Akurat
Pemprov Sumsel

5 Life Lesson Dari Drama Twinkling Watermelon, Masa Muda Adalah Masa Emas

Ramadhan LQ | 25 Oktober 2023, 09:13 WIB
5 Life Lesson Dari Drama Twinkling Watermelon, Masa Muda Adalah Masa Emas
 
 
AKURAT.CO Drama Korea Twinkling Watermelon banyak menyita perhatian para pecinta drakor. Drama bergenre fantasi ini menceritakan kehidupan seorang Ha Eun Gyeol yang suka melepaskan stresnya dengan bermain gitar.

Ha Eun Gyeol yang lahir dari keluarga tuli ini merahasiakan kesukaannya terhadap musik.

Drama yang kini sudah tayang hingga 9 episode ini, punya pelajaran berharga mengenai kehidupan. Apa saja life lesson yang bisa diambil dari drama Twinkling Watermelon? Simak selengkapnya!

1. Keluarga adalah support system terbaik

Keluarga punya peran penting dalam mempengaruhi kehidupan sosial seorang manusia. Dalam Drama ini, kita melihat tokoh-tokoh dengan kehidupan yang sangat dipengaruhi oleh latar belakang keluarga.

Salah satunya adalah sosok Ha Eun Gyeol yang lahir sebagai anak Child Of Deaf Adult (CODA) atau anak yang terlahir dari orangtua tuli. Meskipun keluarga ini hidup dengan keadaan yang berbeda, namun dengan dukungan satu sama lain kedua anaknya Ha Eun Ho dan Ha Eun Gyeol memiliki prestasi yang patut dibanggakan.
 
Baca Juga: 5 Rekomendasi Drakor Medis Terbaik Untuk Merayakan Hari Dokter Nasional 2023, Dijamin Seru!

2. Anak bukanlah boneka orang tua

Banyak orangtua yang menaruh cita-citanya kepada sang anak dan membuat sang anak menjadi boneka orang tuanya. Dalam drama ini, menampilkan juga sosok O Eun Yu, anak dari seorang Cellist Choi Se Kyung. O Eun Yu selalu diminta untuk melakukan hal-hal yang ibunya inginkan, kehidupannya juga banyak disetir oleh sang ibu. Karena tidak menyukainya, O Eun Yu kerap memberontak dan selalu berdebat dengan sang Ibu.

Sang Ibu, Choi Se Kyung bukan tanpa alasan memperlakukan O Eun Yu seperti bonekanya. Dirinya juga merupakan boneka yang diciptakan orang tuanya. Choi Se Kyung adalah anak angkat dari orangtuanya yang saat itu sedang berduka karena kehilangan anak kandungnya. Untuk selalu bersinar dan mendapatkan perhatian dari kedua orangtuanya, Se Kyung selalu berusaha untuk menjadi yang terbaik.

3. Baik dan buruk dalam kehidupan selalu berdampingan

Tentu kita selalu bertanya mengapa kehidupan yang dijalani selalu terasa buruk. Namun, baik dan buruk dalam kehidupan akan selalu berdampingan. Jika sekarang hidupmu terasa buruk dan tidak ada jalan keluar mungkin hari esok kamu akan menemukan jalan keluarnya. Drama ini mengajarkan kita untuk bersabar menjalani kehidupan yang tidak selalu baik.

Seperti sebuah lagu yang harmonis, di dalamnya ada mayor dan minor berdampingan. Hal itu berlaku pada kehidupan. Baik dan buruknya selalu berdampingan untuk menciptakan kehidupan yang menyenangkan.
 
Baca Juga: Disebut Rating Killer, Ini 5 Drakor Nam Koong Min Yang Banyak Diminati

4. Masa remaja adalah golden time, gunakan sebaik-baiknya sebelum kamu menyesalinya

Drama yang mengisahkan masa remaja setiap tokohnya ini mengajarkan kita bahwa masa muda adalah "golden time". Kita harus seperti Ha Yi Chan menikmati masa muda dengan bersenang-senang namun terkadang kita harus seperti Choi Se Kyung yang memiliki ambisi untuk masa depan.

5. Kamu harus berjuang lebih keras untuk mencapai cita-citamu

Dari drama Twinkling Watermelon kita belajar bahwa untuk mendapatkan sesuatu kita perlu memperjuangkannya. Seperti Ha Yi Chan yang ingin mendapatkan hati Choi Se Kyung sampai membuat sebuah band, seperti Choi Se Kyung yang ingin selalu bersinar dengan selalu mengusahakan dirinya menjadi yang terbaik atau seperti Ha Eun Gyeol yang belajar dengan giat untuk membuat keluarganya tidak diremehkan oleh orang lain.

Itu dia 5 life lesson yang bisa kita ambil dari drama Twinkling Watermelon. Selama menonton drama ini pelajaran hidup apa yang kamu dapatkan?
 
Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

R
Reporter
Ramadhan LQ
W
Editor
Wahyu SK