AKURAT.CO Band Coldplay kerap menjadi perbincangan masyarakat Indonesia terkhusus para kawula muda. Pasalnya, untuk pertama kalinya, Coldplay menggelar konser di Indonesia, tepatnya pada hari ini, Rabu, (15/11/2023).
Konser Coldplay yang digelar di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK) itu mulanya mendapat penolakan dari beberapa organisasi masyarakat. Alasan penolakan tersebut dikarenakan Coldplay mendukung gerakan LGBT.
Lalu apakah benar Coldplay mendukung bahkan mengampanyekan LGBT? Simak ulasannya berikut.
Coldplay pro LGBT?
Isu Coldplay yang diduga mendukung LGBT sebenarnya tidak pernah diutarakan langsung oleh pihak Coldplay sendiri. Namun, kebenaran akan isu ini dapat ditelusuri melalui jejak digital.
Dalam website SDLGBTN, Coldplay dikatakan merupakan pendukung LGBT. Selain memberi dukungan, Coldplay juga disebut menjadi donatur dari gerakan LGBT melalui uang yang dihasilkannya dari pendapatan konser.
“Yes, Coldplay does support gay pride," tulis website SDLGBTN.
"Coldplay juga menjadi pendukung persamaan hak, tanpa memandang orientasi seksual dan mendonasikan hasil konsernya untuk organisasi yang bekerja melawan diskriminasi kaum LGBT," tambahnya.
Selain itu, dukungan Coldplay terhadap LGBT pun dapat dilihat melalui beberapa tindakan Coldplay yang mengibarkan bendera pelangi di konsernya. Diketahui, bendera pelangi merupakan lambang dari LGBT.
Foto ketika Coldplay mengibarkan bendera pelangi di konsernya pun pernah disebarkan oleh akun @coldplayxtra. Melalui postingan yang diunggah pada 2019 lalu, akun tersebut mengatakan bahwa Chris Martin merupakan sekutu LGBT sejak awal karinya.
"Sejak awal karirnya, Chris Martin sudah mendukung kebebasan hak-hak kaum gay," cuit akun tersebut.
Meski Coldplay tak pernah secara gamblang mengonfirmasi dukungannya terhadap gerakan LGBT, namun Chris Martin pernah mengungkapkan bahwa dirinya sangat menghormati kaum LGBT. Menurut Chris Martin, kaum LGBT berhak mendapat kesamaan hak untuk bebas menentukan pilihannya sendiri.
Baca Juga: Apakah Benar Personel Coldplay LGBT? Ini Tanda Mereka Mendukung LGBT
Chris Martin juga mengakui pernah merasa bingung dengan seksualitasnya
Pada 2019, Chris Martin melalui Majalah Rolling Stone pernah menceritakan masa lalunya yang sangat homofobik. Vokalis utama Coldplay itu mengaku dirinya sempat bingung dengan seksualitasnya.
“Ketika aku pergi ke asrama sekolah, aku berjalan sedikit lucu dan aku merasa (menjadi) homofobia, karena aku seperti, ‘Jika aku gay, aku akan hancur di akhirat,' ucap ayah dari 2 anak itu. “… Dan ketika aku masih kecil, seperti yang kamu tahu, mencari tahu tentang seksualitas… Mungkin aku gay, mungkin aku ini, mungkin aku itu, aku tidak bisa seperti ini. Aku sangat takut.”
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Cuma Jadi Beban Istana, Menteri Pariwisata Tak Punya Sense of Crisis dan Layak Diganti
- 2Usai Kritik Pigai, Hotman Paris Kini Malah Ingin Jalan Malam Bareng Menteri HAM: Biar Begal Kabur Semua
- 3Prediksi Skor Prancis vs Pantai Gading 5 Juni 2026: Les Bleus Masih Terlalu Kuat atau The Elephants Siap Membuat Kejutan?
- 4Prediksi Skor PSG vs Arsenal, Susunan Pemain, Jadwal Siaran Langsung
- 5Berbahasa Indonesia Usai Laga Kalahkan Oman, John Herdman: Saya Capek!
- 6Tragedi di Gurun Sahara: 49 Orang Tewas Kehausan Setelah Truk Mogok di Gurun Niger
- 7BRIN Ingatkan Wacana Jokowi Keliling Daerah Berpotensi Memanaskan Politik Terlalu Dini
- 8Kurs Dolar AS Tembus Rp18.025 Hari Ini, Rupiah Catat Rekor Terlemah dalam Sejarah
- 9Astra Gandeng Pemprov Jakarta Kampanyekan Naik Transportasi Umum, Pramono: Kunci Atasi Macet dan Polusi
- 10Trump Klaim Kekuatan Militer Iran Hancur Total, Tersisa Sekitar 21 Persen Rudal









