Film Budi Pekerti Resmi Tayang, Berikut Prestasi Gemilang Sutradara Wregas Bhanuteja Yang Langganan Penghargaa

AKURAT.CO Film terbaru Indonesia berjudul Budi Pekerti baru saja tayang di bioskop tanah air pada Kamis (2/11/2023). Di balik kesuksesan film ini, sosok Wregas Bhanuteja sebagai sutradara film ikut jadi sorotan.
Sutradara asal Yogyakarta ini sebelumnya sudah bersinar lewat filmnya berjudul Penyalin Cahaya yang tayang pada tahun 2021 lalu di platform streaming Netflix dan berhasil menyabet berbagai penghargaan.
Maka tak heran, melalui film Budi Pekerti, Wregas kembali menorehkan banyak apresiasi. Hal ini terbukti dari 17 nominasi di ajang Festival Film Indonesia (FFI) 2023, sekaligus menjadikan film Budi Pekerti sebagai penerima nominasi terbanyak dalam ajang bergengsi perfilman Indonesia tersebut.
Baca Juga: Kronologi Dan Motif Di Balik Kasus Pembunuhan Ayah Mertua Kepada Menantunya Di Pasuruan
Berikut profil serta prestasi dari film-film karya Wregas Bhanuteja
Sutradara kelahiran 20 Oktober 1992 ini memiliki nama lengkap Raphael Wregas Bhanuteja. Sejak dulu, Wregas sudah dekat dengan dunia perfilman hingga berhasil menciptakan dan meraih prestasi melalui film-film pendek hasil garapannya.
Masa-masa muda Wregas, yang dijalaninya di SMA Kolese De Britto Yogyakarta, menjadi awal bakatnya menjadi sutradara diasah, yang dibuktikan melalui 10 film pendek sederhana yang berhasil disutradarai olehnya.
Tema yang diangkat beragam, salah satunya mengisahkan keresahan sosial akan suara bising knalpot di Yogyakarta.
Lewat film-film pendeknya Wregas menorehkan banyak prestasi, seperti saat film pendeknya berjudul 'AKU' sukses menjadi juara satu di Kompetisi Film Pendek Psymotion.
Memasuki masa kuliah, Wregas mengenyam pendidikan di Institut Kesenian Jakarta (IKJ) pada tahun 2010 dan menjadi mahasiswa Fakultas Film dan Televisi.
Di fase ini, Wregas juga terus aktif berkarya, salah satunya dengan film pendek ciptaannya di tahun 2012 dengan judul 'Senyawa'.
Hingga memasuki masa magang, Wregas mengajukan diri untuk bekerja bersama sutradara kenamaan Indonesia, Riri Riza, dan berhasil bekerja dengannya sebagai asisten sutradara dalam film ketiga Riri Riza berjudul 'Sokola Rimba' (2013).
Baca Juga: Dukung Palestina, Ini Sosok Whulandary Herman Puteri Indonesia Yang Disindir Miss Israel
Wregas kemudian kembali menggarap film pendek mengenai kisah sebuah lemari warisan nenek, yang diberi judul 'Lemantun' (2014), dan turut menjadi tugas akhirnya di masa perkuliahan.
Melalui karya tugas akhirnya tersebut, Wregas bahkan sukses menerima penghargaan di Festival Film Pendek XXI 2015 dan Apresiasi Film Indonesia 2015.
Wregas kemudian kembali membuat karya berjudul 'Lembusura' (2014) yang berhasil masuk dalam seleksi International Film Festival 2015 di Berlin.
Melalui prestasi ini pula, Wregas dinobatkan sebagai sutradara termuda dengan usainya saat itu, yakni 22 tahun.
Film lain Wregas mengenai penjual korek api di Jogja dengan judul 'Prenjak' (2016), kembali mengantarkan penghargaan untuknya dalam ajang Festival Film Cannes, Festival Film International Melbourne, SGIFF Silver Screen Award, serta Festival Film Indonesia.
Baca Juga: Sejarah Istimewa Masjid Al Aqsa, Tempat Persinggahan Nabi Muhammad SAW Dalam Perjalanan Isra Miraj
Karya selanjutnya, yakni 'Tak Ada Yang Gila di Kota Ini' (2019) juga membawa pulang Piala Citra FFI 2019 untuk Wregas dalam nominasi Film Pendek Terbaik.
Hingga pada 2021, film 'Penyalin Cahaya' juga meraih kesuksesan dengan raihan 12 Piala Citra dan 17 nominasi di Festival Film Indonesia (FFI), dengan kategori Sutradara terbaik, Penulis Naskah Asli Terbaik, Film Cerita Panjang Terbaik, Pemeran Utama Pria Terbaik, hingga Pemeran Pendukung Pria Terbaik.[]
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini










