa lalunya, namun dengan tujuan yang jauh dari sekadar publikasi karya.
Buku tersebut ditulis sebagai upaya berbagi dan memberi kekuatan bagi mereka yang pernah atau sedang menghadapi trauma serupa.
Baca Juga: Broken Strings Viral, Kementerian PPPA Bakal Undang Aurelie Moeremans Bahas Child Grooming
Aurelie ingin memastikan tak ada lagi individu, terutama perempuan dan orang tua yang merasa harus menjalani luka sendirian.
Alih-alih memilih jalur komersial, Aurelie memutuskan merilis Broken Strings dalam format e-book yang bisa diakses secara gratis. Keputusan ini diambil karena sejak awal dia tidak berniat mencari keuntungan dari kisah pribadinya.
“Karena dari awal tujuanku bukan komersial. Aku ingin ceritanya bisa diakses oleh siapapun yang membutuhkan, tanpa hambatan,” ujar Aurelie dalam pesan singkat, Rabu (14/1/2026).
Dia mengaku sangat menyadari bahwa banyak orang di luar sana mengalami pengalaman pahit yang sama, namun memilih diam karena rasa takut, malu, atau tidak memiliki ruang aman untuk bercerita.
“Aku sadar banyak perempuan dan orang tua mengalami hal serupa dan merasa sendirian,” katanya.
Menariknya, Broken Strings awalnya bukanlah karya yang ditujukan untuk publik. Tulisan tersebut bermula dari catatan personal yang dia buat sebagai sarana kejujuran pada diri sendiri sekaligus proses penyembuhan emosional.
“Aku menulis sebagai bentuk kejujuran ke diri sendiri... Dari situ aku merasa, mungkin ceritaku bisa jadi teman buat mereka,” ungkapnya.
Sikap Aurelie yang enggan “menjual trauma” mendapat banyak apresiasi. Dia menegaskan tidak ingin kisah pahit hidupnya disalahartikan sebagai komoditas.
Meski demikian, Aurelie memastikan bahwa versi cetak Broken Strings tetap akan diproduksi. Langkah ini diambil setelah melihat tingginya antusiasme pembaca yang berharap buku tersebut dapat dimiliki dalam bentuk fisik.
“Di situ aku sadar, versi fisik itu bukan soal jualan, tapi soal keberlanjutan dan akses yang lebih luas,” jelasnya.
Melalui Broken Strings, Aurelie Moeremans berharap kisahnya dapat menjadi penguat, pengingat, sekaligus teman bagi siapapun yang sedang berjuang menyembuhkan luka batin.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Cuma Jadi Beban Istana, Menteri Pariwisata Tak Punya Sense of Crisis dan Layak Diganti
- 2Prediksi Skor Prancis vs Pantai Gading 5 Juni 2026: Les Bleus Masih Terlalu Kuat atau The Elephants Siap Membuat Kejutan?
- 3Tragedi di Gurun Sahara: 49 Orang Tewas Kehausan Setelah Truk Mogok di Gurun Niger
- 4Berbahasa Indonesia Usai Laga Kalahkan Oman, John Herdman: Saya Capek!
- 5BRIN Ingatkan Wacana Jokowi Keliling Daerah Berpotensi Memanaskan Politik Terlalu Dini
- 6Kurs Dolar AS Tembus Rp18.025 Hari Ini, Rupiah Catat Rekor Terlemah dalam Sejarah
- 7Kalender Jawa 4 Juni 2026: Weton Kamis Pahing Punya Karakter Cerdas dan Penuh Perhitungan
- 8Kalender Jawa 3 Juni 2026: Watak Weton Rabu Legi, Sosok Jujur yang Disukai Banyak Orang
- 9Astra Gandeng Pemprov Jakarta Kampanyekan Naik Transportasi Umum, Pramono: Kunci Atasi Macet dan Polusi
- 10Trump Klaim Kekuatan Militer Iran Hancur Total, Tersisa Sekitar 21 Persen Rudal








