Profil dan Jejak Karier Akira Toriyama, Pencipta Dragon Ball yang Meninggal karena Hematoma Subdural Akut

AKURAT.CO Perusahaan Bird Studio pada Jumat (8/3/2024) mengabarkan kepergian pencipta manga Jepang, Akira Toriyama di usia 68 tahun.
Dalam penyataan studio, Akira Toriyama meninggal karena penyakit hematoma subdural akut pada 1 Maret 2024 lalu.
"Teman dan sahabat yang terhormat, kami sangat sedih untuk memberitahukan bahwa pencipta Manga, Akira Toriyama meninggal dunia pada tanggal 1 Maret karena hematoma subdural akut. Beliau meninggal pada usia 68 tahun," tulis perusahaan tersebut.
Baca Juga: Pencipta Dragon Ball Akira Toriyama Meninggal Dunia di Usia 68 Tahun
Nama Akira Toriyama sendiri dikenal publik sebagai pencipta manga terkenal Jepang yakni Dragon Ball dan Dr. Slump.
Sosoknya telah berkutat di dunia manga Jepang selama lebih dari 45 tahun, Bird studio lantas berharap karya Akira Toriyama akan terus dicintai olen masyarakat.
"Berkat dukungan dari begitu banyak orang di seluruh dunia, dia telah mampu melanjutkan aktivitas kreatifnya selama lebih dari 45 tahun. Kami berharap bahwa dunia kreasi Akira Toriyama yang unik terus dicintai oleh semua orang untuk waktu yang lama," tuturnya.
Profil dan Jejak Karier Akira Toriyama
Baca Juga: Indonesia Menyusul, 5 Negara Ini Sudah Terapkan Sistem Kerja 4 Hari dalam Seminggu
Dikutip dari TheGuardian, Akira Toriyama lahir di Nagoya, Jepang pada tahun 1955.
Setelah menggambar sepanjang masa kecilnya, pria 68 tahun yang kerap disapa Toriyama itu memutuskan untuk tidak melanjutkan pendidikan tinggi.
Sehingga setelah lulus dari sekolah menengah atas, ia mulai bekerja di sebuah biro iklan di mana ia mendesain poster.
Sentuhan pertamanya dengan industri manga terjadi di usia 23 tahun, ketika Toriyama mengikutsertakan karyanya dalam kontes yang diadakan oleh majalah manga mingguan.
Kontes tersebut tidak berhasil, tetapi ia segera mengirimkan gambarnya ke publikasi lain yakni Weekly Shonen Jump.
Pada tahun 1978, majalah tersebut memuat karya Toriyama yang pertama kali diterbitkan, berjudul Wonder Island.
Baik Wonder Island maupun sekuelnya (Wonder Island 2) yang merujuk pada budaya layar kaca pada masa itu tidak populer di kalangan pembaca.
Tidak terpengaruh, Toriyama terus menggambar hingga akhirnya pada tahun 1980 menghasilkan sebuah karya yang sangat populer yakni Dr. Slump.
Baca Juga: Kabar Gembira! Erick Thohir Bolehkan Pegawai BUMN Libur 3 Hari Seminggu
Manga Dr. Slump bergenre komedi yang mengisahkan seorang gadis robot dengan cobaan serta kesulitannya saat berinteraksi dengan dunia di sekelilingnya.
Serial tersebut ditayangkan di Weekly Shonen Jump hingga tahun 1984 dan mendapatkan salah satu penghargaan manga tertinggi di Jepang yaitu Shogakukan.
Adaptasi animenya mulai ditayangkan di televisi dan Toriyama mendirikan Bird Studio sebagai kesuksesan awalnya.
Pada tahun 1982, ia menikahi sesama seniman manga Yoshimi Katō, yang kemudian dikaruniai dua orang anak.
Pria 68 tahun itu sangat menjaga kehidupan pribadinya, ia bahkan sering menggunakan avatar cyborg yang disebut Robotoriyama untuk mewakili dirinya sendiri.
Pada tahun 1984, Toriyama menciptakan Dragon Ball, sebuah karya yang membawanya dikenal secara internasional dan membuatnya menjadi salah satu pengarang manga terlaris di Jepang.
Berdasarkan karya sebelumnya yang berjudul Dragon Boy, Dragon Ball diserialisasikan dalam 519 bab di Weekly Shonen Jump dari tahun 1984 hingga 1995.
Baca Juga: China Naikkan Anggaran Perang Rp3.600 Triliun, Siap Perang dengan Taiwan?
Manga itu bahkan melahirkan waralaba blockbuster termasuk seri buku komik berbahasa Inggris, lima adaptasi televisi yang berbeda (dengan Dragon Ball Z yang paling dikenal oleh pemirsa barat) dan spin-off.
Tidak hanya itu, Dragol Ball juga memunculkan lebih dari 20 film yang berbeda, serta berbagai macam video game.
Dragon Ball, sebuah kung fu yang mengambil genre manga shonen (atau dewasa muda), diambil dari film aksi China dan Hong Kong serta cerita rakyat Jepang.
Serial ini memperkenalkan penonton pada Son Goku yang sekarang sudah sangat dikenal, merupakan seorang peserta pelatihan seni bela diri muda yang mencari tujuh bola ajaib yang dapat memanggil naga mistis serta gengnya yang terdiri dari sekutu dan musuh.
Setelah berakhirnya penayangan awal Dragon Ball pada tahun 1995, Toriyama terus memberikan konsultasi dan mempromosikan waralaba ini, serta mengerjakan proyek-proyek yang jauh lebih pendek terkadang di luar dunia manga.
Dia juga menyumbangkan karya seninya yang khas untuk seri video game yang berpengaruh, antara lain Dragon Quest dan Chrono Trigger.
Terinspirasi dari kecintaannya pada mobil, ia bahkan merancang mobil listrik yang dirilis oleh CQ Motors Jepang pada tahun 2005 yang kemudian disebutnya sebagai "perjalanan yang sangat emosional".
Baca Juga: KPU Kantongi Izin, PSU di Kuala Lumpur Digelar 10 Maret 2024
Pada tahun-tahun berikutnya, ia kembali ke waralaba Dragon Ball, mengerjakan beberapa adaptasi film termasuk sebagai konsultan awal untuk Dragon Ball Z: Battle of Gods tahun 2012 dan penulis naskah untuk Dragon Ball Super: Broly tahun 2018 dan Dragon Ball Super: Super Hero tahun 2022.
Bird Studio menulis dalam pernyataannya bahwa Toriyama mengadakan pemakaman kecil bersama keluarga dan meminta para penggemar untuk tidak mengirimkan bunga atau persembahan lainnya.
"Rencana masa depan untuk memperingati pertemuan belum diputuskan," tulis mereka. "Kami akan memberi tahu Anda jika sudah dikonfirmasi," pungkasnya.
Baca Juga: Persib Bandung Patut Waspada Lawan Persija Jakarta, Marko Simic Lagi 'Gacor-gacornya'
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini








