The Eras Tour: Taylor Swift Sokong Perekonomian Amerika?

AKURAT.CO Julukan pahlawan mungkin menjadi sebutan yang pas untuk pelantun Lover ini.
Bagaimana tidak, lewat gelaran The Eras Tour, Taylor Swift berhasil mengangkat perekonomian Amerika Serikat.
Kondisi perekonomian AS sendiri memang sedang cukup buruk. Menurut prediksi, akan terjadi resesi sampai 2024. Hal ini diperparah dengan hutang luar negeri yang tinggi.
Bagaimana The Eras Tour Membantu Perekonomian AS?
Berdasarkan survei yang dilakukan QuestionPro, Taylor Swift bisa menghasilkan lebih dari USD2,2 miiliar atau setara Rp33,6 triliun hanya dari penjualan tiket di kawasan Amerika Utara.
Menurut survei itu, rata-rata harga tiket The Eras Tour di Amerika Utara sebesar USD455,78 atau setara Rp6,9 juta pada presale atau penjualan pertama, dengan rata-rata jumlah penonton di AS sebanyak 72.459 orang per malam.
Dengan jumlah konser di Amerika Utara sebanyak 68 jadwal maka Taylor Swift diperkirakan berhasil mengumpulkan pendapatan sebanyak USD2,2 miliar dan menjadi tur dengan pendapatan tertinggi sepanjang masa.
Pendapatan ini menggeser pemegang rekor sebelumnya yakni Elton John dengan Farewell Yellow Brick yang mendapatkan USD887 juta dari 2018 hingga 2023.
Berdasarkan survei ini pula masing-masing penonton The Eras Tour menghabiskan USD291,62 atau setara Rp4,4 juta untuk kostum, USD214,8 (Rp3,2 juta) untuk merchandise dan USD131,48 (Rp2 juta) untuk konsumsi.
The Eras Tour mendapat sambutan dari Federal Reserve yang mengatakan bahwa The Eras Tour telah mendorong pemulihan pariwisata di kawasan Pennsylvania dengan tingkat okupansi pemesanan hotel yang belum pernah terlihat di kota ini sejak liburan akhir pekan pada Mei 2019.
Selama konser Taylor Swift di Soldier Field, Chicago, tingkat hunian hotel lokal memecahkan rekor. Badan pariwisata Chicago melaporkan sekitar 44.000 kamar hotel yang dipesan tiap malam (2-4 Juni) dapat menghasilkan USD39 juta. Angkutan umum juga mengalami lonjakan penumpang terbanyak sejak jeda pandemi.
Dilansir dari survei QuestionPro, Kamis (7/9/2023), dampak ekonomi per kota yang dikunjungi untuk konser bisa menyentuh USD5 miliar atau setara Rp75,1 miliar.
Melihat besarnya dampak ekonomi yang tercipta dari gelaran The Eras Tour, tidak heran jika Perdana Menteri Kanada, Justin Trudeau, sampai men-tweet meminta Taylor Swift turut menggelar konsernya di Kanada. (Adinda Shafa Afriasti)
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Cuma Jadi Beban Istana, Menteri Pariwisata Tak Punya Sense of Crisis dan Layak Diganti
- 2Prediksi Skor Prancis vs Pantai Gading 5 Juni 2026: Les Bleus Masih Terlalu Kuat atau The Elephants Siap Membuat Kejutan?
- 3Tragedi di Gurun Sahara: 49 Orang Tewas Kehausan Setelah Truk Mogok di Gurun Niger
- 4Berbahasa Indonesia Usai Laga Kalahkan Oman, John Herdman: Saya Capek!
- 5BRIN Ingatkan Wacana Jokowi Keliling Daerah Berpotensi Memanaskan Politik Terlalu Dini
- 6Kurs Dolar AS Tembus Rp18.025 Hari Ini, Rupiah Catat Rekor Terlemah dalam Sejarah
- 7Kalender Jawa 4 Juni 2026: Weton Kamis Pahing Punya Karakter Cerdas dan Penuh Perhitungan
- 8Kalender Jawa 3 Juni 2026: Watak Weton Rabu Legi, Sosok Jujur yang Disukai Banyak Orang
- 9Astra Gandeng Pemprov Jakarta Kampanyekan Naik Transportasi Umum, Pramono: Kunci Atasi Macet dan Polusi
- 10Trump Klaim Kekuatan Militer Iran Hancur Total, Tersisa Sekitar 21 Persen Rudal








