Akurat Logo

​Mengulik Dukun Magang, Horor Komedi Segar Siap Guncang Bioskop 18 Juni

Nuzulul Karamah | 15 Juni 2026, 15:35 WIB
​Mengulik Dukun Magang, Horor Komedi Segar Siap Guncang Bioskop 18 Juni
Konferensi pers Film Dukun Magang. Cr: Istimewa

AKURAT.CO Jagat sinema horor Tanah Air kembali kedatangan amunisi baru yang siap menghibur sekaligus memacu adrenalin.

Dens Vision Multimedia berkolaborasi dengan Wahana Pictures bersiap merilis karya terbaru mereka bertajuk Dukun Magang pada 18 Juni mendatang.

​Bukan sekadar horor biasa, film yang dinakhodai oleh sutradara Chiska Doppert ini mengusung genre horor komedi. Ramuan ini diharapkan menjadi opsi tontonan segar yang memadukan gelak tawa dengan ketegangan yang intens.

Baca Juga: Rilis 18 Juni, Film Dukun Magang Satukan Komedi Segar dan Horor Tradisi Kental

​Naskah yang diracik secara kolaboratif oleh Endik Koeswoyo, Mo Sidik, dan Adi Nugroho ini berfokus pada dinamika kehidupan urban.

Di bawah arahan produser Sahrul Gibran dan Jems Sumartumin, Dukun Magang menyoroti bagaimana logika modern berbenturan dengan tradisi mistis yang masih mengakar kuat.

​Cerita mengikuti perjalanan Raka Mahardika (Jefan Nathanio), seorang mahasiswa tingkat akhir yang sangat skeptis terhadap hal gaib.

Akibat draf skripsinya berkali-kali ditolak oleh dosen pembimbing, Raka nekat mengambil topik penelitian yang paling dia benci, yakni dunia perdukunan.

​Demi kelancaran risetnya, Raka memboyong sahabatnya yang penakut namun setia, Boiman (Fajar Nugra), serta Sekar (Hana Saraswati), mahasiswi lokal yang paham adat istiadat setempat.

Perjalanan membawa mereka ke Desa Kalimati, sebuah wilayah terpencil yang masih memegang teguh ritual mistis.

​Sialnya, niat akademis itu berubah menjadi petaka saat Raka tanpa sengaja mengusik Kuntilanak Hitam, entitas gaib berkekuatan tinggi yang lama tersegel di desa tersebut.

Teror supranatural yang datang bertubi-tubi akhirnya memaksa Raka mempertanyakan kembali batas nalarnya.

​Meski mengusung atmosfer mencekam dari makhluk halus, kehadiran komedian papan atas seperti Mamang Osa, Dodit Mulyanto, Wira Nagara, hingga Adi Sudirja yang memerankan dukun nyentrik Mbah Djambrong, menjadi jaminan kuat bahwa unsur komedi akan sangat mendominasi.

​Aktor Fajar Nugra membeberkan bahwa porsi komedi dalam film ini tidak dibuat secara spontan di lokasi, melainkan sudah dipersiapkan dengan matang sejak awal.

​"Semua komedi sudah dibuat sebelum syuting, di proses menulis dan diproses reading. Syuting tinggal jalanin apa yang sudah dibuat. Jadi saat syuting bisa fokus sama acting dan gimana cara bawain karakternya, karena komedinya sudah matang sebelum syuting," kata Fajar saat konferensi pers dikawasan Kuningan, Jakarta Selatan, Sabtu (13/6/2026).

​Sementara itu, tantangan berbeda justru dihadapi oleh sang pemeran utama, Jefan Nathanio.

Selain harus menghidupkan karakter Raka yang sarkastik dan ambisius, dia juga harus berkejaran dengan ketidakpastian cuaca di lokasi syuting.

​"Tantangan terbesar lebih ada di waktu syuting yang lumayan padat, karena di sana kita syuting di luar kota, di mana kita enggak tahu cuaca seperti apa. Karena itu salah satu tantangan terbesar juga sih, tapi selebihnya enjoy banget," tutur Jefan.

Baca Juga: Film Dukun Magang, Komedi Horor Segar: Benturan Akal Sehat dan Tradisi Jadi Nyawa Cerita

​Salah satu daya tarik utama dari Film Dukun Magang adalah keberaniannya mengangkat hierarki makhluk halus lokal yang jarang dieksplorasi di layar lebar, khususnya sosok Kuntilanak Hitam.

​Aktris Hana Saraswati mengungkapkan bahwa film ini memberikan edukasi baru mengenai mitos bentuk dan warna dari sosok kuntilanak itu sendiri.

​"Untuk kuntilanak, memang ternyata selama ini kan yang kita tahu kuntilanak tuh gitu aja bentuknya. Warnanya putih, rambutnya panjang, adanya di atas pohon. Tapi setelah kita pelajari lebih lanjut, ternyata kuntilanak itu bisa beda warnanya sesuai dengan kekuatannya. Ada yang merah, ada yang hitam," ujar Hana.

​Hana menambahkan bahwa perbedaan warna tersebut merepresentasikan tingkat energi magis yang dimiliki oleh sang makhluk astral.

​"Warnanya hitam itu adalah level yang paling tinggi di kekuatan kuntilanak. Kalau merah kayaknya nomor dua kalau nggak salah," imbuhnya.

​Menyajikan bumbu konflik persahabatan yang erat, balutan komedi segar, hingga kejutan alur cerita yang tak terduga, Dukun Magang menjadi rekomendasi sinema yang sangat cocok untuk mengisi momen liburan pertengahan tahun ini.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.