Akurat Logo

Berjuang Lawan Komplikasi Jantung hingga Stroke, Diding Boneng Tutup Usia Usai Dirawat 10 Hari

Nuzulul Karamah | 3 Agustus 2026, 16:24 WIB
Berjuang Lawan Komplikasi Jantung hingga Stroke, Diding Boneng Tutup Usia Usai Dirawat 10 Hari
Diding Boneng. - Tangkapan layar Youtube Melaney Ricardo

AKURAT.CO Kabar duka menyelimuti dunia hiburan Tanah Air. Aktor senior Diding Boneng meninggal dunia pada usia 76 tahun pada Senin (3/8/2026).

Sang adik, Zainal Arifin, membeberkan kronologi berpulangnya sang kakak yang sempat berjuang melawan komplikasi penyakit.

Baca Juga: Kondisi Terkini Diding Boneng: Sesak Napas Hebat, Kini Berangsur Pulih ​

​Zainal menceritakan bahwa Diding awalnya mengeluh sakit perut saat berada di rumah. Namun, dari hasil pemeriksaan medis, diketahui almarhum mengidap beberapa penyakit sekaligus.

​“Awalnya dia masih di rumah tuh mengeluh sakit perut. Sampai di dokter, dokter bilang, ‘oh ini ada maag, terus sama jantung dan asma,'" kata Zainal saat ditemui di rumah duka di kawasan Matraman, Jakarta Pusat, Senin (3/8/2026).

​Setelah sempat dibawa pulang, kondisi pemeran komedi legendaris tersebut justru memburuk akibat sesak napas.

Keluarga pun merujuknya ke Rumah Sakit Tarakan, di mana ia juga terdiagnosa mengalami serangan stroke.

​“Cuma pulang dari dokter, merasa sesak napas. Ya kita bawalah ke Rumah Sakit Tarakan. Ternyata sampai di Tarakan dia terkena stroke,” ujar Zainal.

​Usai menjalani perawatan intensif selama 10 hari di rumah sakit, Diding diizinkan pulang. Namun tak lama kemudian, riwayat asma yang dideritanya kembali kumat hingga membuatnya sulit bernapas dan kehilangan kemampuan berbicara.

​“Asmanya udah parah sekali,” ujar Zainal.

Baca Juga: Tetap Syuting Pakai Kursi Roda Usai Pasang Ring Jantung, Tio Pakusadewo Akui Tak Pantang Rokok dan Kopi Hitam

​Melihat kondisi yang kian kritis, Zainal lantas mengumpulkan seluruh anak dan keluarga besar di sisi Diding Boneng untuk mendampingi masa-masa terakhirnya.

​“Nah saya lihat memang sudah susah bernapas. Kalau bicara memang sudah enggak bisa. Di situlah saya panggil anak-anaknya semua, suruh mereka mengaji,” lanjutnya.

​Sebelum mengembuskan napas terakhir, almarhum sempat menitipkan wejangan mendalam agar seluruh anggota keluarga senantiasa menjaga keharmonisan.

​“Yang dia minta cuma saya, adik-adik saya, ‘janganlah bersengketa, jangan berselisih. Hidup akur-akur.’ Itu aja pesannya,” ungkap Zainal.

​Berdasarkan rencana keluarga, jenazah seniman gaek ini akan dimakamkan pada Senin sore di Tempat Pemakaman Umum (TPU) Menteng Pulo, Jakarta Pusat.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.